Ajang Pencarian Bakat Mural

98

Let’s talk about: ajang pencarian bakat mural yang baru selesai…

Wah, owe suka banget barang mural.
Itu murah HEHEHE ini kita lagi mau ngomongin lomba mural yang digelar sama Polri dan baru aja selesai pada tanggal 30 Oktober 2021 kemaren. Udah keluar ni total 10 nama pemenang dari lomba ini yang membawa pulang total hadiah sebesar 90 juta rupiah. Asik banget gak sih gengs?
 
Lol ok I might need a refresher.
Jadi kalo kamu kemaren-kemaren sempet ngikutin, beberapa bulan lalu sempet rame nih kritik terhadap pemerintah dalam bentuk mural. Terus, mural-mural tersebut malah diapusin sama pihak kepolisian dan para pemural kemudian diburu polisi. Kayak kejadian di Tangerang bulan Agustus lalu soal mural “Jokowi: 404 Not Found“. Hal ini tentu aja membuat kritik terhadap pemerintah dan kepolisian Indonesia meningkat karena dianggap anti-kritik.
 
I remember that, go on.
Nah terus, akhirnya Polri mengadakan lomba mural gak lama setelahnya di Bulan September kemaren. Polri mau menunjukkan kalo institusi mereka tuh sebenernya gak anti-kritik. Tapi ternyata guys, awal-awal dibuka, yang daftar lomba muralnya masih dikit banget. Menurut keterangan Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono, di tiga minggu pertama aja yang daftar cuma 18 peserta.
 
Why dude.
Yhaa a few reasons lah yha, salah satunya kecenderungan atas sentimen negatif di masyarakat terhadap kinerja kepolisian Indonesia di bulan Oktober yang sangat tinggi, yang bikin lomba muralnya makin sepi peminat. Akhirnya Sabtu kemarin, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo turut bersuara ni gengs. Pada acara pembukaan lomba mural Piala Kapolri 2021 di Lapangan Bhayangkara, Jakarta Selatan, Pak Sigit ngizinin peserta untuk berekspresi, termasuk kalo mau mengkritik polisi. Doi bahkan menegaskan bahwa peserta yang muralnya paling pedes bakal jadi sohibnya Kapolri aka dirinya sendiri.
 
WAH mau dong jadi bestie-nya Pak Sigit….
Yoi, kayaknya banyak juga yang mikir kayak gitu. Karena enggak lama abis Pak Sigit bilang kayak tadi, pendaftar lomba langsung meledak sampe lebih dari 800 peserta, yang datang dari berbagai Polda di Indonesia.
 
Terus terus…
Nah terus, Seluruh proses pemuralan ditonton langsung sama Pak Sigit, dan udah ada ni guys, pemenang dari kompetisi muralnya. Adalah La Ode Umar, pelukis mural asal Jakarta yang mengkritik Polri dalam hal kurangnya mengawasi pungutan liar (pungli) yang marak terjadi. Pak Listyo bilang kalo Umar ini sangat berani mengkritik Polri melalui muralnya tersebut, makanya doi menang.
 
Hmmm. Anyone saying anything?
Menurut Pengamat dan pelaku seni jalanan Anagard, lomba mural ini seharusnya bukan jawaban dari keagresifan polisi yang selama ini dikritik oleh masyarakat. Menurut doi, polisi itu tugasnya bukan kebudayaan, melainkan pelayanan masyarakat. Lomba mural ini dinilai oleh Anagard cuma buat menepis pandangan masyarakat yang negatif terhadap polisi hanya sementara waktu.
 
I see. Anything else?
FYI gengs, pembagian hadiah lomba mural ini adalah juara satu mendapat hadiah sebesar 50 juta rupiah. Pemenang kedua sebesar sepuluh juta rupiah. Terus buat juara ketiga dan tujuh pilihan favorit lainnya masing-masing dapet lima juta rupiah. Kesepuluh orang ini nantinya bakal diminta buat membuat mural di JLNT seberang Polda Metro Jaya.