Banjir di Kalimantan Barat

28

Let’s zoom in on: banjir di Kalimantan Barat.

Update me.
As we all know, belakangan ini hujan lagi deres-deresnya dan berujung ke banjir di beberapa wilayah di Indonesia. Tapi ternyata, gak cuma intensitas curah hujan yang tinggi aja gengs yang bikin banjir. Menurut BMKG, ada beberapa faktor lain yang menyebabkan banjir, mulai dari naiknya suhu permukaan laut, La Nina, dan angin muson Asia. You can read more about it here! Nah akibatnya, daerah Kalimantan Barat juga kebanjiran ni gengs, gara-gara Sungai Kapuas yang meluap.
 
I hear it’s already been a week? 🙁
Even more. Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kapuas Hulu Gunawan hari Selasa kemaren, banjir di wilayah ini bahkan setinggi tiga meter dari permukaan tanah. Terus, ada belasan kecamatan kebanjiran akibat meluapnya Sungai Kapuas. Sampe kemarin, banjir masih menggenangi pemukiman penduduk yang dihuni 8.714 jiwa. Belom lagi beberapa wilayah masih harus menjalani hari tanpa listrik karena masih terrendam banjir.
 
Oh no…
While pernyataan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Ganip Warsito soal penyebab banjir di Kalimantan Barat pretty much the same as faktor-faktor penyebab terjadinya banjir menurut BMKG alias cuaca buruk dan curah hujan tinggi, tapi hal ini disanggah sama Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji kemaren juga. Menurutnya, banjir di Kalimantan Barat gak cuma karena cuaca, tapi juga karenaaa eng ing eeng: DEFORESTASI DAN PERTAMBANGAN.
 
Caps lock banget min?
Yoi, karena Pak Sutarmiji juga gedeg banget ni guys sama perusahaan-perusahaan sawit di Kalbar yang menurutnya, mungkin berkontribusi sama banjir ini. Menurut Pak Sutarmidji, hutan-hutan di Kalbar udah habis gegara Izin Usaha Pengelolaan Hasil Hutan Kayu Hutan Tanaman Industri (IUPHHK-HTI) banyak diberikan kepada perusahaan. Sementara itu, banyak juga perusahaan yang menebang kayu sembarangan alias gak bertanggung jawab. Konsesi lahan Ini kemudian banyak mengurangi lahan hutan atau deforestasi sehingga daerah resapan air jadi berkurang. Imbasnya, pas musim hujan tiba, air yang turun banyak yang gak terserap.
 
Beneran?
Yoi. Pak Sutarmidji juga bilang ni kalo hari Selasa kemaren, beliau mengundang perwakilan 20 perusahaan sawit yang beroperasi di Kalimantan Barat ke kantornya. Undangan ini buat ngobrol-ngobrol sama perusahaan-perusahaan tersebut ajani, soal kontribusi mereka dalam mengatasi banjir di Kalbar. Namun ternyata, perusahaannya enggak ada yang dateng.
 
The audacity though…
Yep. Kata Pak Sutarmidji, mereka gak ada yang dateng karena berbagai alasan. Karena gedeg, akhirnya Pak Gub mengusir mereka. Beliau bilang, perusahaannya sangat kurang peduli dengan masyarakat yang menderita banjir karena mungkin akibat ulah mereka, jadinya yhaa w juga ga peduli klo lo mo cabs dari sini, ya cabut aja sono. Gitu katanya gengs.
 
Yha kesel banget sih ya. Anything else?
Terkait bencana ini, Anggota DPR RI dapil Kalimantan Barat Daniel Johan mendesak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk meninjau daerah aliran sungai (DAS) Kapuas. Gak cuma itu, KLHK juga diminta buat mengevaluasi kondisi hutan di sepanjang aliran sungai. Menurut Daniel, tindakan-tindakan ini penting banget supaya pemerintah mengetahui gambaran penyebab banjir. Setelahnya, pemerintah bisa segera melakukan pemulihan deh.