Satpam BCA Jadi Trending di Twitter, Indonesia Membawa Pulang Piala Thomas Cup 2020, Ketentuan Tarif PPnBM Resmi Diubah, Adele Rilis Single Baru “Easy on Me”

151

Good morning

Hello. The weather has been so gloomy lately, so in case you’re planning on spending it by listening to Adele, well, do it with caution. Now, just a little reminder that we won’t visit your inbox tomorrow, because of the national holiday. Enjoy and see you again on Thursday!


When you’re seeing soo many Satpam BCA mentions in your timeline…

Well, here’s why.
Jadi gini guys. Kamu pasti udah sering denger kan, soal keramahan satpam Bank Central Asia (BCA) yang top-notch banget dan super duper melayani? Nah, fenomena ini ini belakangan lagi jadi trending di Twitter karena ada hubungannya sama tindakan polisi yang Indonesia yang dinilai jauh banget kalo dibandingin sama keramahan para satpam BCA ini.
 
Go on…

Nah, di tengah-tengah berbagai insiden belakangan ini yang put polisi under the spotlight, muncullah twit dari akun @fchkautsar yang bilang gini: “Polisi se-Indonesia bisa diganti satpam BCA aja gaksih.” Twit yang merupakan salah satu kritik yang lagi banyak banget diterima sama institusi kepolisian Indonesia belakangan ini malah backfired dan bikin akun tersebut nerima hostile treatment dari banyak akun lainnya yang diduga merupakan bagian dari Polri.

Hold on, I need more background.
Got it. So, beberapa minggu ini emang kritik masyarakat terhadap Polri emang lagi tinggi banget guys. Hal ini bermula dari laporan yang diterbitin sama Project Multatuli soal kasus pemerkosaan terhadap tiga anak di Luwu Timur oleh ayah kandungnya sendiri yang penyelidikannya diberhentikan oleh kepolisian. Artikel ini rame di-share sama netijen dan dipublikasi ulang oleh media lainnya pas Project Multatuli kena serangan hacker. Artikel yang menyertakan hashtag #Percumalaporpolisi ini juga bikin hashtag tersebut rame di media sosial dan nge-highlight kritik terhadap polisi, termasuk twit barusan.

I see. Go on.
Nah balik ke twit itu, setelah Fachrial sebagai pemilik akun tersebut ngetwit itu, mulai banyak akun-akun yang ngeteror Fachrial baik di Twitter maupun Instagram guys. Ada yang akun anonim dan ada juga akun yang mengindikasikan pemiliknya merupakan polisi dari foto profil yang dipasang. Terornya dengan nanyain tinggal di mana dan ngasih ancaman intimidasi ke Fachrial karena dianggap udah ngata-ngatain Polri.

Geez… Fachrialnya sendiri gimana? Aman?
Masih aman guys. Tapi, doi bilang pernah dapet spam call dengan nomor berawalan +1, which is kode telepon Amerika Serikat atau Kanada. Nomor ini berbarengan dengan nomor Indonesia lainnya yang juga ikut neror Fachrial. Anehnya adalah, gak cuma nomor utama Fachrial yang diteror, tapi juga nomor yang gak pernah dia share ke mana-mana dan cuma dipake buat paket data internet aja.

That does smell fishy… Anyone saying anything?
Yep. Ada Direktur Eksekutif Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet) Damar Juniarto yang setuju ini emang aneh banget gengs. Buat dapetin nomor seseorang, harus dengan nelpon provider dan punya kuasa lebih buat dapet data orang lain. Damar bilang kalo kejadian serupa pernah terjadi sebelumnya. Spam call pernah diterima oleh orang-orang yang terlibat peristiwa politik di Indonesia, kayak mereka yang waktu itu menentang Omnibus Law.

Hmmm. Does Polri have anything in their defense?
Kabag Penum Div Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan bilang ni kalo Polri bukan institusi yang antikritik. Makanya, twit Fachrial yang ngebandingin kinerja polisi dengan satpam BCA dan kritik-kritik lainnya juga dianggap sebagai kritik yang membangun dan diterima dengan positif oleh Polri. Terus soal teror yang diterima sama Fachrial, Ahmad bilang kalo pihaknya bakal memproses penegakan hukum dengan akuntabel dan transparan.

