Penyebab Facebook, Instagram dan WhatsApp Down, Kekerasan Seksual Pastor di Prancis Terhadap Anak di Bawah Umur, PLTU Batu Bara Bukan Lagi Jadi Pilihan Pemerintah, Hidup Sehat Hindari Dementia di Hari Tua

25

Hello

Rise and shine! It’s Wednesday, and it means… podcast time! So, all you need to hear, is here. Oh and hey, if you like us, and thinking that your friends will like us too, don’t forget to use your referral to get ’em on board and subscribed. U know, it’s that little share button close to the end of this email and… it helps us grow. So, please share, and thank you❤


Who’s having a tough week?

FACEBOOK.
Yep, kalo kamu pikir minggu ini hidupmu berat banget, coba liat Facebook dulu guys. Setelah di-spill sama mantan karyawannya sendiri yang bilang bahwa Facebook lebih peduli sama keuntungan daripada keselamatan penggunanya, kemarin, Facebook dan berbagai platform miliknya juga nge-down sampe hampir enam jam.
 
And it’s only Wednesday.
Rite. Now, where do we start? 
 
Soal spill-spill-an dulu dong. 
OK. So everybody, meet: Frances Haugen, seorang mantan karyawan Facebook yang pernah bekerja sebagai product manager di FB. Doi join Facebook di tahun 2019, setelah sebelumnya doi juga kerja di beberapa tech company gede kayak Google, Pinterest, dan Yelp. Haugen ini  emang spesiasliasinya di algorithm product management, dan dengan pengalaman yang dimilikinya, doi ngerasa bisa ngebandingin tantangan dari pengembangan algoritma pengguna. Menurutnya, so far, yang paling parah banget emang Facebook ni kalo menurut Haugen.
 
Go on…
Dalam acara CBS bertajuk “60 minutes”, Haugen kemudian bilang bahwa selama kerja di Facebook, doi ngeliat bagaimana conflict of interest terjadi, antara apa yang bagus buat masyarakat, dan apa yang bagus buat Facebook. Namun menurutnya, Facebook selalu memilih kepentingannya sendiri, yaitu untuk make more money. Haugen bilang Facebook jadi perusahaan senilai US $1 triliun dengan cara mendapat keuntungan dari mempertaruhkan keselamatan masyarakat, termasuk keselamatan anak-anak. Karena itulah Haugen bilang, hal ini nggak bisa diterima.
 
Keselamatan gimana sih maksudnya?
Contohnya tentang gimana Facebook membiarkan banyaknya misinformasi tersebar di platform-platformnya. Terus inget enggak guys, kejadian Capitol Riot yang terjadi enggak lama setelah Pilpres AS di awal tahun ini? Kalo inget, OK. Kalo enggak, nih catch up! dulu di sini nih. Anyway, menurut Haugen, serangan ke gedung kongres itu bisa terjadi yha partly karena ada peran Facebook juga.
 
How come?
Hal ini karena pas pemilu AS itu, Facebook punya tim yang bertugas untuk mengelola dan mensortir konten-konten misinformasi, namanya civic integrity team. Nah terus setelah pemilu, timnya dibubarkan, dan Haugen bilang hal inilah yang memungkinkan para perusuh bisa meng-organize gerakannya itu via platform Facebook. Terus Haugen juga ngebahas soal hasil riset internal Facebook terkait efek dari Instagram terhadap mental health para penggunanya. Haugen bilang, pas tau bahwa platformnya toxic, FB justru memutuskan untuk enggak mem-publish hasil penemuannya.
 
OMG… Kok bisa sih dia ngebocorin ini semua?
Well, jadi Haugen emang sosok di balik berbagai dokumen internal Facebook yang bocor ke publik dalam beberapa minggu terakhir ini (Inget soal penelitian internal terkait IG tadi? If you need some refresher, check it out here). Nah ternyata, doi yang emang sengaja ngebocorin. Jadi sebelum resign, Haugen meng-copy berbagai internal memo dan email terkait perusahaan sosmed tersebut. Selain soal mental health dan capitol riot, Haugen juga menemukan bahwa FB punya perlakukan yang berbeda terhadap artis, politisi, dan para penggunanya yang high-profile. 
 
So what now?
Well, tadi malem banget nih, waktu setempat, Haugen memberikan testimoni di hadapan senat AS terkait Facebook dengan tema “Protecting kids online”. Dalam keterangannya sebelum testimoni, Haugen bilang bahwa doi membuka informasi ini karena dia percaya, yang dilakukannya adalah untuk kebaikan bersama. Menurut Haugen, pas perusahaan rokok menyembunyikan efek negatifnya terhadap kesehatan, pemerintah mengambil tindakan. Gitu juga ketika diketahui bahwa mobil bakal lebih aman kalo punya seatbelt, pemerintah juga bertindak, jadi plz banget lakukan hal yang sama terhadap isu ini. Gitu katanya.
 
