Krisis Iklim Berdampak Buruk Bagi Kesehatan

123

What’s bad for your health?

My toxic relationship with my ex?
 
Sure, but more importantly, climate crisis.
Yep, selain mantan kamu, udah jelas lah ya kalo krisis iklim yang saat ini tengah terjadi kondisinya makin ke sini makin menghawatirkan gengs. Tahun ini aja, kita udah ngeliat buanyakkk banget bencana alam, mulai dari heatwave, kebakaran hutan, sampe banjir bandang. Laporan terbaru dari The Lancet menyebutkan kalo secara gak langsung, krisis iklim berdampak buruk buat kesehatan manusia.
 
Berdampak buruk gimana tu?
Well, contohnya, hasil penelitian menemukan bahwa heatwave dan udara yang super panas bisa mengganggu kualitas tidur manusia yang mengalaminya. Terus, asap dari kebakaran hutan juga tentunya berdampak buruk buat pernapasan dan memiliki radius jangkauan yang jauh banget, meaning more people are exposed to the smokes. Selain itu, bencana banjir juga diketahui bisa meningkatkan permasalahan kesehatan mental dan bisa berujung ke bunuh diri. Selain itu juga, dengan musim dingin yang semakin memanas, bikin banyak nyamuk dan serangga pembawa penyakit lainnya yang biasanya gak bertahan di udara dingin jadi bisa survive.
 
Oh no…
Iya kan, makanya nih, secara enggak langsung aja krisis iklim ini udah berbahaya banget buat kesehatan manusia, apalagi secara langsungnya guys. Terus diketahui juga bahwa saat ini para pemimpin negara lagi sibuk memprioritaskan anggaran buat penanganan pandemi covid-19, jadinya upaya pengurangan emisi global sedikit terabaikan.
 
Kok terabaikan?
Kalo kata the lead author dari laporan tersebut yang bernama Marina Romanello, rencana pemulihan ekonomi setelah covid diketahui justru bisa memperburuk kondisi lingkungan gengs. Romanello kemudian menyebut bahwa kondisi ini ironis banget karena kita berjuang keluar dari krisis kesehatan global cuma buat masuk ke lubang krisis kesehatan lainnya yang disebabkan oleh krisis iklim.
 
Gali lubang tutup lubang gitu ya jatohnya…
Yoi gengs, kayak minjem di pinjol aja ya. Terus juga, World Meteorology Organization (WMO) juga beberapa waktu lalu bilang kalo penurunan kegiatan ekonomi karena pandemic cuma menyebabkan penurunan emisi CO2 tahun lalu dengan sementara, which means yha gak terlalu ngaruh sama pengurangan emisi karbon.
 
🙁
Dalam laporan United in Science 2021, WMO bilang kalo target pengurangan emisi emang gak terpenuhi. Bahkan, ada kemungkinan kalo dunia bakal gak mencapai target Paris Agreement buat mengurangi pemanasan global hingga 1,5 derajat Celsius di atas tingkat pra-industri. Kata Sekjen WMO Petteri Taalas, laporan ini menunjukkan kalo kita belom berjalan ke arah yang benar ni gengs, yaitu pembangunan ulang yang lebih baik dan berkelanjutan.
 
Anything else?
Nah makanya nih, laporan-laporan ini kemudian jadi pendukung tentang pentingnya 2021 UN Climate Change Conference (COP26) yang bakal diselenggarain sebentar lagi di Glasgow, Skotlandia. Dari sebelum-sebelumnya juga para pemimpin dunia udah diwanti-wanti buat ngasih kontribusi lebih dari negara buat pengurangan dampak krisis iklim gengs. Apalagi setelah tahun ini yang banyak nge-highlight urgensinya krisis iklim dunia, summit ini ditunggu-tunggu banget.