3 Juta Warga Myanmar Membutuhkan Bantuan Kemanusiaan

119

When things are getting worse…

In Myanmar.
Yep, sedih banget deh guys soalnya rusuh di Myanmar ga kelar-kelar. Baru aja ni, disebutkan PBB bahwa ada sekitar tiga juta orang di sana yang membutuhkan berbagai bantuan kemanusiaan yang darurat banget demi keselamatan hidup. Hal ini disampaikan oleh Kepala Kantor Kemanusiaan PBB Martin Griffiths Hari Senin kemarin.

 

Emang tiga juta orang itu kenapa?

Yhaa kehidupan mereka terancam banget karena berbagai penyebab guys, kayak konflik berkepanjangan, keamanan masyarakat yang terancam, pandemi covid-19, dan perekonomian yang semakin memburuk. Menurut Griffiths, kalo militer Myanmar gak segera mengakhiri kudeta dan kekerasan di sana, maka angka tiga juta tersebut bakal semakin bertambah. Ga itu aja, namun ketahanan pangan di Myanmar juga terancam banget dengan kombinasi faktor-faktor tersebut.

 

Oh no…
FYI, Griffith menyampaikan pandangannya tersebut pas UN Security Council mengadakan rapat tertutup membahas Myanmar. Rapat ini sendiri atas permintaan dari Inggris yang concerned banget sama konflik ini. Apalagi, katanya China dan Rusia ogah ngeluarin statement ke media soal kekhawatiran negara-negara anggota PBB terhadap konflik kekerasan yang terus berjalan di Myanmar. Mereka juga gak mau ngasih dukungan buat mengembalikan demokrasi Myanmar ke tangan sipil kayak sebelum kudeta militer Myanmar pas 1 Februari 2021 silam.

 
Ngeri… Anyone saying anything?
Yep, ada wakil dubes Inggris James Kariuki yang ngejelasin kenapa Inggris concerned banget sama kondisi ini. Katanya sih mereka khawatir banget sama pergerakan militer di wilayah northeast negara tersebut, yaitu di wilayah Chin. Pergerakan militer di sana mirip sama pergerakan militer tahun 2017 waktu militer melakukan kekerasan terhadap kelompok Muslim minoritas Rohingya di wilayah Rakhine.
 
Duh 🙁 Anything else?
FYI, hari Senin kemaren adalah one year anniversary pemilu di Myanmar yang merupakan akar dari kudeta militer. Pemilu tersebut kembali dimenangkan oleh Aung San Suu Kyi dan dianggap bebas dan adil oleh pengamat lokal maupun internasional termasuk PBB. As you know, beberapa bulan kemudian kudeta dimulai dan sejak saat itu kira-kira udah ada ribuan orang yang terpaksa kabur dari Myanmar karena konflik ini. Selain itu, diperkirakan ada 223 ribu orang yang kehilangan tempat tinggalnya.