Whoaaa, is this why they went down?
Nah sekarang soal error-nya ya. Jadi nih, kamu tentunya kaget pas menyadari bahwa Senin malem kemarin, kamu enggak bisa bales chat gebetan di WhatsApp dan DM Instagram. Hal ini karena Facebook dan produk lainnya kayak Instagram dan WhatsApp mengalami down selama hampir enam jam. FYI, kejadian ini juga merupakan salah satu kejadian error terbesar dan terlama yang pernah dialami FB.
 
Iya, kok bisa sih?
 Facebook bilang, penyebab gangguan atau down besar-besaran kemaren adalah akibat dari perubahan konfigurasi pada router backbone yang ngatur lalu lintas jaringan antara pusat data. Gangguan pada lalu lintas jaringan ini punya efek berjenjang pada cara pusat data Facebook berkomunikasi, sehingga menghentikan layanan mereka. Jadi sama sekali ga disangkutpautin tu yang masalah Haugen itu. Terus, Facebook juga udah memastikan bahwa enggak ada bukti bahwa data milik pengguna dipertaruhkan ketika error-nya terjadi.
 
Tough week indeed. Anything else?
FYI, akibat dari nge-down ini guys, Mark Zuckerberg disebut kehilangan US$7 miliar atau setara Rp99,8 triliun. Hal ini juga menyebabkan posisinya dalam daftar orang terkaya di dunia turun peringkat. Perusahaan pengukuran iklan Standard Media Index memperkirakan Facebook kehilangan sekitar US$545 ribu atau setara Rp7,7 miliar per jam selama gangguan itu terjadi. Saham Facebook pun anjlok sekitar 5 persen. Saat ini Mark Zuckerberg turun posisi keenam dengan harta kekayaan sejumlah US$ 120,9 miliar. Padahal, sebelumnya doi ada di posisi kelima.

Let’s catch you up on: Laporan kekerasan seksual gereja Katolik di Prancis.

Yep, Prancis lagi heboh ni gengs.
Karena kemaren banget, Independent Commission on Sexual Abuse in the Church (CIASE) baru aja ngerilis laporan soal kekerasan seksual yang diduga dilakukan oleh pastor Gereja Katolik di Prancis terhadap anak-anak di bawah umur. Hasilnya sangat memprihatinkan, di mana ditemukan at least 216ribu anak menjadi korban kekerasan seksual oleh pastor Gereja Katolik di Prancis selama tujuh dekade terakhir.
 
Oh no… 🙁
Laporan ini juga mengungkapkan bahwa Gereja biasanya justru mendesak para korban untuk stay silent demi menjaga nama baik lembaganya. Disebutkan juga bahwa kekerasan seksual oleh orang-orang di gereja ini menjadi yang tertinggi ketiga di Prancis, setelah yang dilakukan oleh keluarga dan teman.
 
Terus pelakunya siapa?
Nah, laporannya kemudian menyebutkan bahwa dari total 115.000 orang pendeta dan pemuka agama di gereja-geraja Prancis, ada sekitar 2.900 sampe 3.200 pelaku yang melakukan tindak kekerasan seksual ini. Adapun rentang waktunya tercatat sejak 1950 sampe 2020. Oh iya guys, terus total korban yang ada 216ribuan orang tadi juga diperkirakan naik sampe 330 ribu kalo korban yang gak ada di dalam gereja juga diitung ni. Contohnya kayak mereka yang ada di sekolah Katolik, program pemuda, dan lain-lain.
 
Awalnya gimana kok bisa ketauan?
Melalui proses investigasi yang panjang gengs. Jadi tim investigator mengumpulkan testimoni langsung dari sekitar 6.500 orang, yang mengarah pada identifikasi terhadap sekitar 2.700 korban. Menurut Presiden CIASE Jean-Marc Sauvé, timnya kemudian berhasil menemukan sekitar 4.800 korban lagi setelah melakukan pencarian di arsip Gereja dan pemberitaan.
 
🙁
Sauvé juga bilang bahwa kekerasan seksual ini udah sistematis banget, dan enggak cuma terjadi pada beberapa orang aja, namun banyaak korbannya. Sampe-sampe, angka kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur di gereja ini mencapai hampir 4% dari total kekerasan seksual yang terjadi di Prancis. Terus, Sauvé juga bilang kalo kebanyakan dari kekerasan seksual ini terjadi antara tahun 1950 sampe 1968, namun yha teteup, kejadiannya enggak berhenti sampe sekarang ini. Makanya, laporan ini masih dianggap relevan.
 
