Prediksi Ekonomi Indonesia Tumbuh Hingga 5% di Tahun 2022, Penemuan Obat Covid-19, Tiktok Capai Lebih Dari Satu Miliar Pengguna Aktif Bulanan, India Matikan Akses Internet Ketika Ujian Guru Berlangsung

27

Hey, hey

Today’s Wednesday so, as the Plastics put it, on Wednesdays we wear pink. And, we listen to podcast. Now, a lot of good news for today: From the positive economy forecast to covid meds that finally give us some light at the end of the tunnel. Enjoy…


Who’s facing a greenlight economically speaking?

Indonesia.
Yep, menurut data terbaru yang dirilis sama Bank Dunia (World Bank) dalam laporan yang bertajuk World Bank East Asia and Pacific Update October 2021 kemarin, Indonesia diprediksi bisa tumbuh ekonominya hingga mendekati 5% di tahun 2022 mendatang gengs.
 
Reallllly?
Yep. Jadi kalo kata Kepala Ekonom Bank Dunia Kawasan Asia Timur dan Pasifik Aaditya Mattoo, ada beberapa faktor pendorong dari perkembangan ini, di antaranya adalah berbagai kebijakan pemerintah Indonesia dalam menghadapi pandemi covid-19. Menurut Mattoo, pendekatan pemerintah bersifat bersifat hybridmeaning menerapkan pengetatan terhadap mobilitas untuk menangani kesehatan tapi sambil tetep usaha fokus menggerakkan perekonomian.
 
I see…
Terus, salah satu faktor lainnya adalah kesigapan pemerintah dalam menjalankan program vaksinasi nasional terhadap masyarakat. FYI, per kemaren ni gengs, jumlah masyarakat Indonesia yang udah menerima dosis pertama vaksin against covid mencapai 88.531.137 orang, dan yang udah fully vaccinated ada 49.655.718 orang.
 
Clap, clap…
Yep, masih kata Bank Dunia ni guys, isu vaksinasi nasional emang jadi salah satu main topic buat negara-negara Asia Pasifik. Selain itu, penanganan covid juga jadi salah satu indikasi apakah ke depannya perekonomian suatu negara bisa meningkat. Makanya, Indonesia “dapet ramalan” bagus karena program vaksinasi nasional kita dinilai oke. Ditambah lagi sama varian delta yang pertengahan tahun 2021 ini menyerang berbagai belahan dunia. Bank Dunia juga menyebut di laporan tersebut bahwa kalo delta outbreak kemaren emang jadi salah satu faktor utama dalam penghambatan perkembangan ekonomi negara-negara.
 
Ok.
Nah tapi gengs, despite ramalan tersebut, Bank Dunia juga memangkas pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2021 jadi sebesar 3,7% ni. Padahal pada bulan April 2021 kemaren, Bank Dunia memproyeksi pertumbuhan perekonomian Indonesia tahun ini bisa mencapai 4,4%. Kenyataannya, perekonomian Indonesia melambat performanya di kuartal kedua, ya balik lagi karena si biang kerok delta itu gengs. Diketahui, hal ini gak cuma terjadi di Indonesia, tapi juga di negara-negara lainnya di Asia Pasifik.
 
Hmmm… Anything else?
Bank Dunia juga ngasih prediksi kalo program vaksinasi nasional di Indonesia dan Filipina bakal tercapai sebesar 60% di kuartal pertama tahun depan. Dengan begitu, perkembangan ekonomi bisa ke-triggered untuk bertumbuh di tahun 2022.
 
Amiiiin….

When you need a good news on covid19…

Everyone meet: pills to (potentially) treat covid-19.
Yep, finally a good news from the pandemic guys, di mana bentar lagi nih, kemungkinannya kita bakal menyaksikan penemuan pil yang bisa melawan covid19. Menurut salah satu peneliti dalam upaya penemuan ini, kalo obatnya efektif, maka kita (mungkin) aja nih, bisa kembali ke kehidupan normal.
 
