Friday Pause: #MeToo

25

Good morning

Yesterday, we were all shocked and disgusted by the sexual violence news brought up by @Projectmultatuli that occurred back in 2019. It is even sadder that it took two years for the news to get our attention. So everyone, repeat after us: We should and can do better on putting an end to sexual harassment and violence. We will teach our kids about “consent”, and never again will we make sexist jokes. It starts from us.


For the love of Meme: We all need this kinda “dosen” at least one in our life…


When you’ve been hearing “sexual harassment” everywhere…

Men, let’s talk.
Belakangan ini, kita tentunya makin sering denger soal berbagai kasus kekerasan seksual yang terjadi di sekitar kita. Mulai dari yang dilakukan sama publik figur, guru, rekan kerja, bahkan yang paling baru beritanya, sama ayah kandung sendiri.
 
Hal ini tentunya menyedihkan banget, karena korban pelecehan seksual mengalami efek traumatis yang panjang dan serius. Selain itu, kalo kamu ngikutin laporannya Project Multatuli yang viral kemarin, kamu tentunya ngeliat betapa masih kurangnya perlindungan hukum di Indonesia terhadap para korban. Mulai dari nggak adanya pendampingan, laporan ke polisi yang enggak diterusin, sampe bukti-bukti yang diacuhkan. Makanya, sedih ya jadi korban sexual violence di negara ini. Udah jadi korban, terus lapor polisi, eh malah dikacangin :(.
 
Selanjutnya, while we all agree bahwa cewek maupun cowok bisa jadi korban sexual violence, namun statistik menunjukkan bahwa perempuan lebih rentan untuk jadi korban. Tapiii, bukan berarti cowok bisa mengabaikan kondisi ini. Sebaliknya, untuk menciptakan lingkungan yang aman, cowok justru bisa mengambil peran lebih besar dalam menghentikan terjadinya kekerasan maupun pelecehan seksual (jangan kayak pak polisi yang di Project Multatuli ya guys, jangan). Tenaaang, kalian nggak jadi less manly kok, kalo kalian stand up against sexual violence/harassment.
 