I see… anyone says anything?
Ada Kepala Kelompok Perlindungan Korban La Parole Libérée François Devaux yang bilang kalo para perwakilan Gereja katolik ini merupakan “disgrace to humanity“. Devaux juga menekankan supaya Gereja katolik Prancis harus bertanggungjawab kepada para korban kekerasan seksual ini. Perbuatan Gereja yang nge-cover up para pelaku malah jadi bentuk penghianatan terhadap anak-anak yang harusnya dilindungi oleh Gereja.
 
Dari pihak gerejanya sendiri ada respon?
Ada Uskup Agung Eric de Moulins-Beaufort yang merupakan ketua France’s Conference of Bishops yang bilang kalo hasil dari laporan ini sangat di luar dugaan Gereja. Beliau juga menyatakan bahwa pihak Gereja sangat meminta maaf kepada para korban.
 
Anything else?
FYI guys, laporan ini merupakan hasil dari investigasi yang dijalankan sejak tahun 2018 oleh kelompok keuskupan Gereja Katolik Prancis. Akan tetapi, mereka yang melakukan investigasi ini gak dibayar dan bertindak secara independen dari Gereja Katolik Prancis. Mereka dikasih ijin buat mengakses dokumen-dokumen lama yang terkait dengan penelitian ini. Mostly dari dokumen yang dibutuhkan emang concealed oleh Gereja, dan akhirnya dibuka untuk membongkar kejadian ini.

What’s not an option anymore?

PLTU Batu Bara.
Yoi guys, baru aja nih, pemerintah yang diwakili sama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif bilang kalo proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbahan bakar batu bara udah bukan lagi jadi pilihan pemerintah.
 
Kenapa tu?
Karena alasan lingkungan donk. Kata Pak Arifin, pemerintah bakal beralih dari bahan bakar fosil ke energi baru terbarukan karena lebih ramah lingkungan, lebih bersih dan emisinya lebih sedikit. Menurut keterangannya kemarin dalam webinar RUPTL PLN 2021-2030, diharapkan kebijakan ini bisa memberikan ruang untuk energi terbarukan supaya bisa lebih diadaptasi di Indonesia.
 
Cool! Langsung full implementation tuh?
Gak langsung juga sih, tapi rencananya adalah selama 10 tahun ke depan ni energi fossil cuma bakal nyumbang sekitar 48,4% kebutuhan energi Indonesia. Sisanya yang 51,6% bakal disumbang oleh renewable energy. Terus, Pak Arifin juga bilang emang PLTU batu bara udah bukan opsi lagi, kecuali buat yang saat ini udah committed maupun dalam tahap konstruksi.
 
I see…
Selain itu, alasan lain dari pemberhentian pembangunan PLTU batu bara juga dikarenakan pembangunan pembangkit lain yang kini lebih murah. Yhaa contohnya aja Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang harganya semakin murah dan masa pembangunannya lebih cepat.
 
Ada hubungannya sama Climate Summit bulan ini ya?
Yoi. Kebijakan ini dinilai udah searah sama Paris Climate Agreement soal penurunan emisi gas rumah kaca yang sesuai dengan National Determined Contribution (NDC) pada 2030 sebesar 29 persen dengan kemampuan sendiri, dan 41 persen dengan dukungan internasional. Jadi emang pas deh momentumnya sama pertemuan pemimpin-pemimpin negara bulan ini yang bakal bahas kontribusi negara masing-masing dalam rangka penanganan isu krisis iklim global ini.
 
Cool. Anything else?
Mengenai krisis energi di daratan Eropa dan China ni gengs, Direktur Perencanaan Korporat PLN Evy Haryadi bilang kalo hal ini juga jadi salah satu pertimbangan kenapa penggunaan PLTU gak langsung diberhentikan 100%. Karena dengan tingginya harga listrik dan bahan bakar di sana, alternatif batu bara kembali digunakan. Belajar dari hal tersebut, makanya ni supply batu bara tetep di-maintain sama pemerintah.

When you loooove fried food and being a couch potato…

Be careful of dementia.
 
Yep, kamu pasti tahu guys, bahwa makan makanan berlemak, kurang gerak, ngerokok, stres, dan gaya hidup kurang sehat lainnya bisa menyebabkan tekanan darah tinggi. Nah ternyata, kita harus extra hati-hati nih, karena hasil riset terbaru yang di-publish sama jurnal milik American Heart Association, Hypertension menemukan bahwa tekanan darah tinggi pada remaja dewasa memiliki hubungan sama ukuran otak yang lebih kecil, dan hal ini meningkatkan resiko para young adults tadi menderita dementia di masa tuanya.
 
