Myanmar Resmi Dilarang Hadir KTT ASEAN

135

Who’s singing “I forgot that you existed…”?

Taylor Swift. 100% Taylor Swift.
Yep, and also, ASEAN Countries to Myanmar. Iya ni guys, dalam KTT ASEAN yang baru aja dimulai 26 Oktober kemaren, Myanmar udah resmi ga ikutan hadir. Hal ini bukan karena Myanmar emang enggak mau dateng atau salah pake dresscode, tapi emang mereka gaboleh dateng sama temen-temen se-gengnya aka ASEAN. Terus dalam pidato pembukaannya kemarin, baik tuan rumah Brunei maupun negara-negara anggota enggak ada satupun yang mention Myanmar. Jadi literally “I forgot that you existed” ni…
 
Hah kenapa?
Gara-gara menurut negara-negara ASEAN, Myanmar udah gagal memenuhi permintaan bestie-bestienya di kawasan supaya menyudahi aksi kekerasan yang terjadi di negaranya pasca kudeta. Kebijakan ini dinilai banyak pihak sebagai langkah yang enggak biasa banget guys, secara ASEAN kan dikenal sama relasi antar negaranya yang non-intervensi dan mengutamakan kerja sama.
 
Hold on. I need some background.
OK. Jadi semua ini dimulai dengan militer Myanmar yang berhasil mengkudeta kekuasaan dan kepemimpinan negara dari pemerintahan sipil yang sebelumnya dipimpin sama Aung San Suu Kyi pada 1 Februari 2021 lalu. Iya, kita lagi rempong urus covid, di sana malah kudeta guys. Adapun kudeta ini dilakukan karena menurut pihak militer, pemilu yang diselenggarakan setahun sebelumnya curang, jadi yhaa pemerintahannya Suu Kyi ga legit gitu. So they were like “Udah lah w aja yang mimpin. Gamau? Gamau? OK w kudeta” dan sejak saat itu sampe sekarang, Suu Kyi dan beberapa pemimpin sipil jadi tahanan rumah.
 
OH geez…
Iya, nah karena warganya enggak terima, masyarakat Myanmar kemudian menggelar aksi protes besar-besaran hampir di seluruh wilayah di negaranya. Aksi ini juga memakan ribuan korban jiwa dan banyak warga yang ditangkap sama tentara militer. Terus gara-gara berlangsung sampai berkepanjangan, berbagai sendi kehidupan sipil di sana juga lumpuh guys. Investor pada kabur, covid ga keurus, sampe bank dan berbagai lembaga perekonomian juga tutup karena emang kondisinya segenting itu.
 
And where’s ASEAN on this?
Nah, sebenernya sejak kekerasan ini terjadi, ASEAN has been under hot water guys aka dikritik sana-sini mulu. Penyebabnya, organisasi kawasan ini dinilai kurang maksimal dalam mendesak Myanmar supaya enggak menggunakan kekerasan terhadap warganya sendiri. Bahkan April lalu, pemimpin militer Myanmar Min Aung Hlaing masih dateng ikutan meeting ASEAN juga di Jakarta. Jadi negara-negara lain dan bahkan warga Myanmarnya sendiri kecewa sama kebijakan ASEAN tersebut yang dinilai justru mengakui pemerintahan militer. They’re like, “Am I a joke to youuu?”
 
Iya juga sih.
Nah makanya pada KTT ASEAN kali ini, kejadiannya enggak terulang lagi guys. Beberapa waktu sebelum sidangnya diselenggarakan, ASEAN berunding dan setuju untuk gausah dulu deh ngundang Myanmar. Atau yhaa boleh, tapi jangan utusan militer yang boleh dateng, melainkan harus utusan non-politik. Kalo Myanmar enggak menerima syarat ini, kursinya dianggep kosong. Catch up more on the issue here. Eh terus, ternyata mereka…
 
Gak terima syarat itu?
Yoi. Makanya akhirnya ya Myanmar dianggapnya no show. Padahal aslinya, Myanmar memutuskan untuk memboikot KTT ini sebagai langkah protes karena pemimpin mereka dilarang hadir. Dalam keterangan resminya, kelompok militer bilang bahwa kebijakan ASEAN tadi merupakan bentuk pelanggaran atas kebijakan non-intervensi di urusan domestik anggotanya.

 

Got it. Now, anyone saying anything?
Yep, salah satu statement datang dari presiden kita gengs Pak Jokowi yang bilang bahwa justru Myanmar yang gak menghargai kekeluargaan ASEAN. Kata Pak Jokowi: Di satu pihak kita tetap menjaga penghormatan terhadap prinsip non-interference, namun di pihak lain, kita juga berkewajiban menjunjung tinggi prinsip-prinsip lain dalam Piagam ASEAN, seperti demokrasi, good governance, penghormatan terhadap hak asasi manusia, dan pemerintah yang konstitusional.”

Couldn’t agree more. Anything else?
Well, padahal KTT-nya bisa dibilang penting lho guys, karena bakal dihadiri sama Amerika Serikat yang diwakilin sama presidennya langsung, Joe Biden. Meskipun bukan anggota ASEAN, tapi Amerika Serikat emang deket sama negara-negara ASEAN makanya sebenernya setiap tahunnya selalu dateng. Tapiii sejak negara api menyerang, eh maksudnya sejak Trump jadi presiden, AS skip acara ini sejak 2017. FYI, selain AS, ada juga China dan Korea Selatan yang ikutan KTT meskipun bukan negara anggota ASEAN.