Kasus Rachel Vennya Naik Ketahap Penyidikan, Kekesalan Penduduk Australia ke Pemerintahnya, Cuti Bersama Hari Raya Natal Dihapuskan, Download Buku Bill Gates Gratis & Terbatas di GatesNotes

139

Good morning

Rise and shine, everyone! We are just a few days away from the weekend aaaand Halloween! Yep, not exactly our favorite day (we’re scared, tbh), but who doesn’t love candies and dogs in costumes? So, before you’re browsing some Squid Game uniform for this weekend, let’s get you up to speed on…


Now, let’s talk about: seseorang yang berhak bahagia.

Lol, update me.
Kalo kamu aktif di media sosial, kamu pasti ngikutin banget ni kasusnya selebgram Rachel Vennya yang ketahuan kabur dari karantina. Doi abis balik dari Amerika Serikat setelah mengikuti acara di New York Fashion Week bulan Agustus kemaren bersama para artis lainnya. Diketahui, pas pulang Bulan September lalu Rachel, pacarnya aka Salim Naurader, dan manajernya Maulida Khairunnisa kabur karantina gengs. Sekarang, kasus ini akhirnya dijadikan penyidikan karena terungkap mengandung unsur pidana.

Whoaaa. I might need a little refresher.
Aight. Awalnya tanggal 11 Oktober 2021, akun salah satu petugas di Wisma Atlet Pademangan bilang kalo Rachel dan rombongannya keinput datanya di Wisma Atlet, alias mereka karantina di sana sepulang dari Amerika Serikat, tapi gak sampe waktu yang ditentukan saat itu yaitu delapan hari. Diketahui, Rachel dan rombongan kabur dari karantina sebelum delapan hari, dan gak lama ngadain pesta ulang tahun di Bali bersama bestie-bestienya. Gak lama, info ini viral di media sosial.

Terus?? Has anyone confirmed this?
Yep, dua hari kemudian di tanggal 13 Oktober 2021, Kodam Jaya bilang kalo ada indikasi Rachel Vennya kabur karantina. Hal ini tentu aja bikin publik geram gengs. Pertama, karena gak karantina sesuai ketentuan. Banyak yang share pengalaman mereka yang wajib ngikutin karantina meskipun mereka harus cepet-cepet pulang karena ada anggota keluarga yang meninggal. Sedangkan Rachel diketahui cuma mau ke acara ulang tahunnya doang terus skip karantina gitu aja. Kedua, Rachel menggunakan fasilitas karantina yang disediakan oleh Wisma Atlet, padahal tempat tersebut khusus buat para pekerja dan pelajar yang baru balik ke Indonesia. Terakhir, diketahui Rachel dibantu oleh anggota TNI yang bertugas di bandara supaya doi dan rombongannya gak perlu ikutin prosedur karantina.

Gosh…
Masih lanjut ni. Jadi enggak lama setelah kasus doi viral, Rachel Vennya kemudian muncul di channel Youtubenya Boy William dan ngasih klarifikasi pada tanggal 18 Oktober 2021. Kata doi, doi sebenernya sama sekali gak karantina di Wisma Atlet, alias langsung ke hotel bareng rombongannya. Doi ngaku salahnya cuma di masa karantinanya yang gak full, dengan alasan, wait for it, kangen anak. Doi juga bilang bahwa dirinya skip karantina bukan karena pengen birthday party, tapi karena gak sabar ketemu anak. This got netijen like, “Lah u di AS extend liburan terus balik-balik karantina gak full bilangnya kangen anak??”

Got it. Now tell me about the police investigation.
Rite. Menyusul ini semua, banyak public figures yang berkomentar kalo Rachel kudu banget dikenain hukuman karena udah melanggar aturan dan pastinya mengancam keselamatan banyak orang. Seruan juga datang dari Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang bilang kalo Rachel harus diproses secara hukum, karena udah melanggar UU Kekarantinaan dan UU Wabah Penyakit. Dari sinilah doi akhirnya minggu lalu dipanggil polisi tanggal 21 Oktober 2021.

Uuu, go on.
Rachel diperiksa secara intensif selama sembilan jam dan diberikan 35 pertanyaan terkait kronologi kaburnya doi. Hasilnya, diketahui kalo ada dua anggota TNI yang emang bantuin Rachel kabur karantina. Satu bertugas di Bandara Soetta, satu lagi bertugas di Wisma Atlet. Keduanya berperan dalam ngebantu Rachel dan rombongannya supaya gak perlu karantina. Kapendam Jaya Kolonel Arh Herwin BS bilang kalo keduanya kini udah dinonaktifkan dan dibalikin ke satuan tugasnya. Dan terbukti juga Rachel sempet check in di Wisma Atlet selama tiga hari, gak kayak pengakuan doi di YouTube. Akhirnya kemaren banget ni gengs, kasus Rachel Vennya ditetapkan naik tingkat jadi kasus pidana. Hal ini disampein sama Kabid Humas Polda Metro Kombes Yusri Yunus kemaren siang.