Oke lah. Anything else?
Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Gerindra Habiburokhman bilang kalo kritik yang diterima oleh polisi dari masyarakat harus jadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kinerja polisi. Habiburokhman bilang jangan sampe peristiwa kekerasan yang dilakukan oknum kepolisian kepada masyarakat justru dinilai akan menodai institusi Polri, kayak yang terjadi minggu lalu di Tangerang itu gengs di mana polisi nge-smackdown mahasiswa yang demo di Tangerang.


What’s coming home?

Thomas Cup.
Yoi guys, enggak sepak bola aja yang bisa coming home, tapi piala bulu tangkis bergengsi Thomas Cup juga. Jadi Hari Minggu kemaren, Indonesia memastikan bakal membawa pulang Piala Thomas Cup 2020 pasca memenangkan kompetisi Thomas/Uber yang digelar dari tanggal 9 sampe 17 Oktober 2021 kemaren. Kemenangan Jonathan Christie di nomor tunggal putra melawan pemain China Li Shi Feng dengan skor 3-0 memastikan kemenangan Indonesia di kejuaraan ini.
 
Wuiiih congrats!
Yoi guys, kemenangan ini emang ditunggu banget sama Indonesia sejak terakhir kali kita menang di Thomas Cup itu pas tahun 2002 lalu gengs. Sebelum penantian 19 tahun kemaren, Indonesia udah langganan juara Thomas Cup 13 kali, bikin kemenangan ini jadi yang ke-14.

Cool, give me the deets.
Dalam perjalanan meraih juara satu di Thomas Cup tahun ini, Indonesia sukses menyapu bersih tiga pertandingan fase grup, satu pertandingan perempat final, satu laga semifinal dan final Thomas Cup dengan kemenangan.

 

Nice. Go on.
Terus, lanjut ni di partai pertama, tunggal andalan Indonesia yaitu Anthony Sinisuka Ginting berhasil mengalahkan kontingen China Lu Guangzu dengan skor 18-21, 21-14 dan 21-16. Terus di partai kedua, Indonesia kembali unggul 2-0 setelah tunggal pertama Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto mengalahkan pasangan China, He Jiting/Zhou Ho Dong dua set langsung 21-12 dan 21-19. Sampe akhirnya di partai ketiga ditutup oleh kemenangan Jonathan Christie aka Jojo deh gengs.

 

Kereeen…
Nah dengan kemenangan yang mutlak Indonesia ini yang dipastikan dari kemenangan Jojo, maka partai keeempat dan kelima yang seharusnya dimainin oleh Kevin Sanjaya Sukamuljo/Daniel Marthin, dan tunggal ketiga Shehar Hiren Rhustavito udah gak perlu dimainkan lagi. Sayangnya ni gengs, bendera merah putih gak bisa berkibar di Thomas Cup, despite kemenangan yang udah pasti dipegang oleh Indonesia.

Huhhh why? 🙁
Hal ini karena Indonesia lagi dapet sanksi dari World Anti-Doping Agency (WADA) alias Badan Antidoping Dunia karena ketidakpatuhan. Jadi dalam suratnya pada 15 September 2021, WADA mengirim surat resmi kepada Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI) yang isinya bahwa kita bersama tujuh negara lain enggak mengirimkan sampel uji doping selama masa pandemi, yakni pada 2020 dan 2021, seperti aturan yang telah ditetapkan dalam test doping plan (TDP). Terus, WADA ngasih tenggat waktu selama 21 hari untuk Indonesia dkk untuk klarifikasi, tapi yha gaada jawaban. Akibatnya, Indonesia mendapat tiga sanksi dari WADA, yaitu nggak boleh mengibarkan bendera merah putih di berbagai ajang olah raga selain Olimpiade, enggak gak boleh jadi tuan rumah kejuaraan regional dan dunia selama penangguhan, dan dilarang jadi anggota dewan di komite.

