Banjir di Kalimantan Semakin Mengkhawatirkan

115

When things are more concerning in Kalimantan…

Yep, can we get your attention pleasee… karena banjir di Kalimantan semakin mengkhawatirkan.

 
Mengkhawatirkan gimana?
Parah gengs. Belakangan ini, hampir seluruh wilayah di Kalimantan dikepung banjir. Terus, ada beberapa daerah di lima provinsi yang ada di Kalimantan udah menerapkan status siaga.
 
Ouch 🙁 how come?
Banyak faktor. Kalo menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sih, penyebab banjir adalah intensitas hujan yang tinggi karena Indonesia udah memasuki masa La Nina. Namun, sejumlah akademisi dan LSM lingkungan bilang bahwa intensitas hujan bukan satu-satunya penyebab banjir. Of course ada kontribusi dari faktor lain, yakni deforestasi dan krisis iklim.
 
Sad 🙁
Iya 🙁 Now let’s zoom in on each provinsi. Dimulai dari Provinsi Kalimantan Utara yang memiliki empat wilayah berstatus siaga banjir, yakni wilayah Nunukan, Tana Tidung, Malinau, dan Bulungan. Sementara Kota Tarakan dinyatakan berstatus waspada. Perkiraan tersebut berlaku sejak 18 -19 November pukul 07.00 WIB. Selanjutnya ada Provinsi Kalimantan Tengah, di mana Kabupaten Kapuas yang ada di sana udah diterjang banjir lebih dari 14 hari, yakni sejak 5 November sampe sekarang. Selain di Kapuas, banjir di Kalteng juga belum lama ini terjadi di Bukit Rawi, Kecamatan Kahayan Tengah. Terus, banjir juga menggenangi kilometer 35 ruas jalan Trans Kalimantan Palangka Raya – Banjarmasin.
 
OMG….
Meanwhile di Kalimantan Barat, banjir udah satu bulan melanda Kabupaten Sintang dan menyebabkan warga harus mengungsi. Lanjut ke Kalimantan Selatan, banjir juga terjadi di Batu Mandi, Kabupaten Balangan, di mana at least ada 242 Kepala Keluarga atau 721 jiwa yang terdampak sama bencana ini. Terakhir, Provinsi Kalimantan Timur di mana ibu kotanya Samarinda sempat terendam banjir selama tujuh hari sejak 2 November.
 
Kok bisa banyak banget gini banjirnya?
Kerusakan lingkungan guys. Jadi terkait banjir ini, Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Kalteng Dimas Novian Hartono bilang bahwa sepanjang 2021 ini aja udah terjadi 3 kali banjir di Kalimantan. Adapun faktor utamanya adalah kerusakan lingkungan yang masif, di mana menurut data, 80% dari area Kalteng yang luasnya mencapai 15,3 juta ternyata udah ada investasi, bahkan perusakan. Jadi kebayang kan guys, deforestasinya parah banget dan bikin lingkungan makin parah dah rusaknya.
 
Terus…
Senada dengan WALHI, Greenpeace Indonesia juga bilang bahwa salah satu penyebab banjir di Kalimantan Tengah adalah proyek Food Estatenya Pak Menhan Prabowo Subianto. Menurut Ketua Tim Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia Arie Rompas, pembukaan lahan seluas 700 hektare itu bikin banjir banget, karena menyebabkan daerah resapan air berkurang.
 
So, is the govt doing anything about this?
Well, kalo kata Presiden Jokowi sih, penyebabnya nggak lain nggak bukan adalah adalah kerusakan lingkungan yang terjadi berpuluh-puluh tahun. Akibatnya, air di Sungai Kapuas meluber karena daerah tangkapan hujannya rusak. Pak Jokowi juga bilang bahwa kondisi ini bakal diperbaiki, dengan mulai “mungkin” tahun depan pemerintah membangun nursery persemaian dan penghijauan kembali di daerah-daerah hulu. Menurutnya, catchment area itu emang harus diperbaiki karena kerusakannya di situ.