Nah terus, gimana tu caranya cowok bisa turut membantu mengakhiri kultur sexual harassment dan sexual violence di negeri +62 ini? Well, tell your dads, brothers, uncles, boyfriends, friends, and literally all the men in your life, because here are some stuff you/he can do!
  • Don’t stay quiet. Yep, kalo kamu menyaksikan tindakan pelecehan seksual terhadap orang lain, kamu jangan diem aja ya. Sebaliknya, call them out. Misalnya temen kerja perempuanmu ada yang digoda-godain dengan bercandaan sexist oleh temen kerjamu yang laki-laki, yha kamu bisa tegor aja dengan bilang bahwa bercandaannya enggak lucu atau inappropriate. Iya sih, butuh keberanian untuk merubah kultur kita yang kadang masih permisif dengan becandaan seksis, tapi tenang aja, kamu enggak sendirian kok. Sang korban juga tentunya merasa tertolong dengan pembelaan yang kamu kasih. So, always stand up for what’s right.
  • Ikut campur aja. Iya guys, urusan tetangga aja kita mau ikut campur kok, apalagi kalo ngeliat aksi kekerasan seksual. Jadi nih, kalo kamu ngeliat pelecehan atau kekerasan seksual di depan mata, baik secara verbal maupun fisik, langsung aja kamu intervensi. Misalnya, dengan meminta pelaku untuk berhenti melakukan aksinya, membatasi ruang gerak pelaku secara fisik, atau lindungi korbannya dengan nanya, “Bisa kubantu?” atau “Mau aku temenin sampe orangnya pergi/jemputan kamu dateng?” Kalo kamu merasa enggak aman untuk melakukan hal-hal tadi, coba deh telepon/panggil satpam, Pak RT, polisi (masih bisakah, polisi?) atau penjaga kosan untuk intervensi langsung. Pokoknya jangan cuek bebek aja guys.
  • Correct the harasser. Ini bisa dilakukan kalo kamu lagi sama temen-temenmu yang secara enggak disadari (atau disadari?) melakukan pelecehan seksual yang enggak langsung di depan korbannya, dan biasanya dalam bentuk verbal. Misalnya, ada orang yang bilang, “Eh, si ini/itu dadanya gede banget ya!” Duuuh, jangan deh, guys. Langsung bilang aja bahwa ucapan itu enggak pantes dan melecehkan/mengobjektifikasi orang lain. Hal ini penting untuk di-address langsung, supaya bentuk pelecehan kayak gini gak terulang, apalagi dalam skala yang lebih besar.
  • Talk to the woman in your life. Kadang, kita jadi permisif sama berbagai aksi pelecehan karena simply kita enggak pernah mengalami hal itu. Sama kayak ketika kita jadi kelompok mayoritas, kita jadi heran kenapa kelompok minoritas menuntut untuk diperlakukan setara. Padahal ya karena kita enggak ada di posisi mereka, jadi we cannot relate sama diskriminasi yang mereka rasakan (Yep, it’s also called: the privilege of the majority). Nah untuk menumbuhkan kesadaran bahwa “just because it didn’t happen to you, doesn’t mean it didn’t happen,” coba deh kamu ngobrol sama cewek-cewek yang ada di hidup kamu. Tanya, apakah mereka pernah mengalami pelecehan seksual dalam hidupnya, dan gimana perasaannya. Dengan begitu, kamu jadi bisa lebih memahami perspektif dan perasaan mereka sehingga kamu jadi lebih bijak untuk bertindak ketika menghadapi hal kayak gini.
  • Self evaluate and extend empathy. Yep, ini saatnya kamu mengevaluasi diri sendiri, apakah kamu selama ini pernah secara sengaja atau gak sengaja menjadi pelaku kekerasan seksual dalam bentuk sekecil apa pun? Kalo iya dan kamu menyadarinya, that means you’re developingand that’s a good thing. Setelahnya, kamu bisa jadi lebih berempati kalau kamu meng-encounter hal tersebut, karena kamu udah sadar.
  • Sadari bahwa peran kamu tuh penting banget. Iya, negor langsung pas liat ada pelecehan seksual itu penting, tapi men-challange aksi ini dari segi sosial dan kebiasaan juga sama pentingnya guys, karena kamu punya kekuatan untuk merubah kondisi ini secara lebih sistemik. Gimana caranya? Yha dengan secara terbuka mendukung gerakan yang concerned di isu-isu kekerasan seksual. Jadi menurut riset yang dilakukan oleh Harvard Business Review, di AS banyak laki-laki yang bilang kalo mereka sangat mendukung perjuangan untuk mengakhiri kekerasan seksual, tapi mereka masih nggak nyaman untuk menyampaikan dukungannya itu secara terbuka. Sebagian besar bilangnya karena mereka gak tau harus ngomong apa, atau bahkan takut salah ngomong. Nah, kamu bisa mengubah stigma ini dengan secara terbuka menyampaikan dukunganmu terhadap isu-isu anti sexual violence. Bisa mulai dari yang kecil aja, kayak via sosial media, atau aktif mengedukasi orang di sekelilingmu untuk jangan melakukan pelecehan seksual sekecil apa pun, baik korbannya tahu/enggak. Justru dengan secara terbuka melakukan hal ini, para korban akan merasa sangat berterima kasih sama dukunganmu lho, karena kamu udah membantu menyuarakan perasaan mereka.


Now, the weekly quarantips…

Yes, it’s us, your one internet friend who totally understands you! We understand that on weekends you just wanna enjoy cool stuff, so here are some recommendations. 
 
But before…
Tell us everything you like! Rekomendasikan hal-hal yang seru menurut kamu (bisa buku, podcast, video YouTube, apa pun itu, dengan cara mengisi form ini)Nanti, rekomendasimu bakal kita share di weekly quarantips aka below and let other people know how cool you are! Remember, sharing is caring! 