So sad… Ada respon gak dari Indonesia?
Ada gengs. Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali udah berupaya ngirimin surat konfirmasi terkait sanksi tersebut dan WADA juga katanya udah ngasih respons. Terus, Ketua bidang Hubungan Luar Negeri PBSI Bambang Roedyanto bilang ini emang menyedihkan tapi yha mau gimana lagi gitu, tinggal nunggu hasil dari tindakan Kemenpora aja gengs. Selain itu, LADI dan Menpora juga menyampaikan permintaan maafnya ke kita-kita atas insiden yang terjadi. Selain itu, Pak Amali juga udah membentuk satgas untuk melakukan investigasi supaya sanksi terhadap Indonesia ini buru-buru dicabut.
 
I heard that’s not the only thing about Amali…
Oh iya, Pak Menpora asal Partai Golkar ini emang lagi jadi sorotan guys, selain karena soal LADI tadi, doi juga dalam wawancara di Metro TV soal kemenangan tim Indonesia bilang gini: “Ada tunggal putra kita yang baru Fajar-Rian. Sebelum-sebelumnya kan publik tidak begitu kenal dengan mereka, kali ini mereka tampil dan bahkan menang dua set langsung. Itu satu hal yang menggembirakan.” Coba, temukan di mana kejanggalannya? Tick… tock… seratus buat kamu yang jawab bahwa Fajar-Rian adalah GANDA PUTRA, dan mereka udah malang melintang menorehkan prestasi buat Indonesia. Mereka juga saat ini ada di ranking tujuh dunia, jadi yang belum kenal kita semua atau Pak Amali aja ni…
 
OMG…
Yep, buntut dari berbagai insiden ini, warganet kemudian menyerukan Menpora untuk mundur. Seruan ini juga datang dari pengamat olahraga Akmal Marhali yang bilang bahwa yhaa bentuk tanggung jawab moral dari sanksi WADA tadi adalah Menpora dan para pengurus LADI untuk mundur.

Who’s finally going “greener”?

Definitely not my bank account, gajian masih lama 😥
 
Yep bukan, tapi pemerintah Indonesia.
Jadi, tanggal 16 Oktober 2021 kemaren ni udah resmi kalo tarif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) bagi kendaraan bermotor berubah ketentuannya. Sekarang, bakal ada variabel baru dalam menghitung jumlah pajak PPnBM yang bakal kamu bayar, yaitu berdasarkan tingkat efisiensi dan kadar emisi suatu kendaraan bermotor.
 
What does that mean?
Artinya, semakin gak efisien dan semakin tinggi kadar emisi yang dihasilkan sama suatu kendaraan bermotor, maka semakin tinggi juga tarif pajaknya guys. Tarif baru itu dijelaskan di Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 141/PMK.010/2021 tentang Penetapan Jenis Kendaraan Bermotor yang Dikenai Pajak Penjualan atas Barang Mewah dan Tata Cara Pengenaan, Pemberian dan Penatausahaan Pembebasan, dan Pengembalian Pajak Penjualan atas Barang Mewah yang di-ttd Menkeu Ibu Sri Mulyani.
 
Got it. Kenapa diubah aturannya?
Intinya sih buat ngurangin emisi gas buang yang berasal dari kendaraan bermotor guys. Selain itu, diharapkan dengan adanya perubahan ini bisa mendorong penggunaan kendaraan bermotor yang hemat energi dan ramah lingkungan. Makanya dibikinlah penyesuaian ini dalam penghitungan PPnBM. Apalagi mengingat krisis iklim lagi jadi perhatian di mana-mana, karena itulah kebijakan baru ini penting banget.
 
I see. Terus gimana tu itung-itungannya sekarang?
Dalam aturan baru ini, Kemenkeu menetapkan tarif PPnBM yang menyesuaikan sama tingkat efisiensi dan kadar emisi berdasarkan beberapa kategori. Pertama, untuk kendaraan bermotor angkutan 10 orang termasuk pengemudi dengan kapasitas isi silinder sampai dengan 3.000 cc. Tarifnya, mulai dari 15, 20, 25, hingga 40 persen. Sementara untuk kendaraan dengan kapasitas lebih dari 3.000-4.000 cc dikenakan PPnBM mulai dari 40 persen, 50 persen, 60 persen, hingga 70 persen. Pemerintah juga mengenakan tarif PPnBM untuk kendaraan bermotor listrik sebesar 15 persen.
 