OK. Anything else?
Kalian pasti udah danger juga ni soal plat mobil Rachel yang bernopol belakang RFS, yang merupakan nopol yang dipasang di mobil para pejabat sipil. Nah, mobil ini jadi sorotan karena diketahui Rachel pulang dari kantor polisi pas pemanggilannya dengan mobil bernopol RFS. Tentu aja orang-orang bingung karena Rachel bukan pejabat sipil. Karena viral lagi, Rachel-pun harus balik ke kantor polisi buat ditanyai soal kendaraannya tersebut. Ternyata, doi custom sendiri platnya biar dapet privilese pejabat sipil di jalan. Terus, diketahui juga sebenernya warna mobil tersebut yang tercantum di STNK adalah warna putih, tapi ditempelin stiker bodi sama dia gara-gara pas beli mobilnya di dealer cuma ada warna putih. Padahal ketentuannya, harus denda Rp500.000 kalo cat mobil gak sesuai sama STNK. Gak cuma itu, ketahuan juga mobilnya belom dibayar pajaknya selama dua bulan. Lol, gimana ini Bunaaaa…


Ketika kamu kesel ketua kelompok kamu yang gabut pas lagi kerja kelompok…

Kira-kira itulah yang dirasain sama penduduk Pulau Torres Strait ke Pemerintah Australia.

Whoah, what happened?
Jadi, para masyarakat di Kepulauan Torres Strait yang mostly merupakan indigenous people-nya Australia lagi kzl banget ni guys sama pemerintahnya. Alasannya, menurut para masyarakat ini, pemerintah Australia kurang aktif dalam upayanya menangkal krisis iklim yang kini tengah melanda seluruh belahan dunia, termasuk Australia. Nah, Kepulauan Torres Strait sebagai bagian utara dari Austalia ini sangat terkena dampaknya gengs, terutama dari segi kenaikan level air laut.

OMG… Go on.
Karenanya, kepulauan yang terletak dekat daratan Papua Nugini tersebut terancam banjir dan karena level air laut yang terus-terusan naik sampe ke daratan, hal ini juga jadinya merusak permukaan tanah mereka gengs. Gak cuma itu, badai hebat juga mengancam kepulauan ini karena semakin buruk iklimnya, semakin besar juga badainya, kayak Badai Ida yang menerjang wilayah Northeast Amerika Serikat bulan September lalu.

Geez…
Akhirnya, warga dari Pulau Boigu dan Saibai yang merupakan bagian dari kepulauan tersebut mengajukan gugatan class action kepada pemerintah Australia hari Selasa kemaren. Mereka menuntut pemerintah untuk melindungi mereka dari dampak krisis iklim dengan melakukan kebijakan pemotongan emisi karbon lebih besar dan lebih gercep.

Nice. Tell me more about the lawsuit.
Jadi, masing-masing pulau diwakilkan oleh satu orang, ada Paul Kabai dari Pulau Saibai dan Pabai Pabai dari Pulau Boigu. Dalam gugatan tersebut, Kabai dan Pabai menyatakan kalo rumah dan komunitas mereka bakal sangat terdampak dari adanya krisis iklim ini. Artinya, kalo pemerintah gak melakukan apapun, masyarakat kepulauan tersebut terancam jadi climate refugees yang gak cuma kehilangan tempat tinggalnya, tapi juga identitas dan budaya mereka yang ada di sana selama 65 ribu tahun.

🙁
Gugatan ini didaftarkan di Pengadilan Federal Victoria oleh class action firm Phi Finney McDonald. Gugatan ini juga didukung oleh NGO advokasi Grata Fund dan Urganda Foundation. FYI, Urganda Foundation sendiri pernah ngebantuin class action serupa di Belanda. Hasil dari gugatan tersebut adalah Pengadilan Tinggi Belanda memerintahkan pemerintah buat menjalankan pengurangan emisi karbon lebih cepet dari rencana awalnya. Nah, kasus ini adalah referensi untuk gugatan masyarakat Kepulauan Torres Strait saat ini.

Btw, kenapa baru digugat sekarang?
Actually, kasus ini udah pernah diajuin sama masyarakat Kepulauan Torres Strait ke PBB dua tahun yang lalu. Gugatan dan alasannya juga sama gengs. Tapi, sampe sekarang diketahui belom resolved. Makanya ni, sekarang gugat lagi deh, apalagi mengingat pemerintah Australia kan juga lagi preparation buat 2021 UN Climate Change Summit (COP26) nanti yang bakal diadain di Glasgow, Skotlandia tanggal 31 Oktober – 12 November 2021 nanti. Masyarakat Pulau Torres kzl karena udah siap-siap buat UN Summit aja, terus kita-kita di sini gimana? Gitu katanya.

