Petisi Menindak Tegas Aparat Satpol PP yang Menyiksa Canon

39

When you’ve been hearing about Canon…

The detective?

Itu Conan kak. Ini Canon the dog.
Yep, berita super heartbreaking datang dari seekor anjing di Kabupaten Aceh Singkil yang bernama Canon. Anjing tersebut merupakan peliharaan salah satu pemilik resort di tempat wisata Pulau Panjang, Desa Pulau Baguk, Kecamatan Pulau Banyak, Kabupaten Aceh Singkil, Aceh. Nah beberapa hari yang lalu, sebuah video viral di internet memperlihatkan sejumlah anggota Satpol PP mengelilingi Canon dan salah satu dari mereka mengarahkan kayu dengan ujung bercabang ke arah Canon. Canon keliatan terganggu sama hal tersebut dan beberapa kali menggonggong karena ini. Terus gak lama Canon dibawa dengan menggunakan keranjang sayur yang tertutup rapat, dan gak lama kemudian Canon mati. 🙁
 
WHAT??? Kenapa Canon ditangkep??
Akhirnya menyusul viralnya video tersebut, Kepala Satpol PP dan Wilayatul Hisbah Kabupaten Aceh Singkil Ahmad Yani bilang kalo pihaknya membawa dua ekor anjing (salah satunya Canon) atas permintaan lembaga adat serta pihak Kecamatan Pulau Banyak. Kata Ahmad, sejak tahun 2019 emang udah ada larangan memelihara anjing yang dikeluarkan oleh Camat Pulau Banyak. Hal ini menyusul pelaksanaan Wisata Halal di Aceh.
 
Terus?? Masa ditangkepnya gitu banget?
Naah kalo soal ini, Ahmad juga bilang kalo anak buahnya gak ada yang menganiaya Canon dengan cara apa pun. Menurutnya, Canon mati karena stres saat akan direlokasi. Terus, kayu yang dibawa petugasnya itu katanya bukan buat mukulin Canon, tapi buat melindungi diri dan melepaskan rantai Canon yang waktu itu lagi terpasang.
 
Bentar bentar, pemiliknya emang ke mana? Ngambilnya gak pake ngomong dulu gitu?
Waktu itu pemiliknya lagi pergi gengs, eh terus balik-balik Canon udah gak ada dan dikabarin kalo dibawa sama Satpol PP Aceh Singkil. Pas pemiliknya berangkat ke sana buat ngambil Canon, eh Canon udah mati 🙁 Sebelumnya, diketahui kalo Satpol PP dan Camat Pulau Banyak udah melakukan negosiasi minggu lalu sama pemilik Canon, tapi diskusi berjalan dengan alot. Akhirnya keesokan harinya Selasa 19 Oktober 2021, Canon dibawa secara paksa.
 

Hhhhh. Anyone saying anything?

Yep, Ahmad sebagai Kepala Satpol PP kemudian membantah tuduhan penyiksaan terhadap Canon yang viral di medsos tersebut. Ia membantah kalo spekulasi netijen soal Canon dipukulin dan dilumpuhkan buat dibawa pake keranjang sayur itu enggak bener. Ahmad juga bilang kalo mereka dibikin repot sama si pemilik yang nyebarin cerita Canon di medsos dan bikin spekulasi yang enggak-enggak dari netijen sampe viral.
 
???
Terus, ada Dinas Pariwisata Aceh Singkil yang curiga nih soal kasus ini dan bilang kalo kasus ini adalah framing buat ngejelek-jelekin Aceh Singkil. Kadisparpora Aceh Singkil Edi Hartono bilang kalo hal ini sebenernya masalah kecil, tapi digede-gedein dan diviralin supaya bikin kesan kalo masyarakat Aceh Singkil gak terbuka. Kata Edi padahal kenyataannya gak gitu.
 
OK…
Lanjut, kalo menurut Camat Pulau Banyak, namanya Mukhlis, sebenernya pemilik Canon udah kerap ditegur sejak 2019. Bukan karena pelaksanaan Wisata Halal di Aceh Singkil gengs, tapi juga katanya Canon ni sering banget gangguin orang-orang disekitar. Mulai dari ngegonggongin, ngejar-ngejar orang sampe hapenya jatoh, dan katanya ada yang sampe digigit dan harus dilarikan ke rumah sakit.
 
Hu 🙁 Anything else?
Netijen dan para pecinta hewan kemudian bergerak dengan bikin petisi menanggapi viralnya video Canon. Sejauh kemaren malem, udah lebih dari 83 ribu orang yang menandatangani petisi buat menindak tegas aparat Satpol PP yang menyiksa Canon. Petisi yang dibuat oleh Roger Paulus Silalahi ini minta buat “Terapkan KUHP Pasal 302 dan semua pasal terkait penyiksaan hewan peliharaan. Kepala Satpol PP Aceh Singkil, Bapak Ahmad Yani, harus bertanggungjawab atas insiden ini”.