Whoaa siapa penelitinya? 
Dr. Elizabeth Duke, dari Fred Hutch Research Center di Seattle, Amerika Serikat yang terlibat dalam penelitian ini. Jadi at this pointpara ilmuwan di Fred Hutch tadi lagi mengembangkan pil yang diminum harian, yang diyakini bisa menyembuhkan pasien covid kalo diminum sejak awal didiagnosis. Adapun upaya ini merupakan kerja sama internasional untuk mengembangkan obat yang bisa melawan covid sejak awal menginfeksi tubuh pasien.
 
Whoaa, tell me from the start!
OK. Adapun upaya pengembangannya dimulai dari Bulan Juli 2021 lalu saat dimulainya Clinical Trial (Uji Coba Klinis) di research center tersebut. Salah satu volunteer, yakni Miranda Kelly yang merupakan warga Seattle dan suaminya diketahui rutin meminum pil tersebut setiap hari sejak awal didiagnosis dengan covid, dan dua minggu kemudian, doi sembuh. Padahal Miranda punya kondisi penyerta kayak diabetes dan tekanan darah tinggi. Meskipun gak dikasih tau apakah Miranda dan suaminya menerima pil beneran atau placebo, Miranda bilang bahwa kondisinya emang improved banget, considering doi punya berbagai penyakit penyerta tadi.
 
But like, how does it work?
Jadi pilnya adalah obat antiviral yang diminum sebanyak dua kali dalam sehari selama lima atau sepuluh hari, sejak pertama kali seorang pasien dikonfirmasi tertular covid-19. Adapun obatnya dikembangkan untuk menyembuhkan dan menghindari infeksi virus dengan meningkatkan sistem imun, memulihkan infeksi, mem-block reseptor supaya virusnya nggak bisa menyerang sel-sel di tubuh kita yang sehat, dan mengurangi jumlah virus aktif dalam tubuh. Jadi emang udah lama diketahui bahwa obat antiviral merupakan pengobatan penting dalam infeksi yang disebabkan oleh virus, kayak hepatitis C dan HIV.
 
Nice, anyone saying anything about it?
Yep. Selanjutnya menurut Timothy Sheahan yang merupakan ahli virologi di the University of North Carolina-Chapel Hill dan salah satu peneliti di proyek ini, pil ini gak cuma bisa menyembuhkan covid lebih cepet, tapi juga bisa mengurangi penularan dengan orang terdekat pasien gengs. Makanya, pil ini digadang-gadang bisa mengubah kondisi pandemi covid-19 jadi penyakit biasa ke depannya, dan kemungkinannya kehidupan bisa balik ke normal.
 
I see. 
Beberapa perusahaan farmasi juga ikut mengembangkan pil antivirusnya di clinical trial ini, kayak Pfizer, Merck&Co, dan lain-lain. Makanya, perusahaan-perusahaan farmasi ini juga cepet-cepetan untuk mengembangkan pil minum ini. Dan untuk timeline-nya sendiri, belom bisa dipastikan kapan uji coba klinis ini bisa selesai sehingga pengobatan covid dengan menggunakan pil munum harian ini bisa langsung dipraktekin ke pasien. Tapi, rata-rata perusahaan farmasi tersebut nargetin di awal tahun depan.
 
Ada penerima khusus gak buat pil ini?
Pil ini juga ditargetin buat kelompok-kelompok tertentu ni gengs. Contohnya adalah kelompok-kelompok penderita penyakit autoimun yang sulit untuk menerima vaksin covid, terus juga kelompok lansia yang merupakan kelompok paling rawan terkena covid. Selain itu, obatnya juga diperuntukkan untuk para pelajar demi mendukung kegiatan belajar tatap muka.
 
Got it.
Terus minggu lalu, World Health Organisation (WHO) juga baru aja menambahkan terapi pengobatan antibodi Regeneron, yakni casirivimab dan imdevimab ke dalam daftar pengobatan untuk para penderita covid19. Disebutkan bahwa hasil uji klinis menemukan kombinasi keduanya efektif untuk digunakan pada pasien yang kondisinya enggak parah, tapi ada risiko dirawat di rumah sakit, maupun pada kasus parah pada orang-orang yang belum memiliki antibodi.
 