Iya juga… Anything else?
Pengajuan gugatan class action ini berbarengan banget ni sama hari di mana pemerintah Australia di Canberra menetapkan target emisi karbon nol by 2050. Makanya, pas banget ni karena masyarakat kepualauan tersebut menuntut supaya upaya pencapaian targetnya dicepetin. Menurut mereka, 2050 will be too late.


What will you dress up as for Halloween this year?

As someone who will still be working on December 24th.

Yep, kalo kamu udah berencana buat jalan-jalan di akhir tahun nanti, sebaiknya pikir-pikir lagi deh, kecuali kamu mau ngabisin jatah cuti personal kamu gengs. Soalnya, udah resmi ni bahwa cuti bersama Hari Raya Natal tanggal 24 Desember 2021 dihapuskan oleh pemerintah.

Reallly?
Yep. Hal ini disampaikan sama Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy hari Senin kemaren. Kebijakan ini kemudian tertuang di Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri Nomor 712 Tahun 2021, Nomor 1 Tahun 2021, Nomor 3 Tahun 2021 tentang Tentang Hari libur Nasional dan Cuti Bersama 2021.

Kenapa diapus?
Pak Muhadjir bilang kalo ini adalah langkah pencegahan pemerintah terhadap gelombang tiga wabah covid -19 di Indonesia. Dengan begitu, Hari Raya Natal tahun ini yang jatuh di hari Sabtu gak bakal dibarengin sama liburan tambahan dari cuti bersama yang biasanya ada sebelum pandemi. Beliau juga minta ni ke masyarakat buat jangan pulang kampung selama liburan ini, karena belajar dari gelombang kedua yang terjadi setelah pulkam saat lebaran.

Hmmm…
Sebelumnya, keputusan ini emang udah diumumin sejak Juni kemaren gengs, barengan sama pengumuman penggeseran tanggal merah untuk Tahun Baru Islam dan Maulid Nabi Muhammad SAW. Tapi hari Selasa kemaren, yhaa diingetin lagi aja gitu gengs kalo penghapusan ini masih berlaku, despite kondisi pandemi di Indonesia yang trennya semakin membaik. Balik lagi, karena emang diprediksi liburan akhir tahun ini bisa memicu gelombang ketiga.

Terus Pak Muhadjir ngomong apa lagi?
Beliau juga nyampein nih kalo pas libur akhir tahun nanti, pengawasan protokol kesehatan yang ketat bakal ditingkatkan di beberapa titik. Pertama, of course di gereja pada saat perayaan Natal, kedua di tempat perbelanjaan, dan ketiga di lokasi-lokasi wisata lokal. Terus juga Pak Muhadjir minta masyarakat  untuk memaksimalkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi di tempat-tempat publik buat melakukan tracing.

Anyone else saying anything?
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mendukung langkah penghapusan cuti bersama ini. Dasco bilang kalo pemerintah emang kudu bin wajib banget buat mengantisipasi gelombang ketiga ini. Jangan sampe terlena dengan rendahnya angka saat ini, karena kata beliau antisipasi ini tetep perlu, apalagi kalo mau cepet-cepet menuju new normal gengs. Selain itu, sama kayak Pak Muhadjir, Dasco juga mengimbau masyarakat buat tetep taat prokes.

Oke lah. Anything else?
Nah ada update baru terkait harga tes PCR ni gengs yang kemaren-kemaren baru aja kita omongin juga. Akhirnya, pemerintah resmi nurunin harga tes PCR jadi Rp275.000 di Jawa Bali dan Rp300.000 di luar Jawa Bali. Hal ini menyusul ramenya protes dari masyarakat soal ditetapkannya tes PCR sebagai syarat naik pesawat, dan soon to be kendaraan umum lainnya. Hal ini disampein sama Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes Abdul Kadir yang juga bilang kalo harga ini untuk hasil 1×24 jam.


Who’s saying “you got a book, you got a book, everyone got a book”?

Bill Gates.

