Kasus Rachel Vennya Naik Ketahap Penyidikan

91

Now, let’s talk about: seseorang yang berhak bahagia.

Lol, update me.
Kalo kamu aktif di media sosial, kamu pasti ngikutin banget ni kasusnya selebgram Rachel Vennya yang ketahuan kabur dari karantina. Doi abis balik dari Amerika Serikat setelah mengikuti acara di New York Fashion Week bulan Agustus kemaren bersama para artis lainnya. Diketahui, pas pulang Bulan September lalu Rachel, pacarnya aka Salim Naurader, dan manajernya Maulida Khairunnisa kabur karantina gengs. Sekarang, kasus ini akhirnya dijadikan penyidikan karena terungkap mengandung unsur pidana.

Whoaaa. I might need a little refresher.
Aight. Awalnya tanggal 11 Oktober 2021, akun salah satu petugas di Wisma Atlet Pademangan bilang kalo Rachel dan rombongannya keinput datanya di Wisma Atlet, alias mereka karantina di sana sepulang dari Amerika Serikat, tapi gak sampe waktu yang ditentukan saat itu yaitu delapan hari. Diketahui, Rachel dan rombongan kabur dari karantina sebelum delapan hari, dan gak lama ngadain pesta ulang tahun di Bali bersama bestie-bestienya. Gak lama, info ini viral di media sosial.

Terus?? Has anyone confirmed this?
Yep, dua hari kemudian di tanggal 13 Oktober 2021, Kodam Jaya bilang kalo ada indikasi Rachel Vennya kabur karantina. Hal ini tentu aja bikin publik geram gengs. Pertama, karena gak karantina sesuai ketentuan. Banyak yang share pengalaman mereka yang wajib ngikutin karantina meskipun mereka harus cepet-cepet pulang karena ada anggota keluarga yang meninggal. Sedangkan Rachel diketahui cuma mau ke acara ulang tahunnya doang terus skip karantina gitu aja. Kedua, Rachel menggunakan fasilitas karantina yang disediakan oleh Wisma Atlet, padahal tempat tersebut khusus buat para pekerja dan pelajar yang baru balik ke Indonesia. Terakhir, diketahui Rachel dibantu oleh anggota TNI yang bertugas di bandara supaya doi dan rombongannya gak perlu ikutin prosedur karantina.

Gosh…
Masih lanjut ni. Jadi enggak lama setelah kasus doi viral, Rachel Vennya kemudian muncul di channel Youtubenya Boy William dan ngasih klarifikasi pada tanggal 18 Oktober 2021. Kata doi, doi sebenernya sama sekali gak karantina di Wisma Atlet, alias langsung ke hotel bareng rombongannya. Doi ngaku salahnya cuma di masa karantinanya yang gak full, dengan alasan, wait for it, kangen anak. Doi juga bilang bahwa dirinya skip karantina bukan karena pengen birthday party, tapi karena gak sabar ketemu anak. This got netijen like, “Lah u di AS extend liburan terus balik-balik karantina gak full bilangnya kangen anak??”

Got it. Now tell me about the police investigation.
Rite. Menyusul ini semua, banyak public figures yang berkomentar kalo Rachel kudu banget dikenain hukuman karena udah melanggar aturan dan pastinya mengancam keselamatan banyak orang. Seruan juga datang dari Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang bilang kalo Rachel harus diproses secara hukum, karena udah melanggar UU Kekarantinaan dan UU Wabah Penyakit. Dari sinilah doi akhirnya minggu lalu dipanggil polisi tanggal 21 Oktober 2021.

Uuu, go on.
Rachel diperiksa secara intensif selama sembilan jam dan diberikan 35 pertanyaan terkait kronologi kaburnya doi. Hasilnya, diketahui kalo ada dua anggota TNI yang emang bantuin Rachel kabur karantina. Satu bertugas di Bandara Soetta, satu lagi bertugas di Wisma Atlet. Keduanya berperan dalam ngebantu Rachel dan rombongannya supaya gak perlu karantina. Kapendam Jaya Kolonel Arh Herwin BS bilang kalo keduanya kini udah dinonaktifkan dan dibalikin ke satuan tugasnya. Dan terbukti juga Rachel sempet check in di Wisma Atlet selama tiga hari, gak kayak pengakuan doi di YouTube. Akhirnya kemaren banget ni gengs, kasus Rachel Vennya ditetapkan naik tingkat jadi kasus pidana. Hal ini disampein sama Kabid Humas Polda Metro Kombes Yusri Yunus kemaren siang.

OK. Anything else?
Kalian pasti udah danger juga ni soal plat mobil Rachel yang bernopol belakang RFS, yang merupakan nopol yang dipasang di mobil para pejabat sipil. Nah, mobil ini jadi sorotan karena diketahui Rachel pulang dari kantor polisi pas pemanggilannya dengan mobil bernopol RFS. Tentu aja orang-orang bingung karena Rachel bukan pejabat sipil. Karena viral lagi, Rachel-pun harus balik ke kantor polisi buat ditanyai soal kendaraannya tersebut. Ternyata, doi custom sendiri platnya biar dapet privilese pejabat sipil di jalan. Terus, diketahui juga sebenernya warna mobil tersebut yang tercantum di STNK adalah warna putih, tapi ditempelin stiker bodi sama dia gara-gara pas beli mobilnya di dealer cuma ada warna putih. Padahal ketentuannya, harus denda Rp500.000 kalo cat mobil gak sesuai sama STNK. Gak cuma itu, ketahuan juga mobilnya belom dibayar pajaknya selama dua bulan. Lol, gimana ini Bunaaaa…