I see, anything else?
FYI, kombinasi pengobatan ini udah di-approve di Amerika Serikat dan Inggris, dan lagi di-review di Uni Eropa. Diketahui juga bahwa pas mantan presiden AS Donald Trump kena covid, beliau juga ditanganinya pake terapi ini guys.

Who just got 1 billion?

TikTok.
Kalian kapan gengs join TikTok? Jaman-jaman dance challenge tahun 2019? Atau jaman tutorial dalgona coffee di awal-awal pandemi covid? Either way, berarti kamu udah termasuk salah satu dari satu miliar pengguna aktif TikTok ni gengs. Yoi, baru aja nih TikTok ngumumin di blog-nya Senin kemaren kalo saat ini, mereka udah punya lebih dari satu miliar pengguna aktif bulanan di platform video singkat mereka tersebut.
 
Whoaaa, banyak banget!
Banget gengs, mengingat TikTok bukan social media milik giant tech company yang udah duluan mendominasi, kayak Facebook atau Google, maka jumlah ini bisa dibilang tinggi. Jadi, emang TikTok mengalami lonjakan pengguna terutama sejak awal-awal pandemi, di mana orang-orang gak bisa nyari hiburan keluar rumah dan jadinya mereka nyari hiburan di aplikasi ini deh. Salah satunya yha dengan bikin dance challenge lagu-lagu kayak Say So-nya Doja Cat yang sempet hits banget itu.
 
I see.
TikTok juga disebut para pengamat IT telah berhasil survive dari berbagai kebijakan pembatasan di banyak negara, contohnya di Amerika Serikat yang pas pada era Trump, sempet bakal mem-ban aplikasi ini. Tapi yha gajadi guys, karena panjangnya proses negosiasi, dan eventually, Trump digantikan sama Biden yang membatalkan aturan tersebut. Selain di AS, TikTok juga dilarang di India karena security concern, dan harus menjalani investigasi mendalam di Uni Eropa, khususnya Irlandia, terkait urusan data para pengguna.
 
Terus terus…
Nah, TikTok juga disebut berhasil bertahan meskipun banyak produk-produk serupa dari platform lainnya yang bermunculan. Yhaa kayak Instagram Reels, YouTube’s Shorts, dan Snapchat Spotlight. Perkembangan TikTok yang cepet banget ini juga bikin landscape persaingan bisnis di ranah social media makin kompetitif ni gengs, soalnya sebagai perbandingan, Instagram aja baru bisa mencapai milestone ini setelah lebih dari 5 tahun, sedangkan TikTok gak butuh waktu selama itu.
 
Got it, anything else?
Well, salah satu kunci kesuksesan TikTok dalam menjaring para penggunanya adalah dengaaan… menggaet para content creator. Jadi selama pandemi, TikTok disebut berhasil bekerja sama dengan millennials dan para high profile content creators  di platform lain kayak Instagram untuk menggunakan platformnya. Gak tanggung-tanggung guys, TikTok sampe mengucurkan dana sebesar US$1 Milyar yang dialokasikan buat para kreator supaya mereka bikin konten di TikTok.

Who’s going the extra mile?

India.
Karena mereka bela-belain matiin internet guys, demiiii bikin para guru yang lagi menghadapi ujian nggak nyontek. Jadi, inget gak sih bahwa dulu. kalo kita ujian di kelas, selalu hape kita disita guru supaya kita gak bisa nyontek dari hape dengan chat sama temen atau meng-google jawaban? Nah kalo di India, ga tanggung-tanggung guys. Pada Hari Minggu kemarin, 10 distrik di Rajasthan, India full mati dalam rangka ujian tulis Rajasthan Eligibility Exam for Teachers (REET). Iya, jadi ada sepuluh wilayah yang dimatiin internetnya, demi menghindari para guru yang merupakan peserta tes gak bisa nyontek pake internet. Dampaknya yha hari itu sekitar 25 juta penduduk di Rajasthan enggak bisa mengakses internet selama REET berlangsung.
 