Yep, orang terkaya keempat di dunia ini baru aja ngumumin hari Senin kemaren kalo anak kuliahan bisa nge-download buku doi secara gratis, tis, tis dan terbatas di blog-nya yang bernama GatesNotes. Adapun buku tentang krisis lingkungan karya Gates ini berjudul “How To Avoid A Climate Disaster: The Solutions We Have And The Breakthroughs We Need” dan baru aja terbit pada bulan Februari lalu.
Dalam bukunya itu, Gates menyebut bahwa anak muda harus jadi pilar dalam pengembangan teknologi dan inovasi kebijakan yang bisa memerangi krisis iklim. Kata doi, sepengalamannya dia ni, anak muda emang yang paling inovatif dan punya banyak tenaga buat mencapai hal tersebut. Selain itu, Gates juga bilang bahwa zero emission by 2050 tuh mungkin banget tercapai. Adapun caranya adalah dengan berinvestasi di perusahaan teknologi yang menyediakan alternatif murah dan ramah lingkungan buat ngurangin emisi yang dihasilkan oleh industri berat kayak energi dan transportasi.
Meski begitu, bukunya Gates ini juga dapet lumayan banyak kritikan, salah satunya dateng dari aktivis lingkungan Bill McKibben yang bilang kalo pendekatan Gates dalam buku ini tuh… mengecewakan. Soalnya, doi cuma fokus ke pencegahan, padahal di saat kayak gini masa iya sih masih pencegahan, udah harus ke action dong. Terus, Gates juga sama sekali gak menyentuh besarnya peran tenaga fosil dalam kerusakan lingkungan, sehingga industrinya juga harusnya semakin diregulasi.

“Saya kan sudah pernah, ya sebaiknya orang lain, jangan saya,”

Gitu guys kata anggota DPR asal PDI-P Johan Budi pas ditanya apakah doi berminat jadi Juru Bicara (Jubir) Presiden Joko Widodo untuk menggantikan posisi Fadjroel Rachman yang kini menjabat sebagai Duta Besar RI di Kazakhstan. Adapun jawaban ini disampaikan sebagai tanggapannya atas pernyataan politisi PKS Mardani Ali Sera yang bilang bahwa doi cocok jadi Jubir Presiden Jokowi, karena sebelumnya juga doi pernah jadi jubir KPK kan. Nah kata Pak JB, yhaa yang lain ajala…

Yep, remember Pak JB when your ex keeps coming back…

Announcement


Thanks to Prast An, Seseorang, & Theresia for buying us coffee today!

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Ajak-ajak yuk!

Yep, kamu bakal langsung dapet merchandise eksklusif dari Catch Me Up! kalo kamu ngajak teman-teman kamu berlangganan! Caranya gampang banget, kamu tinggal klik link di bawah ini dan mulai deh, sebar-sebar referral code kamu ke teman, sodara, gebetan, rekan kantor, pokoknya siapa aja boleee….

Atau, kamu juga bisa langsung nge-klik share button di bawah ini! Kumpulin terus referral kamu untuk dapetin merchandise-nya ya! Gratis!


Catch Me Up! recommendations

Siapa ni di sini yang pas ditanya HR strength-nya apa, terus jawabnya suka tantangan? Kalo gitu, coba deh tantangan ini. Pertama, ikutan berbagai challenges di sini, dan kedua, ajak temen-temenmu di jam 12 nanti untuk ikutan juga via Twitter dengan pake hashtag #MudaMudiBumi #TimeForActionIndonesia #UntukmuBumiku Cus!

Angel’s Stories

1. Habis baca Angel Story dari anonim yang lagi di lowest level karena belum dipercaya dapet kerjaan, dan aku jadi pengin ikut nyemangatin! Gak bisa bantu apa-apa kecuali kirim ginian tapi cuma mau bilang I adore and respect you, dan aku bisa banget relate sama perasaan/pengalaman seperti itu. Bisa tetep sehat dan kumpul sama keluarga indeed adalah keberuntungan/berkah yang luar biasa banget, dan semoga Anonim terus semangat dan bisa segera ditunjukkan yang terbaik, because I believe you can and you deserve the best! Semangat buat kita-kita yang ngerasa masih jauh banget untuk bisa bahagiain ortu/orang tersayang tapi semoga kita nggak lupa sama keberkahan yang sekarang udah ada dengan kita, dan terus ambil langkah ke depan no matter how small.
-K. R.-
2. Minggu lalu berkesempatan ikut walking tour di daerah Kota Tua. Komunitasnya ini emang cukup lama vakum selama pandemi. Once mereka upload jadwal epic comeback, gue langsung impulsif mendaftarkan diri hahaha dan untungnya kebagian slot. Sebagai seorang extrovert (ceilah), ketemu banyak orang baru tuh bener-bener bikin recharge! Mana kemarin satu kloter bareng anak-anak yang seru juga. Chemistrynya terbangun dengan baik lah yaa ^^
-doyansushi-
(We believe that angels, just like superheroes and cats, come in different costumes, but they’re here for the same reasons: to make our days brighter, our smiles wider, and our feelings happier. So during these uncertain times, we’ve decided to replace the love letter with stories about kindness, because now more than ever, our community needs that. Shoot us your kindness stories here (can be something you see or experience firsthand (or no), basically, anything!) and we will feature it here. You can also check our previous angel stories on our angel’s Instagram. Go go go!)