Kandungan Paracetamol di Dua Wilayah Perairan Jakarta

19

When you think Paracetamol is only on your meds…

Well, not really. Especially if you live in Jakarta.
Karena ternyata guys, hasil penelitian oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menemukan sejumlah kandungan paracetamol dengan konsentrasi tinggi di dua wilayah perairan Jakarta, yakni Ancol dan Angke di Jakarta Utara.
 
Whaaaat?
Iya, hal ini terungkap dalam penelitian bertajuk ‘Konsentrasi Tinggi Paracetamol di Wilayah Perairan Teluk Jakarta, Indonesia’ yang menemukan bahwa ada kandungan paracetamol sebesar 420 nanogram per liter di Ancol. Sedangkan di Angke, kandungan paracetamol bahkan mencapai 610 nanogram per liter. Adapun studi ini menyatakan kandungan paracetamol yang ada di kedua daerah tadi lebih tinggi dari catatan yang pernah dirilis oleh penelitian lain.
 
Kok bisa sih?
Well, penelitiannya juga bilang bahwa secara teori, sumber sisa paracetamol yang ada di perairan Teluk Jakarta bisa berasal dari tiga sumber, yaitu konsumsi masyarakat yang berlebihan, rumah sakit dan industri farmasi. Terus nih, jumlah penduduk yang tinggi di kawasan Jabodetabek dan jenis obat yang dijual bebas tanpa resep dokter, tentunya berpotensi sebagai sumber kontaminan di perairan.
 
Terus terus…
Terus, of course hal ini mengkhawatirkan banget dong guys, apalagi kalo paparan atas Paracetamolnya terjadi dalam jangka waktu yang panjang. LIPI khawatir, kondisi ini bakal berimplikasi pada ekosistem laut Jakarta. Hal ini karena emang dalam berbagai penelitian sebelumnya, diketahui bahwa kandungan bahan kimia kayak obat memiliki efek feminisasi kepada ikan jantan, sehingga hal ini bisa mengubah rasio betina-jantan. Belum lagi, di dekat daerah tadi ada peternakan kerang yang diyakini yha bakal terdampak juga.
 
Any follow up?
Yep, terkait hal ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta udah mengambil sampel air laut di Ancol dan Muara Angke, Jakarta Utara, untuk menindaklanjuti hasil riset tersebut. Dalam keterangannya, Pelaksana Tugas Kepala DLH DKI Jakarta, Syaripudin bilang bahwa pihaknya berkomitmen untuk mendalami dan menelusuri sumber pencemarnya dan mengambil langkah untuk menghentikan pencemaran tersebut. Nah sekarang, sampel air lautnya lagi duji dan diteliti, dan hasilnya bisa diketahui dalam dua minggu.
 
Got it. Anyone says anything?
Yep, terkait hal ini, Wakil Gubernur DKI Jakarta A Riza Patria angkat bicara. Menurutnya, most likely sih pelaku pembuang paracetamol yang mencemari laut Jakarta bukan dilakukan oleh oknum perorangan. Pak Riza yakin, aksi ini dilakukan oleh sekelompok orang tertentu, karena enggak mungkin satu-satu orang yang buang. Doi juga bilang bahwa pemerintah bakal mengecek apakah ada unsur kesengajaan dari kejadian ini.
 
OK. Anything else I should know?
Well, sebagai buntut dari penemuan ini, Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Ida Mahmudah bilang bahwa pihaknya bakal meminta keterangan dari Pemprov DKI terkait hasil riset atas kandungan Paracetamol di laut Jakarta ini. Bu Ida bilang, pihaknya juga masih menunggu hasil penelitian yang lagi dilakukan sama DLH tadi gengs. Meanwhile, penemuan ini juga udah menuai kritik dari Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jakarta. Menurut Direktur Eksekutif Walhi Tubagus Soleh Ahmadi, Pemprov DKI masih enggak serius dalam melakukan perlindungan pada ekosistem di teluk Jakarta. Penemuan ini juga menambah daftar panjang beban pencemaran teluk Jakarta, dan of course salah satu pihak yang dirugikan adalah para nelayan yang bergantung sama ekosistem setempat.
 
Hiks 🙁