Pegawai KPK Resmi Dipecat, Ditawarkan Jadi ASN Polri

29

When you’ve been hearing about plot twist…

Yep, ada plot twist dari perkembangan isu para pegawai KPK yang resmi dipecat hari ini ni gengs. Eng ing eeeeng… mereka kemudian ditawarin untuk ditarik jadi ASN Polri aka di kepolisian.
 
Hah, gimana?
Inget kan guys, pemecatan 57 karyawan KPK yang gak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) untuk alih status dari karyawan jadi ASN di KPK? Nah sesuai timeline, hari ini semua karyawan tersebut bakal resmi dipecat. Hal inilah yang memicu demo mahasiswa BEM SI dan Gerakan Selamatkan KPK (GASAK) hari Senin kemaren. Terkait hal ini, update terbarunya adalah, 56 karyawan di antaranya kemudian ditawari jadi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Bareskrim Polri. Adapun satu lagi enggak ikutan, karena ternyata doi pengen pensiun.
 
Whoaaa, baru aja ni?
Yoi, pas Selasa malem kemaren ni gengs, dan hal ini disampaikan langsung sama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang bilang kalo tawaran tersebut juga berlaku buat penyidik senior Novel Baswedan. Pak Sigit bilang, para karyawan KPK ini kan dari rekam jejak dan reputasinya udah banyak berhadapan dengan kasus-kasus tindak pidana korupsi, jadi bakal cocok dan bermanfaat banget lah kalo turut memperkuat organisasi kepolisian.
 
Emang bisa ya?
Apparently bisa gengs. Terus Pak Sigit juga bilang kalo doi udah surat-suratan sama Presiden Joko Widodo soal usulan ini, dan udah di-acc. Selanjutnya, Pak Sigit juga diminta untuk kordinasi sama Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk mengatur mekanisme perpindahan pegawai antar instansi tersebut.
 
Terus kata BKN gimana?
Yha menurut Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana, kalo misalkan tawaran jadi ASN di Polri ini diterima, semua pegawai tersebut tetep harus ngikutin pendidikan dan pelatihan (diklat) wajib yang diikutin sama semua calon ASN. Jadi gak ujug-ujug langsung jadi ASN ni gengs meskipun ini adalah tawaran dan sebelumnya semua pegawai KPK nonaktif tersebut rata-rata udah mengabdi di KPK selama bertahun-tahun.
 
But like, anyone saying anything about it?
Yep, ada Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman yang menilai bahwa kalo para pegawai ini diangkat jadi ASN Polri, berarti TWK kemaren tu gak ada artinya dong? Karena kan mereka dipecat karena gak memenuhi TWK, tapi dengan diangkatnya para pegawai ini jadi ASN Polri, secara gak langsung wawasan kebangsaan mereka diakui dong berarti. Padahal, KPK aja membuat keputusan memecat pegawai-pegawai ini karena ngerasa mereka udah gak bisa dibina. Yha jadi keliatan plin-plan dan gak tulus aja gitu.
 
IDK, dude. Terus, karyawannya sendiri gimana?
Well, para pegawai KPK yang ga lolos tes TWK kayak Rasamala Aritonang, Hotman Tambunan, dan Giri Suprapdiono sih bilang kalo mereka pokoknya mau mengkaji dulu bentuk tawarannya kayak apa. Karena pasti akan ada banyak penyesuaian terkait pindah tempat kerja ini, kan. Meski begitu, mereka tetap mengapresiasi tawaran tersebut, walaupun yha gamau buru-buru aja ambil keputusan.
 
Got it. Anything else?
Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD juga ngejelasin ni kalo nantinya ke-56 pegawai tersebut saat di Polri cuma murni jadi ASN aja gengs, bukan penyidik. Hal ini juga dipertegas sama Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen Pol Agus Andrianto kalo kemungkinan jadi penyidik lagi ya hampir gak ada buat para pegawai yang bakal dipecat KPK hari ini.