Beredar Surat Telegram Dari TNI

86

Let’s talk about: Telegram TNI.

Telegram like the chatting app?
Beda gengs, telegram ini maskudnya surat edaran. Jadi, baru-baru ini beredar surat telegram yang bilang kalo anggota TNI gak boleh asal diperiksa dan diproses secara hukum tanpa persetujuan dari komando. Surat Telegram itu ditandatangani oleh Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letnan Jenderal Eko Margiyono atas nama Panglima, yang otomatis bikin orang pada mikir kalo Panglima yang dimaksud adalah Jenderal Andika Perkasa.

Wait, emang tanggal segitu Andika udah jadi Panglima TNI?
Nah, beliau sendiri emang baru dilantik jadi Panglima TNI ngegantiin Marsekal Hadi Tjahjanto tanggal 17 November 2021 kemaren, tapi surat dari Presiden Jokowi yang ngerekomendasiin Andika sebagai calon tunggal Panglima TNI udah dikeluarin sejak tanggal 4 November 2021. Makanya ni kejelasan dari surat telegram ini sendiri juga masih dipertanyakan.

Hooo. Emang surat telegramnya isinya apa aja tu?
Ada beberapa poin dalam surat telegramnya. Poin pertama menyebutkan kalo pemanggilan yang dilakukan terhadap prajurit TNI oleh aparat penegak hukum untuk memberikan keterangan atas suatu peristiwa hukum harus melalui komandan atau kepala satuan. Berikutnya, Panglima meminta agar pemanggilan terhadap prajurit yang gak sesuai dengan prosedur dapat dikoordinasikan dengan para penegak hukum yang dimaksud.

Eh, gimana?
Gak cuma itu, Prajurit TNI yang hendak memberikan keterangan kepada aparat juga dapat melakukan hal tersebut di satuannya atau di kantor aparat penegak hukum dimaksud dengan didampingi oleh perwira hukum atau perwira satuan. Semua kepala staf ketiga matra dapet edaran surat telegram ini gengs, beserta sebelas pejabat militer lainnya.

Dari Panglima TNI-nya sendiri ada komen-komen gak?
Panglima TNI Pak Andika sih bilangnya doi belom tau apa-apa soal surat telegram ini guys. Tapi beliau menegaskan bahwa pihaknya dan jajarannya enggak keberatan kalo diperiksa sama penegak hukum. Doi juga bilang bahwa intinya beliau mau ngikutin ketentuan yang berlaku dalam undang-undang aja sebagaimana selama ini berjalan kayak gitu.

Hmmm. Anyone else saying anything?
Yoi, ada pihak KPK yang menanggapi dengan gak mempermasalahkan aturan tersebut kalo emang resmi diberlakukan. Plt. Juru Bicara Penindakan KPK Ali Fikri bilang kalo beliau yakin telegram tersebut gak bakal mempersulit proses tindak hukum yang berlaku. Intinya sih mereka chill aja gitu ceunah.

Interesting… Anything else?
Kalo dari pihak Polri sih tanggepannya lumayan beda ni gengs. Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo bilang kalo pihak kepolisian bakal mengedepankan asas “equality before law” alias semua orang setara di hadapan hukum, termasuk prajurit TNI. Menurut Dedi, semua prosedur bakal terus berjalan sesuai aturan yang berlaku, dan TNI gak dapet pengecualian.