Jadi, REET ini emang merupakan jalur ujian supaya calon guru bisa diangkat jadi pegawai tetap di sekolah negeri level primary or secondary di India. Posisi guru ini ok banget karena banyak benefitnya, dan tesnya juga terakhir diadain pada tahun 2018. Makanya, banyak banget peserta tes tahun ini yang dateng berbondong-bondong dari berbagai wilayah di India. Selain dengan matiin internet, otoritas di Rajasthan juga melakukan berbagai upaya pencegahan nyontek lainnya, termasuk meminta para peserta ujian nggak pake maskernya sendiri pas masuk ruangan. Jadi pas nyampe, mereka bakal dikasih masker baru. Terus of course, CCTV dan pengawasan ketat juga dilakukan para petugas.
 
FYI, walaupun terkesan ekstrim, namun hal ini emang belajar dari pengalaman masa lalu di mana banyak yang ketauan nyontek ketika ujian di India. Salah satu contoh yang mendapat perhatian publik adalah di tahun 2015, ketika ada anggota keluarga yang sampe manjat tembok untuk ngasihin lembar contekan buat anaknya yang lagi ujian di sekolah.

“Ya belum ada tanda-tandalah. Masih berjalan, masih berjalan. Biasa proses itu memang tidak cepat, butuh waktu yang lama,”

Gitu guys kata Kadiv Hubinter Polri Irjen Johni Asadoma pas ditanya soal keberadaan buronan KPK yang juga mantan politisi PDIP, Harun Masiku. Kata Pak Johni, pihak polisi udah mengirimkan red notice ke negara-negara lain, dan minta supaya klo doi masuk ke negaranya, agar Indonesia dikabarin. Tapi yha emang gabisa cepat prosesnya, tapi butuh waktu yang lama.

 
When you’ve been seeing your crush for months and your friends keep asking if you’re already official…

Announcement


No one bought us coffee today 🙁

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Ajak-ajak yuk!


Yep, kamu bakal langsung dapet merchandise eksklusif dari Catch Me Up! kalo kamu ngajak teman-teman kamu berlangganan! Caranya gampang banget, kamu tinggal klik link di bawah ini dan mulai deh, sebar-sebar referral code kamu ke teman, sodara, gebetan, rekan kantor, pokoknya siapa aja boleee….

Atau, kamu juga bisa langsung nge-klik share button di bawah ini! Kumpulin terus referral kamu untuk dapetin merchandise-nya ya! Gratis!


Catch Me Up! recommendations

Journalling is scientifically proven to reduce anxiety, so if you new to it, here’s how to start.

Angel’s Stories

1. Belakangan ini, aku merasa irritable banget, karena kondisi kerjaan aku yang enggak jelas. Kontrakku habis bulan ini dan sampe sekarang aku belum nemu kerjaan baru. Aku jadi anxious dan gampang emosi, apalagi aku juga sebenernya tulang punggung keluarga. Dalam kondisi kayak gini, aku bersyukur karena ada pacarku yang selalu nenangin dan nemenin aku sehari-hari. Dia orangnya positif banget dan selalu ngingetin bahwa things are fine and I will eventually get a job. Karenanya, aku mau berterima kasih sama pacarku D yang juga subscribe ke Catch Me Up! Makasih ya sayang. Sehat-sehat dan baik-baik terus ya, kita <3
-Anonymous-
 
2. Ibuku punya penyakit yang mengharuskan dia minum obat yang nggak boleh skip gitu. Nah minggu lalu, kakakku yang biasanya ngurusin refill obatnya ibu kelupaan, dan kita jadi bingung karena obatnya habis. Untungnya, apotek kita udah langganan dan mas apotekernya bantuin kita banget untuk dapetin obat itu. Bener-bener deh angel-ku banget.
-TJ-
 
(We believe that angels, just like superheroes and cats, come in different costumes, but they’re here for the same reasons: to make our days brighter, our smiles wider, and our feelings happier. So during these uncertain times, we’ve decided to replace the love letter with stories about kindness, because now more than ever, our community needs that. Shoot us your kindness stories here (can be something you see or experience firsthand (or no), basically, anything!) and we will feature it here. You can also check our previous angel stories on our angel’s Instagram. Go go go!)