Go on…
Kedua, untuk kendaraan bermotor angkutan orang untuk pengangkutan 10-15 orang termasuk pengemudi dengan kapasitas sampai dengan 3.000 cc, kena tarif PPnBM 15 dan 20 persen. Untuk yang kapasitas lebih dari 3.000-4.000 cc dikenakan tarif 25 dan 30 persen. Sedangkan untuk kendaraan listrik kena tarif 15 persen. Ketiga, untuk kendaraan bermotor dengan kabin ganda dengan kapasitas 3.000 cc dipasang tarif 10, 12, hingga 15 persen. Untuk yang lebih dari 3.000-4.000 cc, tarifnya 20, 25, dan 30 persen. Sedangkan untuk kendaraan listriknya kena 10 persen.

 
Terus?
Keempat, kendaraan bermotor yang tergolong mewah dikenakan tarif 15 persen dengan dasar pengenaan pajak (DPP) sebesar 20 persen dari harga jual untuk kendaraan bermotor roda 4 dengan tingkat efisiensi penggunaan BBM 20 km per liter, emisi 120 gram per km, dan kapasitas sampai dengan 1.200 cc. Formula tarif yang sama juga berlaku untuk kendaraan dengan tingkat efisiensi konsumsi BBM 21,8 km per liter, emisi 120 gram per km, dan kapasitas isi silinder sampai dengan 1.500 cc.

Alright. Anyone saying anything?
Well, ada beberapa pihak yang menyayangkan emisi karbon jadinya masuk ke barang kena pajak, padahal tadinya mau dimasukin ke cukai gengs. Kayak Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi yang bilang kalo penetapan emisi karbon sebagai barang kena pajak kurang sesuai dengan tujuan pemerintah yang mau mengendalikan konsumsi karbon masyarakat. Terus kalo kata pengamat pajak dari Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Fajry Akbar, obyek dari pajak karbon memiliki karakteristik sebagai obyek cukai.
 
Hmmm. Anything else I should know about this?
Dengan berlakunya kebijakan ini, produsen mobil baru dalam negeri lagi getol ngejalanin tes ulang ni gengs terkait konsumsi karbon dan emisi yang dihasilkan oleh mobil hasil produksinya sejak beberapa minggu terakhir. Salah satunya adalah Honda Prospect Motor (HPM) yang lagi melakukan tes buat bisa nentuin harga baru setelah aturan pajak yang juga baru.

When you looooove listening to Adele’s new song on repeat…

So does literally everybody.
Iya ni guysclap-clap to Mbak Adele dan single barunya “Easy on Me” yang baru aja jadi lagu yang paling banyak didengerin di Spotify dalam 24 jam, pada saat lagunya pertama kali dirilis di Jumat 15 Oktober lalu. Enggak cuma di Spotify guys, Amazon Music pada hari Sabtu wiken kemaren mengumumkan bahwa single galau tersebut jadi lagu yang paling banyak di-request sepanjang sejarah Amazon music. FYI, single ini adalah satu satu lagu dalam album Adele yang ditunggu-tunggu banget sama penggemarnya, yakni “30”, yang bakal rilis pada 19 November nanti. Nah guys, meskipun Spotify enggak secara eksplisit menyebut berapa kali lagunya diputar, namun yang pasti single-nya Adele ini berhasil menggeser lagu “Butter” dari boyband K-Pop BTS dari posisi pertama. Adapun lagu Butter ini di-stream sebanyak 20.9 juta kali saat pertama kali dirilis pada 23 Mei lalu.
 