  • Our podcast! Today we’re giving you a summary on Project Multatuli’s latest damning article about a father who sexually abused his kids. (CAUTION! The content includes explicit sexual violence details which can be distressing for some listeners). 
  • Buat kalian yang kepikiran mau resign coba deh baca novel metropop “Resign!” karya Almira Bastari. Ringan dan relate dengan kehidupan anak kantornya deh itu novelnya. (@auliyakhumar)
  • Please yang mau release stress terus lagi ngerasa capek diuber kerjaan di WA dll, bisa cobain postcrossing atau nyari sahabat pena gitu. Bisa lewat postcrossing.com dan Ig @penpaling.id. I swear milih kartu pos dan prangko lucu-lucu tuh seru banget! udah gitu bisa nulisin hal-hal manis buat penerimanya dan kalau di website Postcrossing, biasanya orang-orang suka request mau ditulisin apa dan sering nemu yang gemes-gemes banget request-nya. Bisa juga pake app Slowlypostcrossing digital gitu. Goodluck! Makasih banget yang suka submit friday recs kalian ngebantu gue nemuin hal-hal baru yang seru <3 (Anonymous)
  • Buat kalian yang suka British period drama, coba deh nonton Downton Abbey! Ini series tentang kehidupan satu keluarga aristokrat beserta pelayan-pelayannya yang tinggal di rumah besar Downton Abbey. Temanya ada romance, komedi, drama, misteri, lengkap deh! Seru banget ternyata nontonin urusan rumah tangga orang lain wkwk 😂
    (Anoymous)
  • Cobain deh nonton Street Dance of China, menghibur banget sekaligus kasi asupan seni yang inspiratif buat otak kita. Aku mulai nonton dari season 3 tahun lalu karena ada Wang Yibo, tapi akhirnya ketagihan dan nontonin dari S1 sampe sekarang S4 nya lagi on air. Tiap Sabtu malem di channel YouTube YOUKU! Tenang, buat S3 ada English sub-nya, dan S4 ini juga udah ada sub Indo loh! (yue/moon)
  • Buat yang suka traveling dan bingung cari referensi tempat-tempat serunya, cek YouTube-nya Expedia! Kita juga akan merasakan sensasi seolah-olah we’ve been there, fuuun banget.
  • Beberapa waktu yang lalu aku random nonton series baru di Disney+, judulnya Dug Days. Ceritanya super duper ringan dan heartwarming banget, belum lagi animasinya Pixar yang emang bagus-bagus🥺 merhatiin detail-detailnya mulai dari rumput sampe bayangan bikin nenangin banget!<33 (@fakhriyaazzahra)

Quote of the day
 
“Each time a women stands up for herself without knowing it possibly, without claiming it, she stands up for all women.”
 
-Maya Angelou-

Thank you note

Thank you, Bubunya Keiko, for buying us coffee yesterday!

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here.  Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Ajak-ajak yuk!

Yep, kamu bakal langsung dapet merchandise eksklusif dari Catch Me Up! kalo kamu ngajak teman-teman kamu berlangganan! Caranya gampang banget, kamu tinggal klik link di bawah ini dan mulai deh, sebar-sebar referral code kamu ke teman, sodara, gebetan, rekan kantor, pokoknya siapa aja boleee….

Atau, kamu juga bisa langsung nge-klik share button di bawah ini! Kumpulin terus referral kamu untuk dapetin merchandise-nya ya! Gratis!

Angel’s Stories

1. Hari ini aku tes cpns. Kebetulan saat registrasi, panitia yang ngeverifikasi dokumenku kerja di unit kerja yang sama dengan yang aku lamar. Terus beliau nyemangatin aku dan doain semoga lulus. I was extremely happy to hear that! Semoga aku beneran lulus seleksi sampe akhir dan ketemu beliau lagi. Aamiin.

-A-
 
2. Hari ini aku pergi ke kantor pemerintahan. Sudah ambil antrian, ternyata baru tau kalau dari rumah harusnya daftar antrian online. Setelah aku ada bapak-bapak yang juga kebingungan gimana cara daftar, belum lagi masih harus antri. Alhasil aku bantu beliau dulu, supaya nomor antriannya dia duluan, baru deh aku. Bapaknya berterima kasih berkali-kali, it made my day too! Mungkin bisa dong, kantor-kantor pemerintahan jangan semuamuanya online. Kasian mereka yang sudah tua kurang bisa online. Kasian mereka sudah jauh², harus ditolak cuma gara² belum daftar online. Kasian mereka kebingungan kadang nggak ada yang peduli. Semoga ada ASN yang baca ^^
-^^-
 
(We believe that angels, just like superheroes and cats, come in different costumes, but they’re here for the same reasons: to make our days brighter, our smiles wider, and our feelings happier. So during these uncertain times, we’ve decided to replace the love letter with stories about kindness, because now more than ever, our community needs that. Shoot us your kindness stories here (can be something you see or experience firsthand (or no), basically, anything!) and we will feature it here. Go go go!)