Penemuan Obat Covid-19

25

When you need a good news on covid19…

Everyone meet: pills to (potentially) treat covid-19.
Yep, finally a good news from the pandemic guys, di mana bentar lagi nih, kemungkinannya kita bakal menyaksikan penemuan pil yang bisa melawan covid19. Menurut salah satu peneliti dalam upaya penemuan ini, kalo obatnya efektif, maka kita (mungkin) aja nih, bisa kembali ke kehidupan normal.
 
Whoaa siapa penelitinya? 
Dr. Elizabeth Duke, dari Fred Hutch Research Center di Seattle, Amerika Serikat yang terlibat dalam penelitian ini. Jadi at this pointpara ilmuwan di Fred Hutch tadi lagi mengembangkan pil yang diminum harian, yang diyakini bisa menyembuhkan pasien covid kalo diminum sejak awal didiagnosis. Adapun upaya ini merupakan kerja sama internasional untuk mengembangkan obat yang bisa melawan covid sejak awal menginfeksi tubuh pasien.
 
Whoaa, tell me from the start!
OK. Adapun upaya pengembangannya dimulai dari Bulan Juli 2021 lalu saat dimulainya Clinical Trial (Uji Coba Klinis) di research center tersebut. Salah satu volunteer, yakni Miranda Kelly yang merupakan warga Seattle dan suaminya diketahui rutin meminum pil tersebut setiap hari sejak awal didiagnosis dengan covid, dan dua minggu kemudian, doi sembuh. Padahal Miranda punya kondisi penyerta kayak diabetes dan tekanan darah tinggi. Meskipun gak dikasih tau apakah Miranda dan suaminya menerima pil beneran atau placebo, Miranda bilang bahwa kondisinya emang improved banget, considering doi punya berbagai penyakit penyerta tadi.
 
But like, how does it work?
Jadi pilnya adalah obat antiviral yang diminum sebanyak dua kali dalam sehari selama lima atau sepuluh hari, sejak pertama kali seorang pasien dikonfirmasi tertular covid-19. Adapun obatnya dikembangkan untuk menyembuhkan dan menghindari infeksi virus dengan meningkatkan sistem imun, memulihkan infeksi, mem-block reseptor supaya virusnya nggak bisa menyerang sel-sel di tubuh kita yang sehat, dan mengurangi jumlah virus aktif dalam tubuh. Jadi emang udah lama diketahui bahwa obat antiviral merupakan pengobatan penting dalam infeksi yang disebabkan oleh virus, kayak hepatitis C dan HIV.
 
Nice, anyone saying anything about it?
Yep. Selanjutnya menurut Timothy Sheahan yang merupakan ahli virologi di the University of North Carolina-Chapel Hill dan salah satu peneliti di proyek ini, pil ini gak cuma bisa menyembuhkan covid lebih cepet, tapi juga bisa mengurangi penularan dengan orang terdekat pasien gengs. Makanya, pil ini digadang-gadang bisa mengubah kondisi pandemi covid-19 jadi penyakit biasa ke depannya, dan kemungkinannya kehidupan bisa balik ke normal.
 
I see. 
Beberapa perusahaan farmasi juga ikut mengembangkan pil antivirusnya di clinical trial ini, kayak Pfizer, Merck&Co, dan lain-lain. Makanya, perusahaan-perusahaan farmasi ini juga cepet-cepetan untuk mengembangkan pil minum ini. Dan untuk timeline-nya sendiri, belom bisa dipastikan kapan uji coba klinis ini bisa selesai sehingga pengobatan covid dengan menggunakan pil munum harian ini bisa langsung dipraktekin ke pasien. Tapi, rata-rata perusahaan farmasi tersebut nargetin di awal tahun depan.
 
Ada penerima khusus gak buat pil ini?
Pil ini juga ditargetin buat kelompok-kelompok tertentu ni gengs. Contohnya adalah kelompok-kelompok penderita penyakit autoimun yang sulit untuk menerima vaksin covid, terus juga kelompok lansia yang merupakan kelompok paling rawan terkena covid. Selain itu, obatnya juga diperuntukkan untuk para pelajar demi mendukung kegiatan belajar tatap muka.
 
Got it.
Terus minggu lalu, World Health Organisation (WHO) juga baru aja menambahkan terapi pengobatan antibodi Regeneron, yakni casirivimab dan imdevimab ke dalam daftar pengobatan untuk para penderita covid19. Disebutkan bahwa hasil uji klinis menemukan kombinasi keduanya efektif untuk digunakan pada pasien yang kondisinya enggak parah, tapi ada risiko dirawat di rumah sakit, maupun pada kasus parah pada orang-orang yang belum memiliki antibodi.
 
I see, anything else?
FYI, kombinasi pengobatan ini udah di-approve di Amerika Serikat dan Inggris, dan lagi di-review di Uni Eropa. Diketahui juga bahwa pas mantan presiden AS Donald Trump kena covid, beliau juga ditanganinya pake terapi ini guys.