In case you’re wondering, jadi lagu “Easy on Me ini lagu galau yang ditulis Mbak Adele terkait perceraian dari mantan suaminya, Simon Konecki. Adele pernah bilang, masa-masa perceraian itu adalah waktu yang paling membuatnya terguncang, dan albumnya juga dipersembahkan buat anak semata wayangnya sama Konecki, Angelo, yang juga ikut menjalani proses perceraian ini. Hiks…

“Yang kita rasakan selama ini banyak jukir ninja. Datang tak terlihat, pulang tampak.”

Setuju deh, sama Bobby Nasution, Wali Kota Medan yang baru aja meresmikan program e-Parking di Jalan Zainul Arifin Medan, kemarin. Kata Bobby, yha emang banyak juru parkir yang cuma muncul pas kita mau cabs aja, sehingga hal itu kerap memunculkan perselisihan antara juru parkir dan pemilik kendaraan, karena dinilai cuma mau uangnya aja. Untuk itu, dengan adanya sistem e-Parking digital ini, Bobby berharap supaya keluhan dari masyarakat atas pelayanan parkir ninja ini enggak terjadi lagi.
 
*Looking at you, jukir-jukir di Alf*mart and Ind*mart…*

Announcement


Thanks to Tyas & Seseorang for buying us coffee today!

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!

Ajak-ajak yuk!

Yep, kamu bakal langsung dapet merchandise eksklusif dari Catch Me Up! kalo kamu ngajak teman-teman kamu berlangganan! Caranya gampang banget, kamu tinggal klik link di bawah ini dan mulai deh, sebar-sebar referral code kamu ke teman, sodara, gebetan, rekan kantor, pokoknya siapa aja boleee….

Atau, kamu juga bisa langsung nge-klik share button di bawah ini! Kumpulin terus referral kamu untuk dapetin merchandise-nya ya! Gratis!


Catch Me Up! recommendations

You’re a tree hugger and care sooo much about mother nature? Join this competition. Tell ‘em all the small things (or big!) you’ve done and things you’ll continue doing in the future to care for the environment! Get a chance to win $$$ with the total of Rp.7.500.000. Go go go!

Angel’s Stories

1. Jadi aku itu baru aja dapet offering lagi setelah tiga bulan nganggur. Selama itu temen-temenku yang masih kerja sering kirim info loker dan sering jadi tempat keluh kesahku, dan baru ini aku keterima lagi.  Aku langsung bilang ke temenku itu dan respon mereka beneran yang seneng banget liat aku keterima. Aku jadi makin nangis ternyata aku masih upnya teman untuk jadi tempat cerita apa pun itu. Untuk Kendall dan Michvrl, aku doain hal-hal baik dateng, dan untuk kalian semua yang baca ini juga segera dipertemukan hal baik. Have a nice day, gais. Percaya ya semua ada waktunya. Tuhan maha baik sekali.
-Cake-
 
2. Sebenernya ini cerita udah lamaaa banget, sekitar 3 tahun lalu, tapi masih ngebuat aku bersyukur aja gitu kalau inget. A little tmi, aku anaknya emang mentally unstable dari masih kecil. Alasannya? Yep, orang tua. Dan gimana yaaa, dari situ aku gabisa dong percaya orang tua aku buat aku ceritain gimana susahnya sekolah, padahal waktu itu aku lagi ngalamin yang namanya verbal bullying yang cukup exhausting ya denger omongan kayak gitu tiap hari. Untungnya there is this one person yang selalu mau aku jadiin tempat curhat and yes, there is some sentence that keep me going, salah satunya, “Pasti capek? semangat, jangan lupa istirahat.” As simple as that, but that keeps me going. With that I believe every simple positive word could make others feel their words. Btw, sayangnya aku sama this one person udah gak kontakan lagi :’)) but still!! his words mean a lot to me back then and I can’t be more thankful :D.
-N-
 
(We believe that angels, just like superheroes and cats, come in different costumes, but they’re here for the same reasons: to make our days brighter, our smiles wider, and our feelings happier. So during these uncertain times, we’ve decided to replace the love letter with stories about kindness, because now more than ever, our community needs that. Shoot us your kindness stories here (can be something you see or experience firsthand (or no), basically, anything!) and we will feature it here. You can also check our previous angel stories on our angel’s Instagram. Go go go!)