Presiden Jokowi Kunjungan Ke UNS Solo

18

Let’s catch you up on: Mahasiswa UNS ditangkap setelah kritik Jokowi.

Wait, what happened???
It all started when Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan ni ke Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo pada hari Senin tanggal 13 September 2021 kemarin gengs. Adapun kunjungan ini dilakukan dalam rangka membuka rapat Forum Rektor se-Indonesia, di mana pak pres juga didampingi sama Menteri Pendidikan Kebudayaan dan Ristekdikti Nadiem Makarim.
 
Terus?
Terus, rombongan presiden tiba di depan kampus UNS di Jl. Ir Sutami pukul 11.15 WIB. Di jalan tersebut sampe di depan kampus, terlihat banyak poster addressed to the president yang berisi kritik dari rekan-rekan mahasiswa. Dari situ, polisi dengan seragam bebas kemudian terlihat menangkap beberapa mahasiswa dan langsung mengamankan poster-poster tersebut.
 
Isi posternya emang apa aja?
Tulisan posternya macem-macem gengs, mulai dari tulisan “Pak tolong benahi KPK”, terus ada “Pak tolong beri ruang aman bagi kami”, “Tuntaskan HAM Masa Lalu,” hingga “Pemulihan Ekonomi dan Kesehatan Bukan Trade Off“. Nah poster-poster ini terbentang di akses masuk utama UNS yang emang dilewati Pak Jokowi.
 
What happened to mahasiswa then?
Saat ini udah dilepaskan sih. Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak bilang bahwa mahasiswa-mahasiswa tersebut enggak ditahan apalagi ditangkap, namun cuma dikasih pemahaman aja soal bagaimana cara menyampaikan pendapat yang baik. Terus juga soal kerumunan di tengah pandemi covid-19 ini gengs katanya.
 
Hmmm. Did anyone say anything?
Yoi, ada Presiden BEM UNS Zakky Musthofa yang bilang kalo teman-temannya udah dipulangkan, meski emang harusnya enggak ada penangkapan. Zakky bilang, temen-temennya cuma mau menyampaikan aspirasi, terus penyampaiannya juga sopan, enggak ada kata-kata sarkas, dan tidak dilakukan secara massal.
 
I see. Anything else?
Terus, ada juga ni pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Bambang Rukminto yang bilang kalo tindakan kepolisian dalam menyikapi hal ini berlebihan gengs alias lebay. Kritik dalam pemerintahan demokrasi merupakan hal yang wajar dan harusnya polisi malah menjaga keamanan masyarakat, bukannya malah menghalangi kebebasan berpendapat.