Indonesia Jadi Presiden G20 Selama Satu Tahun

31

Now, let’s start with: Indonesia jadi presiden G20 selama satu tahun.

Let’s get to it.
So, Indonesia baru aja ni terpilih buat menduduki kursi presidensi G20, yang merupakan perkumpulan 20 negara-negara ekonomi terbesar di dalamnya. Kabar ini baru aja disampein sama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di konferensi pers online hari Selasa malem kemaren.

Well, what does the job contract sound like?
Jadi, periode presidensi yang akan dijabat Indonesia ini akan dimulai dari tanggal 1 Desember 2021 sampe 30 November 2022. Sebelumnya, presidensi G20 dipegang oleh Italia ni gengs. Jadi, Presiden Jokowi bakal dateng ke penutupan KTT G20 di Roma, Italia, pada tanggal 30 Oktober 2021 mendatang buat serah terima jabatan. FYI, ini pertama kalinya Indonesia diberi kesempatan buat menduduki posisi presidensi sejak pertama kalinya G20 terbentuk di tahun 1999. Dengan begitu, Indonesia bakal menjadi tuan rumah buat berbagai kegiatan G20 selama periode jabatan tersebut.

Terus, manfaatnya apa?

Well, kata Pak Airlangga, dengan menjadi Presidensi G-20, Indonesia memiliki kesempatan secara strategis untuk ikut menentukan arah desain kebijakan pemulihan ekonomi global, terutama pada masa pasca pandemi Covid-19. Doi juga bilang bahwa ada manfaat besar yang bisa diperoleh dari posisi ini, dari segi ekonomi, pembangunan sosial, dan politik. Terus guys, masih kata Pak Airlangga, manfaatnya ini bisa dua kali lipat lebih besar daripada yang dicapai dalam pertemuan IMF-World Bank 2018 lalu.

Whoa, sounds like a big deal…
It is, guys. Even Menteri Luar Negeri Bu Retno Marsudi said so. Doi bilang kalo ini adalah kepercayaan dan tanggung jawab besar untuk Indonesia, terutama di level internasional. Rencananya, bakal ada sekitar 150 events untuk G20 ini, mulai dari KTT, pertemuan berbagai working groups, rapat Sherpa dan Finance, dan lain-lain. Indonesia juga udah punya tema buat masa jabatannya di G20 kalo kata Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate. Temanya yaitu “Recover Together, Recover Stronger”.

Uuuw. Explain about the theme please.
Kata Pak Plate, temanya mencerminkan semangat bareng-bareng buat memulihkan perekonomian dan kesehatan negara-negara anggota G20. FYI lagi, tiap tahunnya emang negara-negara pemegang presidensi mengusung tema selama masa jabatannya berlangsung.

Ok, so now what does this mean for us?
It means, penambahan lapangan kerja among other benefits. Pak Airlangga menyebutkan bahwa dengan target diadakan 150-an events, diperkirakan bakal ada 33 ribu tenaga kerja yang terserap di berbagai bidang. Selain itu, pengamat ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Sugiyono Madelan Ibrahim bilang kalo acara G20 bakal melibatkan banyak banget usaha dalam negeri, sehingga meningkatkan konsumsi Indonesia, which will be a good thing.

Nice.
Gak cuma itu, dari segi vaksinasi nasional juga posisi ini diprediksi bisa memberikan dampak baik gengs. Pak Sugiyono bilang, Indonesia bakal banyak diberitain media internasional karena menduduki posisi ini, dan dengan begini berarti negara-negara G20 produsen vaksin bakal lebih cepet merespons kebutuhan vaksinasi di Indonesia, sehingga berdampak kepada meningkatnya vaksinasi nasional.

Got it.
Selanjutnya, Menteri Keuangan Bu Sri Mulyani juga bilang bahwa salah satu bahasan utama di pertemuan G20 nanti adalah everything tax-related. Hal ini sejalan dengan Indonesia yang sedang dalam tahap reformasi sistem perpajakan. Diharapkan pertemuan dengan G20 ini bisa membantu Indonesia dalam menentukan kebijakan penting terkait perpajakan, dan juga ekonomi digital.

Cool. Anything else?
Well, terkait posisi baru ini, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menkomarves) Luhut Binsar Pandjaitan bilang bahwa pemerintah bakal mempersiapkan lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas (5 DPSP) buat menyambut tamu dari G20 nanti selama masa presidensi Indonesia. Kelima destinasi pariwisata tersebut adalah Labuan Bajo (NTT), Danau Toba (Sumatera Utara), Borobudur (Jawa Tengah), Mandalika (NTB), dan Likupang (Sulawesi Utara).