ASEAN Menggelar KTT ke-38 dan 39, Myanmar Tak Diijinkan Datang

52

Who’s saying “you can’t sit with us?”

Regina George?
 
Yep, but also ASEAN to Myanmar.
In case you haven’t heard, ASEAN bakal menggelar Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) atau summit ke-38 dan 39 tanggal 26 sampe 28 Oktober 2021 mendatang. Pertemuan para pemimpin negara anggota ASEAN ini akan dipimpin oleh Brunei Darusalam sebagai tuan rumah. Semua negara anggota biasanya diharapkan buat dateng ni gengs, tapi untuk yang kali ini, pemimpin junta militer Myanmar Min Aung Hlaing gak diijinin buat hadir ngewakilin Myanmar.
 
Wait, I need more background.
Got it. As a refreshermiliter Myanmar akhirnya berhasil mengkudeta kekuasaan negara dari sipil yang sebelumnya dipimpin sama Aung San Suu Kyi pada 1 Februari 2021 lalu. Kudeta ini dilakukan karena menurut para militer, pemilunya curang. Terus Suu Kyi juga ditahan dan sampe sekarang lagi jadi tahanan rumah. Padahal pada pemilu tersebut, partainya Suu Kyi menang dibanding partai militer by a landslide, aka jumlah suaranya jauh banget.
 
Go on…
Kudeta ini kemudian bikin Myanmar jadi dilanda krisis besar di mana warga di seluruh wilayah turun ke jalan untuk memprotes langkah yang diambil para militer Myanmar. Mereka juga menuntut supaya pemerintahan dibalikin lagi ke tangan sipil, kan mereka udah dipilih secara legit. Karena berlangsung selama berkepanjangan, aksi protesnya disebut udah memakan ribuan korban jiwa, ribuan yang ditangkap, ditahan, dan puluhan ribu yang luka-luka. Berbagai sendi kehidupan juga lumpuh gengs, di mana kantor-kantor asing pada cusss dari Myanmar, and don’t get us started on the covid-19 handling…
 
OMG 🙁
Yep, kemudian flash forward to six months later, akhirnya pemimpin junta milter Myanmar Min Aung Hlaing mengumumkan pengangkatan dirinya sendiri sebagai Perdana Menteri. Catch up more on the issue here. Anyway, of course kudeta ini juga mendapat banyak kritikan dari dunia internasional, karena bener-bener dilakukan dengan kekerasan oleh militer Myanmar kepada penduduk sipil. Nah sebagai geng-an di kawasan ini, everyone’s eyes are on….
 
ASEAN.
Yep, ASEAN, di mana kita juga merupakan anggotanya udah lama ni guys dikritik sama masyarakat internasional karena dinilai kurang gerak dalam upaya menangani konflik di Myanmar. Pas ASEAN lagi meeting di Jakarta April lalu aja, Jenderal militernya Myanmar Aung Min Hlaing justru bisa dateng dalam kondisi negaranya lagi panas, dan yaudah disambut aja gitu sama kepala-kepala negara yang lain. Hal ini tentunya bikin dunia internasional maupun publik Myanmar yang anti-militer kecewa, karena langkah ini dinilai melegitimasi kekuasaan militer. Namun kalo kata Taylor Swift sama Ed Sheeran sih, everything has changed…
 
Apanya yang changed nih?
Well, dalam meeting KTT ASEAN (kayak bos di kantor kamu yha hobinya meeting wkwkwwk) selanjutnya yang bakal digelar di Brunei Darussalam pada 26-28 Oktober mendatang, para pemimpin ASEAN udah kompak nih, kali ini enggak mau ngundang Myanmar. Jadi dalam perundingan para anggota geng pada Jumat minggu lalu, mereka kompakan untuk enggak mau ngundang Myanmar, meskipun nggak semuanya satu suara. Eventually, final decision-nya adalah untuk enggak diundang guys.
 
Whoah, terus Myanmarnya gimana?
Ya bete lah. Hlaing sih bilang doi “extremely disappointed” dengan keputusan ini. Doi juga bilang kalo ini mah fix ada campur tangan pihak luar yaitu Amerika Serikat dan Uni Eropa. Jadi memang diketahui bahwa kedua aktor ini dengan keras dan terbuka menentang kudeta militer Myanmar. Hlaing bilang, special envoy ASEAN baru ketemu sama keduanya dan ujug-ujug ke keputusan gak ngundang Myanmar. Nah tapi keputusannya sendiri lengkapnya adalah pihak militer gak diijinin buat jadi perwakilan resmi dari Myanmar. Meski begitu, ASEAN bakal minta perwakilan non-politik buat dateng ke meeting nanti. Kalo militer Myanmar gak sepakat sama keputusan ini, yha bangku Myanmar nanti dianggep kosong aja gitu.
 
Hmmm. Anyone saying anything?
Yep. Apparently, negara-negara ASEAN yang secara terbuka gak mendukung militer Myanmar buat berpartisipasi di acara ini adalah Indonesia, Singapura, dan Malaysia. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi bilang kalo Myanmar gak boleh diwakilin di level politik sebelum ngembaliin kekuasaan ke sipil dengan cara yang inklusif. Terus of course AS dan UE ngedukung keputusan gak ngundang Myanmar ini dan nyebut tindakan ini penting mengingat gentingnya situasi di Myanmar saat ini.
 
I see. Anything else?
Keputusan gak diundangnya Myanmar ini juga ada hubungannya sama KTT di bulan April kemaren gengs. Pas KTT kemaren di mana Hlaing diundang, ASEAN menetapkan lima syarat yang harus dilakuin sama militer Myanmar. Syaratnya adalah kekerasan di Myanmar harus segera dihentikan, dialog konstruktif untuk mencari solusi damai, dan ASEAN akan memfasilitasi mediasi. Selain itu, ASEAN harus dapet akses untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Myanmar. Terus, ASEAN juga mau ngirim special envoy ke Myanmar. Tapi, Myanmar dianggep gak punya komitmen buat ngejalanin syarat itu, dan proses transisinya juga lambat banget nih. Jadinya gak diundang deh.