Penularan Covid-19 di PON Papua

13

What’s getting more and more concerning?

Penularan covid19 di PON Papua.
What should be a fun sport event now has become worrying ni guys. Pasalnya per kemaren siang, Koordinator PPKM Luar Jawa-Bali Airlangga Hartarto bilang bahwa so far diketahui ada 83 orang yang merupakan partisipan di PON Papua yang positif covid-19. Dari jumlah tersebut, 65 orang merupakan atlet sedangkan 18 orang lainnya adalah panitia, pelatih, dan media yang meliput acara ini. Hal ini disampein Pak Airlangga pas konferensi pers evaluasi PPKM hari Senin kemaren.
 
Whoaa tell me more!
OK, jadi beberapa cabang olahraga yang lumayan banyak menyumbang kasus positif di antaranya adalah judo dan sepatu roda, masing-masing sembilan kasus. Terus juga motor cross, kriket, dan panahan masing-masing 7 kasus. Sementara cabor lainnya menyumbang 1 kasus positif.
 
Terus, kok bisa tertular?
Kalo katanya Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, hal ini most likely karena faktor tempat penginapan gengs. Jadi, dari penginapan inilah para atlet dll ini tertular covid karena sekamar bisa diisi empat orang dan makan di saat yang bersamaan. Terus juga diketahui kalo ada tujuh atlet yang kabur dari karantina setelah positif covid. Ketujuh orang ini satunya pulang Tarakan, dua orang ke Jambi, tiga orang ke Sidoarjo, dan satu orang ke Yogyakarta.
 
Wadoh…
Makanya menanggapi hal ini, BGS minta ke satgas penanganan covid-19 di daerah supaya bener-bener mengawasi dan menindak tegas para pelanggar protokol kesehatan. Juru Bicara Satgas Covid Papua Silwanus Sumule juga mengakui kalo misalkan penetapan prokes di pembukaan PON Papua tanggal 2 Oktober 2021 kemaren emang rada longgar ni gengs.
 
Longgar kayak gimana tu?
Iya kayak terlalu rame aja, hingga menyulitkan para hadirin hadirot untuk jaga jarak. Silwanus bilang kalo hal ini mungkin karena euforia masyarakat yang tinggi banget mengingat pagelaran olahraga nasional ini harusnya digelar tahun lalu tapi diundur jadi tahun ini karena yours truly, pandemi covid-19. Tapi yha untungnya, kata Silwanus ni semua kasus covid di sana hanya menunjukkan gejala ringan atau tanpa gejala sama sekali thanks to vaksin.
 
Phew ok…
Balik lagi ni ke Pak Airlangga guys, menurut doi, dengan persentase orang yang tertular dari total partisipan PON Papua yang mencapai 10 ribuan, angka ini masih terbilang kecil persebarannya jadi gak terlalu concerning. FYI, sebelum jumlah 83 kasus di hari Senin kemaren, angkanya ada di 34 kasus per Sabtu tanggal 9 Oktober kemaren ni gengs. Jadi yha teteup lumayan signifikan naiknya.
 
OK. Anyone saying anything?
Yep. Ada Epidemiolog UI Tri Yunis Miko yang dari hari Kamis sebelumnya ngomong kalo gak mungkin PON Papua gak jadi klaster baru penyebaran covid-19. Kata Tri, setiap kerumunan dalam jumlah besar pasti udah bakal jadi klaster di saat kayak gini. Meskipun persebarannya cuma dua atau tiga kasus, itu tetep dinamain klaster. Tapi, jumlah persebarannya ini yang menentukan tingkat bahaya suatu klaster. Miko juga menekankan supaya pemerintah memperhatikan dan mengidentifikasi kasus primer selama penyelenggaraan PON Papua, supaya bisa segera melacak kontak erat dengan hati-hati.
 
I see. Anything else?
WellPON Papua sendiri saat ini udah memasuki pekan kedua penyelenggaraan sejak dibuka secara resmi sama pak Jokowi pada 2 Oktober lalu. Rencananya, pesta olahraga terbesar di Indonesia itu bakal berakhir pada 15 Oktober mendatang. Terus, perolehan medali emas PON Papua juga sejauh ini masih dipimpin sama kontingen dari Jawa Barat dengan 89 emas, selanjutnya Jawa Timur yang meraih 76 emas, dan DKI Jakarta dengan torehan 72 emas.