Persediaan Bensin Bertimbal Akhirnya Habis

27

What is finally off from the market?

Bensin bertimbal.

Yoi guysleaded gasoline atau bensin bertimbal akhirnya udah gak bakal dipake lagi ke depannya sebagai bahan bakar kendaraan bermotor di seluruh dunia. Gara-garanya adalah Aljazair, yang merupakan satu-satunya negara yang masih menjual bensin bertimbal akhirnya udah abis stoknya pada Juli lalu. Kabar gembira ini baru aja disampaikan oleh kantor UN for Environment hari Senin kemarin.

It’s a good thing right?

Indeed. Bensin bertimbal ini sangat beracun dan sering jadi permasalahan buat kesehatan manusia gengs. Nah, kebijakan Aljazair ini mengikuti himbauan PBB untuk mengakhiri penggunaan bensin bertimbal at all. Menurut Direktur Eksekutif UNEP Inger Andersen, hal ini merupakan langkah yang besar dalam mewujudkan kesehatan global dan lingkungan.

Nice.

Apalagi, penelitian selama ini menunjukkan kalo dampak bensin bertimbal yang terpapar ke manusia ini dampaknya buruk banget gengs. Bensin bertimbal bisa menyebabkan penyakit jantung, struk, hingga kerusakan otak. Gak cuma itu, bensin bertimbal diketahui bisa menyebabkan intellectual impairment di anak hingga kematian bayi prematur.

Thank God udah distop penjualannya…

Yoi. Di Amerika Serikat sendiri, penggunaan bensin bertimbal ini udah dihentikan sedikit demi sedikit sejak tahun 70-an, di mana para produsen mobil di sana kemudian bikin mesin yang di-design untuk nggak pake bensin bertimbal. Namun di negara-negara berkembang, bensin bertimbal ini masih digunakan hingga tahun 2000-an, dan karena itulah di tahun 2002, UNEP kemudian meluncurkan kampanye untuk menyudahi penggunaan bensin bertimbal secara global.

Anything else?

Terkait pencapaian ini, Sekjen PBB Antonio Guterres bilang bahwa penghentian seluruhnya dari penggunaan bensin bertimbal ini menunjukkan bahwa perjanjian internasional emang bisa kok dimanfaatkan untuk meng-address isu lingkungan. Sekarang, saatnya kita semua memberikan komitmen yang sama terhadap perubahan cuaca, punahnya biodiversity, dan polusi.