Peretas China Berhasil Membobol Sistem Jaringan Internal Indonesia

21

What just got hacked?

Jaringan internal 10 Kementerian dan Lembaga Negara Indonesia.

Wait, what???
Yoi gengs, kabarnya ni sekelompok peretas atau hacker dari China berhasil membobol sistem jaringan internal punya 10 kementerian dan lembaga negara di Indonesia, termasuk Badan Intelijen Negara (BIN).
 
I need some background please.
Got it. So, peneliti keamanan internet milik The Record yaitu Insikt Group merilis laporan terbaru soal peretasan jaringan internal 10 kementerian dan lembaga negara Indonesia yang diduga oleh Honeymyte atau Mustang Panda. Honeymyte sendiri merupakan kelompok hacker internasional yang terkenal banget ni udah sering nge-hack berbagai negara di Asia kayak Hongkong, Mongolia, sampe Vietnam.
 
OMG… Go on.
Dari laporan tersebut, katanya Insikt Group pertama kali ngeliat adanya peretasan tersebut sejak April kemaren gengs. Diketahui server yang biasa digunakan oleh Honeymyte melakukan kontak dalam jaringan milik pemerintah Indonesia.
 
Lah terus gak langsung dikasih tau ke Pemerintah Indonesia tu?
Katanya sih Insikt Group udah nyampein langsung ke otoritas terkait di Indonesia sejak bulan Juni dan Juli kemaren guys, tapi gak direspons apa-apa. Terus, dari temuan tersebut juga diketahui kalo Honeymyte menggunakan private ransomware yang bernama Thanos. Iya, kamu gak salah baca gengs, namanya sama ama nama villain di rangkaian film The AvengersRansomeware ini katanya berbahaya banget loh, sampe bisa nge-ride sistem operasi dan ngubah target juga.
 
Emangnya 10 kementerian dan lembaga mana aja yang di-hack?
Nah untuk itu juga belom cukup jelas gengs mana aja yang di-hack. Makanya ni, pakar keamanan siber dari Lembaga Riset Siber CISSReC Pratama Persadha bilang kalo ada banget ni kemungkinan kalo ini cuma klaim sepihak. Karena lembaganya belom nerima bukti apa-apa soal peretasan ini.
 
Motifnya nge-hack kita apa?
Ini juga belum jelas, ya karena buktinya juga belom jelas. Tapi ada beberapa prediksi yang muncul, dan salah satunya bilang bahwa peretasan ini ada hubungannya sama isu Laut China Selatan yang semakin memanas. As a refresher, China emang lagi ngeklaim seluruh wilayah di Laut China Selatan ni, padahal negara-negara lain juga ada Zona Ekonomi Eksklusif di sini, kayak beberapa negara ASEAN yang merupakan tetangga Indonesia.
 
Whoaaa… Anyone got a say about this?
Yep. Ada anggota Komisi I DPR RI Fraksi Golkar Dave Laksono yang bilang kalo kelemahan keamanan siber di Indonesia emang patut disorot nih. Kemaren udah data BPJS dan eHAC yang bocor, eh sekarang gak tanggung-tanggun jaringan 10 kementerian dan lembaga negara diketahui diretas. Doi bilang kalo dugaan ini harus ditanggapi dengan serius oleh pihak berwenang, karena kebocoran data ini bisa berbahaya banget buat pemerintah dan masyarakat Indonesia.
 
Terus dari pihak berwenangnya gimana?
Mabes Polri katanya langsung berkoordinasi sama Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemenkominfo) buat menangani kasus ini. Tapi pihak Polri bilang belom bisa memberikan rincian tindakan yang akan mereka lakukan soal kasus peretasan ini ke publik guys. Intinya, they said they’re on it.
 
I see. Anything else I should know?
Nah kasus ini kembali memunculkan urgensi pentingnya RUU Perlindungan Data Pribadi (PDP). Dave Laksono juga bilang kalo RUU ini bisa meningkatkan kualitas server di Indonesia sehingga lebih susah buat di-hack. Tapi sayangnya, sampe saat ini pembahasan RUU PDP masih alot karena belom ada titik temu antara Kemenkominfo dan Komisi I tentang penempatan kewenangan.