Jokowi – Ma’ruf Amin Mendapatkan Rapor Merah

123

Who got bad scores on their report cards?

Jokowi – Ma’ruf Amin.
 
Gara-gara kelamaan sekolah online ya? WKWKWKWK
Nice try, but no. Jadi nih, meskipun udah gak sekolah lagi, namun baru aja pasangan presiden dan wakil presiden RI Jokowi – Ma’ruf Amin dapet rapor merah atas kepemimpinannya selama  dua tahun terakhir. Adalah Institute for Criminal Justice Reform (ICJR) yang ngeluarin rapor tersebut hari Jumat kemaren, dan LBH Jakarta di hari Minggu kemaren.
 
Wow, merah di mana aja tu?
Kalo versinya LBH Jakarta, ada 13 aspek ni yang menurut mereka “merah” alias bad grades. Sebagai lembaga bantuan hukum, jadinya fokusnya di pemenuhan hak asasi manusia warga negara. Turunan yang pertama adalah terkait kebijakan penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia. Kedua, masifnya penggunaan pasal-pasal karet untuk membungkam kemerdekaan kebebasan berpendapat dan berkespresi.
 
Go on…
Lanjut yang ketiga adalah aparat kepolisian yang dinilai represif atau membungkam warganya. Contohnya adalah aksi smackdown polisi ke mahasiswa pendemo di Tangerang tanggal 14 Oktober kemaren yang sempet viral itu. Terus juga dari segi penanganan korupsi, Jokowi – Ma’ruf Amin dianggap diem aja soal pemecatan pegawai KPK. Selain itu, pemerintahan keduanya yang mengesahkan UU Cipta Kerja dianggap sebagai melanggar HAM warga negara dengan pasal-pasal yang ada di dalamnya.
 
Terus?
Berikutnya adalah yang lagi rame ni gengs, yaitu soal pinjol. As you know, sekarang lagi marak dibahas soal pinjol ilegal yang udah ngerugiin banyak masyarakat. Nah, pemerintah dianggap kurang melindungi warganya dari praktik pinjol ini. Terus juga ada soal lingkungan, RUU PKS, ketidakjelasan penuntasan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu, dan lain-lain.
 
I see… What about ICJR?
ICJR sebagai institut yang fokus sama reformasi peradilan pidana ngasih rapor merah ke Jokowi-Ma’ruf Amin karena reformasi peradilan pidana di Indonesia dianggap belom menjadi prioritas pemerintah saat ini. Menurut ICJR, peradilan pidana saat ini di Indonesia masih stagnan alias gitu-gitu aja gengs. Hal ini disampein sama Direktur Eksekutif ICJR Erasmus Napitupulu.
 
Whoah.
Erasmus juga ngasih catatan terkait dengan respons pemerintah terhadap kritik masyarakat. Setuju sama LBH, Erasmus bilang kalo aparat kepolisian sering bertindak represif. Hal ini terlihat dari demonstrasi Reformasi Dikorupsi 2019 dan Mosi Tidak Percaya 2020 silam guys. Saat itu terlihat gimana para aparat banyak mengeluarkan tindakan represif ke para demonstran. Belom lagi saat ini kepolisian lagi dapet banyak kritik masyarakat sampe hashtag #Percumalaporpolisi terus-terusan trending beberapa waktu ini.
 
Ada lagi yang ngasih rapor merah gak?
Kemungkinan rapor merah ini lagi ngetren guys, karena ada banyak yang ngasih rapor merah ke Jokowi. Hari Rabu tanggal 20 Oktober 2021 yang bertepatan dengan dua tahun dilantiknya Jokowi – Ma’ruf Amin dan jajaran kabinetnya, BEM UI ngasih rapor merah dengan bilang ada enam menteri yang perlu dicopot jabatannya. Mereka adalah Menko Polkumham Mahfud MD, Menkumham Yasonna Laoly, Jaksa Agung ST Burhanudin karena dianggap gagal menyelesaikan kasus HAM masa lalu. Terus juga ada Menteri LHK Siti Nurbaya karena dianggap gagal menyelesaikan isu lingkungan. Ada juga Mendikbudristek Nadiem Makarim yang dianggap gagal menciptakan kebebasan akademik di lingkungan kampus.
 
Banyak ugha ya…
Ga itu aja gengs. Selain yang minta dicopot jabatan, ada juga yang diminta buat dievaluasi posisinya. BEM UI minta Jokowi – Ma’ruf Amin buat mengevaluasi Menkomarves Luhut Binsar Pandjaitan yang dinilai kurang memperhatikan aspek lingkungan hidup dalam pembangunan infrastruktur negara. Terakhir, ada Menkes Budi Gunadi Sadikin yang diminta dievaluasi kinerjanya dalam penanganan pandemi covid-19.
 
Well, istana ada komentar nggak?
Ada dong. Kata Jubir Kepresidenan Fadjroel Rachman, kalo soal mahasiswa di-smackdown itu, presiden juga udah langsung negor Kapolri. Menurutnya, Pak Jokowi selalu berupaya untuk melindungi hak warga untuk berkumpul dan menyampaikan pendapat. Terus juga beliau menegaskan bahwa tugas pemerintah adalah menjamin hak asasi, termasuk kebebasan berpendapat. Dan Pak Jokowi berkomitmen untuk melaksanakan tugas itu.
 
Got it. Anything else?
Well, masih soal Pak Jokowi ni gengs, Hari Sabtu kemarin, baru aja dideklarasikan dukungan capres buat Pak Jokowi dan Pak Prabowo (Yep, you read it right) oleh Komunitas Jokowi-Prabowo (Jokpro) 2024 di Jakarta. Menurut Ketua Komunitas Jokpro 2024, Baron Danardono Wibowo, keduanya punya pendukung yang besar, jadi mudah-mudahan bisa diterima masyarakat. Selain itu, keduanya juga dinilai sukses dalam menangani pandemi covid19.