Heboh Pandora Papers Skandal Pajak Dunia

25

Now, let’s spill the tea: On Pandora papers.

Oh yea, been hearing a lot about that. Apaan sih tu?
Jadi guys, dunia internasional lagi heboh banget nih belakangan ini. Penyebabnya? Pandora Papers. 
 
Which is…
Sebuah dokumen bocoran keuangan yang berhasil dikumpulin dari hasil kerja sama berbulan-bulan yang melibatkan lebih dari 600 orang wartawan di 117 negara. Para wartawan ini kemudian menganalisa lebih dari 12juta dokumen (kontrak kerja, catatan keuangan, ppt deck, personal email, dll) untuk meng-ekspose si kaya dan kekayaannya. Diketahui, kerjasama ini merupakan salah satu investigasi global yang pernah dilakukan dan dinakhodai sama the International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ).
 
Terus hasil penelitiannya gimana?
Banyak banget sih guys, tapi intinya, yang pake bank konvensional itu yha commoners kayak kita. Sedangkan kebanyakan orang-orang super tajir dan berpengaruh dari berbagai latar belakang kayak bilioner, artis, politisi, drug cartels sampe para pelaku bisnis kebanyakan “menyembunyikan” kekayaannya secara offshore, di tempat-tempat surga pajak, aka pajaknya rendah atau sama sekali enggak ada. Jadi biasanya nih, para orang tajir tadi bakal mendirikan entitas atau perusahaan di daerah-daerah tersebut, dan nanti aset mereka didaftarkan di sana. Dengan begitu, mereka enggak perlu bayar pajak buat kekayaannya yang banyak banget itu di negara asal. Karena kerasa kan guys, kita aja yang rakyat biasa kerasa banget kalo harus bayar pajak.
 
Agree. Now go on…
Nah, selain menghindari pajak, dengan ngumpetin harta benda mereka di daerah-daerah safe haven ini, para super tajir jadi bisa mendapatkan privacy, dan menyembunyikan aset mereka dari otoritas di negaranya, kreditur, hingga pandangan publik. Adapun harta kekayaan yang biasanya didaftarin termasuk yacht, pesawat pribadi, karya seni, mansion, duit, bahkan saham perusahaan. Terus, ada 14 daerah safe haven yang disebutkan dalam Pandora Paper, di antaranya ada Belize, the British Virgin Islands, Singapura, Panama, Cyprus, Swiss, hingga negara bagian South Dakota di Amerika Serikat.
 
Geez… terus-terus, apa aja penemuannya?
A few key highlights ni ya gengs:
  • King Abdullah II yang merupakan pemimpin Jordania ternyata punya banyak properti mewah di Malibu, California, Washington DC, hingga London. Lokasi dari properti-properti ini juga prime banget guys, kayak yang di Malibu, itu view-nya langsung menhadap Samudera Pasifik dan terletak di wilayah selebritis yang elit banget. Terus yang di London juga deket sama Buckingham Palace dan Windsor Palace. Doi disebut menghabiskan uang sampe sekitar US$100juta untuk membeli properti-properti tadi. Yang menarik ni guys, kekayaan ini didaftarkan atas nama King Abdullah II sendiri, bukan atas nama royal family atau kerajaan.
  • Andrej Babis, Perdana Menteri Republik Ceko. Jadi sebelum menjabat sebagai PM, doi adalah bilioner dan founder dari perusahaan agrikultur, Agrofert. Pada tahun 2009, disebutkan bahwa Babis secara rahasia membayar sampe US$22 juta untuk sebuah properti mewah di Perancis, deket Cannes. Jadi duitnya itu dikirimnya melalui perusahaan di British Virgin Islands, dan dialihkan kembali ke perusahaan real estate di Monaco.
  • Vladimir Putin, Presiden Rusia. Nah kalo ini bukan Putin-nya guys, tapi *diduga* ceweknya. Jadi adalah Svetlana Krivonogikh, seorang cewek yang punya mansion mewah banget di Monte Carlo, Monaco. Diketahui, background-nya Krivonogikh ini sederhana banget, di mana doi tinggal di apartemen padat di St. Petersburg dan kerjaannya adalah membersihkan toko. Adapun mansion mewahnya tadi dimiliki Krivonogikh enggak lama setelah doi melahirkan bayi perempuan, yang kalo kata media-media di Rusia sih, adalah anak dari hasil hubungan rahasianya selama bertahun-tahun sama Putin.
  • Volodymyr Zelensky, Presiden Ukraina. Jadi awalnya, doi adalah aktor di acara sitkom sebelum akhirnya terpilih sebagai presiden pada 2019. Dokumen Pandora menunjukkan bahwa Zelensky punya saham di British Virgin Island untuk perusahaan produksi film dan perusahaan distribusi barang.
  • Pemimpin negara-negara lain kayak Presiden Chile Sebastián Piñera, Perdana Menteri Uni Emirat Arab Mohammed bin Rashid al-Maktoum, Presiden Ekuador Guillermo Lasso, Presiden Kenya Uhuru Kenyatta, mantan Chief Executive Hongkong C.Y. Leung, dan masih banyak lainnya. Intinya guys, hasl investigasi ini juga menemukan bahwa beberapa pemimpin di lima benua menggunakan jasa offshore ini.
Terus gimana?
Well, King Abdullah II sih udah menjawab dan bilang bahwa semua tuduhan yang menyebut bahwa ada penggunaan uang bantuan sosial dalam pembelian properti-properti ini adalah nggak bener. Jadi gini guys, Jordan diketahui sebagai salah satu negara miskin di Semenanjung Arab, karena enggak kayak negara-negara tetangganya yang punya banyak minyak, Jordan justru mendapatkan banyak pemasukannya dari bantuan asing. Bantuan ini didapatkan Jordan sebagai perannya yang mau menampung pengungsi (kayak dari Palestina, Suriah, gitu-gitu). Selain King Abdullah II, pemimpin-pemimpin lain udah dimintai keterangan tapi belom pada jawab ni gengs.
 
Been wanting to ask… ada orang Indonesia nggak di laporannya?
Ada. Yaitu Menko Marves Luhut B. Pandjaitan. Jadi disebutkan Pandora Papers bahwa Opung Luhut terlibat dalam perusahaan bernama Petrocapital SA, yang terdaftar di Republik Panama dan perusahaannya memproduksi dan ekspor-impor minyak bumi. Terkait laporan ini, pihaknya Opung Luhut udah menyampaikan statement ni guys. Menurut Jubir beliau Jodi Mahardi, yha emang Luhut jadi Direktur Utama/Ketua Perusahaan pada Petrocapital S.A pada 2007, namun kemudian beliau udah mengundurkan diri pada tahun 2010. Alasannya, kata Jodi, dalam perjalanannya, terdapat berbagai macam kendala terkait dengan lokasi geografis, budaya, dan kepastian investasi, sehingga Opung Luhut memutuskan untuk mengundurkan diri dari Petrocapital dan fokus pada bisnis beliau yang ada di Indonesia. Jodi juga menambahkan bahwa sampe mengundurkan diri, enggak ada kerja sama antara perusahaan tadi dengan perusahaan minyak dan gas negara. Selain itu juga enggak pernah ada perubahan nama dari Petrocapital menjadi Pertamina Petrocapital SA.