Facebook & Instagram Menyebabkan Masalah Citra Tubuh Penggunanya

48

When you’ve been scrolling too much on Instagram…

Be cautious about your mental health.
 
I know. Anything new?
Well apparentlyFacebook yang juga pemilik Instagram mengetahui bahwa aplikasinya bisa menyebabkan masalah pada body image penggunanya, khususnya pada remaja perempuan. Hal ini diketahui dari dokumen penelitian internal rahasia perusahaan yang bocyorrr.
 
Whoaaa tell me more!

Sure. Jadi sejak tahun 2019, Facebook udah meneliti soal efek dari platform-nya itu pada kesehatan mental para pengguna. Terus hasilnya menunjukkan bahwa memang ada efek negatif yang dirasakan, khususnya di kalangan pengguna remaja perempuan. Dalam dokumen itu disebutkan:“We make body image issues worse for one in three teen girls.” Gak cuma itu, para remaja pengguna social media ini juga bilang kalo Instagram udah menambah tingkat kecemasan dan depresi mereka./div>

 
Whoa, who spilled the tea?
Adalah Wall Street Journal, media internasional yang berbasis di New York City, Amerika Serikat. WSJ nge-publish artikel soal dokumen internal Instagram yang berisi extensive research tentang isu ini pada tanggal 14 September 2021 kemaren. Dalam artikel tersebut, WSJ bilang kalo riset yang tertutup ini merupakan bukti kalo perusahaan Facebook always puts profit first. Karena isu ini emang udah lama banget jadi perhatian netijen, namun Instagram dinilai “downplaying” efek negatif dari platformnya.
 
Hold on. Tell me more about the research.
OK. Jadi masih dalam penelitian internalnya itu ditemukan bahwa di antara remaja yang punya pengalaman “pikiran pengen bunuh diri,” 13% dari pengguna di Inggris dan 6% dari pengguna di Amerika Serikat mengaitkan keinginan ini dengan Instagram. Para peneliti juga menemukan bahwa Instagram bisa menyebabkan efek negatif pada anak laki-laki, di mana pada riset di tahun 2019, ditemukan bahwa 14% anak laki-laki di AS bilang bahwa Instagram bikin mereka merasa lebih buruk dengan dirinya sendiri.
 
Did the company say anything regarding this?
Yep. Gak lama kemudian, Instagram langsung nge-post penjelasan untuk mengklarifikasi riset ini. Dalam postingan yang ditulis oleh Head of Public Policy Instagram Karina Newton, disebutkan bahwa riset ini dilakukan untuk lebih memahami pengalaman para penggunanya. Terus, Instagram juga menegaskan bahwa mereka selalu mengupayakan yang terbaik buat penggunanya dan fokus di berbagai macam isu kayak bullying, self-harm, suicide, dan lain-lain.
 
I am reading…
Terus, untuk membuat Instagram jadi ruang yang aman bagi semua orang, Karina juga bilang bahwa platform tersebut kemudian mengembangkan fitur yang bisa dimanfaatkan oleh pengguna untuk menghindari bullying, kayak menyembunyikan opsi “like”, dan menghubungkan pengguna yang tengah menghadapi masalah terkait mental health dengan organisasi lokal.
 
Go on…
Karina juga menulis bahwa mereka tengah meningkatkan fokusnya ke isu body image, dan tengah mencari cara supaya penggunanya bisa mengurangi fokus ke penampilan fisik. Selanjutnya, Instagram juga menyebut bahwa platform mereka telah memberikan suara kepada kelompok-kelompok yang termarjinalkan, dan juga ngasih platform buat orang-orang untuk reconnectingAll in all, keterangan ini juga bilang bahwa: Social media isn’t inherently good or bad for people. Many find it helpful one day, and problematic the next. What seems to matter most is how people use social media, and their state of mind when they use it.
 
OK. Anything else I should know?
Well, terkait hal ini, senator AS langsung bereaksi ni gengs. Adalah Senator Richard Blumenthal asal Connecticut yang bilang bahwa laporan dari WSJ tadi menunjukkan bahwa FB dan IG emang udah lama tahu soal efek platformnya pada anak muda, tapi ya diabaikan aja demi “growth“. Selain itu, Blumenthal juga bilang bahwa sebagai senator dia akan mendorong terwujudnya aturan yang melindungi anak-anak dan orang tua.