Pertumbuhan Perkonomian Dunia Tidak Setinggi Prediksi

7

Who’s not going into full recovery after the pandemic?

The global economy according to IMF.
Yoi gengs, not so good news for our wallet nih, karena menurut lembaga keuangan internasional yaitu International Monetary Fund (IMF), secara global ni pertumbuhan perkonomian dunia gak setinggi prediksi sebelumnya di bulan Juli kemaren.
 
Kayak gimana tu prediksinya?
Well, Hari Selasa tanggal 12 Oktober 2021 kemaren, IMF memprediksi pertumbuhan perekonomian global setelah resesi akibat pandemi bakal ada di angka 5,9%, padahal bulan Juli kemaren prediksinya di angka 6%. Hal ini menunjukkan kalo ekonomi global belum pulih sepenuhnya dari pandemi covid-19.
 
Kok bisa?
IMF menyebutkan bahwa ada beberapa alasan kenapa prediksi mereka turun 0,1% aja. Di antaranya adalah penyebaran varian delta yang menyebabkan ketidakpastian dalam economic climate di berbagai negara, dan bikin pengambilan kebijakan jadi makin rumit. Terus juga ada faktor-faktor lain kayak lapangan kerja yang berkurang, inflasi yang meningkat, kelangkaan makanan, hingga perubahan iklim. Nah, faktor-faktor inilah yang diprediksi IMF bakal melemahkan perkembangan ekonomi di berbagai negara.
 
Turunnya tapi kan 0,1% doang… emang signifikan ya? 
Banget guys. Penurunan ini mempertimbangkan masih banyaknya ketimpangan vaksinasi nasional di berbagai negara berkembang dibanding negara-negara maju. Gak cuma itu, gangguan di supply chain yang masih konsisten juga ngaruh banget ke penurunan prediksi ini. Tapi, yang paling berasa penurunannya adalah…
 
Amerika Serikat.
Karena mereka diprediksi bakal mengalami penurunan ekonomi yang paling besar dibanding negara-negara anggota G7 lainnya, yakni mencapai 1%. Yep, jadi turunnya dari 7% ke 6% di tahun ini. Terus, IMF juga memprediksi bahwa penurunan bakal terus terjadi hingga tahun depan, di mana pertumbuhannya bahkan bakal lebih rendah dari tahun ini, baik untuk AS maupun global.
 
Kenapa gitu?
Kata laporan IMF, pengeluaran konsumen tahun depan diprediksi bakal semakin melemah. Gak cuma itu, program-program bantuan dari pemerintah AS buat masyarakatnya yang terdampak pandemi secara ekonomi juga diprediksi bakal menurun, jadinya berdampak ke daya beli masyarakat yang diprediksi bakal turun juga. Secara global sendiri, angka 5,9% ini cuma bakal bertahan sampe tahun ini. Kalo untuk tahun depan sih, prediksinya bakal ada penurunan ke angka 4,9%.
 
Whoah…
IMF juga menyebut bahwa salah satu faktor utama penurunan ekonomi ini adalah adanya gangguan di supply chain ni guys. IMF bilang di laporannya bahwa meskipun sekarang perekonomian global lagi mulai bounce back dengan meningkatnya demand produksi, tapi yhaaa hal ini gak dibarengin sama supply alat dan bahan produksinya. Jadinya gak tercipta tuh recovery perekonomian yang diharapkan. Yang ada malah enggak terpenuhi produksi paska pandemi ini.
 
I see. Anything else?
IMF memprediksi bahwa enggak cuma AS yang laju perekonomiannya menurun. Negara-negara maju lainnya kayak China, Jepang, dan Jerman juga kena ni gengs. Di Jerman sendiri, kekurangan material buat perusahaan manufaktur di dalam negeri semakin berpengaruh ke produksi di sana dan berujung ke melemahnya pertumbuhan ekonomi paska covid. Kalo di Jepang, masalahnya lebih ke penerapan kebijakan covid di bulan Juli sampe September kemaren yang bikin pertumbuhan ekonomi di sana terhambat. Sedangkan kalo di China, lebih ke karena gedenya utang-utang perusahaan di sana yang jatuh tempo tapi belum dibayar, kayak krisis Evergrande itu loh guys.