Lebih jauh dijelaskan bahwa penelitiannya menemukan kalo orang-orang berumur 35-44 tahun yang mengidap darah tinggi memiliki ukuran otak yang lebih kecil ketimbang orang-orang di usia yang sama dengan tekanan darah normal. Nah, ukuran otak yang lebih kecil ini bisa meningkatkan resiko dementia di masa tua. Karenanya, anak muda yang punya darah tinggi punya resiko kena dementia lebih besar dibanding yang tekanan darahnya normal.
 
Para peneliti berharap, hasil penelitian ini bisa mendorong masyarakat untuk menjaga kesehatan otaknya dengan mencegah terkena darah tinggi di usia muda. Tentunya, supaya kita enggak kena dementia pas udah tua gengs. Caranya gampang aja kok, yaitu dengan olahraga cukup, makan makanan sehat, mengurangi minuman beralkohol, memastikan gula darahmu normal, dan mengontrol konsumsi garam.
Yuk bisa yukkk…

“Bahwa jodoh tidak jodoh tidak sesederhana penglihatan sekarang,”

Gitu guys kata Gubernur Jawa Barat Kang Ridwan Kamil pas ditanya soal kansnya maju sebagai calon presiden di tahun 2024 mendatang dengan diusung oleh Partai Amanat Nasional (PAN). FYI, Kang Emil jawab begini saat doi menghadiri acara Workshop Nasional DPP PAN di Nusa Dua, Bali, kemarin. Kang Emil juga bilang bahwa siapa pun yang mendukung enggak boleh ditolak, tapi yhaa kejauhan kalo disimpulkan sekarang.
 
Agree, Kang Emil. Agree.

Announcement


Thanks to Seseorang for buying us coffee today!

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Ajak-ajak yuk!

Yep, kamu bakal langsung dapet merchandise eksklusif dari Catch Me Up! kalo kamu ngajak teman-teman kamu berlangganan! Caranya gampang banget, kamu tinggal klik link di bawah ini dan mulai deh, sebar-sebar referral code kamu ke teman, sodara, gebetan, rekan kantor, pokoknya siapa aja boleee….

Atau, kamu juga bisa langsung nge-klik share button di bawah ini! Kumpulin terus referral kamu untuk dapetin merchandise-nya ya! Gratis!


Catch Me Up! recommendations

Want to kick off your day with a healthy breakfast? Look no further.

Angel’s Stories

1. Aku berangkat kerja seperti biasa menggunakan motor. Kantorku sendiri berada di Kota Malang dengan jarak tempuh 9,6km. Di perjalanan aku memang berniat untuk berhenti di pom bensin terdekat, namun bensin motor habis sebelum sampai . Untungnya aku berhenti tak jauh dari penjual bensin eceran. si Penjual bensin tersebut ibu-ibu yang sudah cukup tua. Aku hanya beli satu botol saja seharga 10ribu. ketika aku bayar, Ibu tadi sangat berterima kasih dan bersyukur. Well, di sepanjang jalan hal tersebut membekas di pikiran. Thanks to ibu tadi yang udah menjadi pengingat untuk selalu bersyukur walaupun yang diterima tidak seberapa, bagaimana mau mensyukuri nikmat yang besar kalo kita sendiri ga bisa mensyukuri nikmat yang sudah diterima.
-Anonymous-
 
2. Kemarin aku lagi mau beli kopi di coffee shop langganan. Terus pas mau masuk, aku ngeliat ada bapak-bapak tua yang kayaknya lagi numpang istirahat di depan tokonya. Bapak itu keliatan capek dan kebingungan, dan karena kasian, akhirnya aku beliin dia snack dan kopi. Pas aku kasihin, bapaknya keliatan seneeeeng banget dan enggak berhenti-berhenti ngucapin makasih sampe aku masuk mobil. Abis itu rasanya hariku jadi lebih ringan dan positif.
-Anonymous-
 
(We believe that angels, just like superheroes and cats, come in different costumes, but they’re here for the same reasons: to make our days brighter, our smiles wider, and our feelings happier. So during these uncertain times, we’ve decided to replace the love letter with stories about kindness, because now more than ever, our community needs that. Shoot us your kindness stories here (can be something you see or experience firsthand (or no), basically, anything!) and we will feature it here. You can also check our previous angel stories on our angel’s Instagram. Go go go!)