Wapres AS Kamala Harris Kunjungi Singapura dan Vietnam

36

Who is singing “you can count on me like one two three…”?

Bruno Mars?
 

Yep, and also Vice President of the USA Kamala Harris.

Jadi hal itulah yang disampaikan sama Madam Vice President Kamala Harris pas mengunjungi Asia Tenggara, tepatnya ke Singapura pada tanggal 22 Agustus 2021 dan Vietnam tanggal 24 Agustus 2021. FYI, ini adalah pertama kalinya Harris melakukan kunjungan ke wilayah ini setelah menjabat sebagai Wapres Amerika Serikat.
 
Ngapain tu?
Agendanya sih pengen memperkuat hubungan diplomatis dengan negara-negara Asia Tenggara, terlebih di tengah-tengah situasi terbaru di Afghanistan dan Laut Cina Selatan yang lagi memanas. Dalam kesempatan kunjungannya ke Singapura, Harris juga menegaskan bahwa kita-kita di Asia Tenggara nih bisa count on the US. “We are a credible ally,” gitu katanya.
 
Why is that necessary?
Yha karena emang semenjak Biden-Harris dilantik pada Januari lalu, banyak pengamat hubungan internasional yang menunggu nih, bakal kayak gimana kebijakan Biden di wilayah ini. Karenanya, kunjungan ini udah diantisipasi banget gengs, apalagi dilakukan bertepatan dengan baru ditariknya tentara AS dari Afghanistan.
 
I see…
Nah, selain mempertegas komitmennya dalam kerja sama di Asia Tenggara, Harris juga bakal fokus pada isu lain kayak ekonomi, supply chain, climate crisis, pandemi covid-19, hingga isu Laut China Selatan. Adapun dalam pertemuannya kemarin sama Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Llong, Harris membahas topik-topik ini dan menghasilkan beberapa perjanjian kerja sama juga. Produktif yha.
 
What about Laut China Selatan situation tho?
As a background, sejak tahun 2016 silam, China mengklaim bahwa Laut China Selatan adalah wilayah teritorial mereka. Well, it is called ‘China’ Sea... Nah, menurut China, 90% dari laut tersebut adalah milik China, despite keputusan PBB yang bilang kalo wilayah tersebut adalah Zona Ekonomi Eksklusif milik beberapa negara Asia Tenggara kayak Brunei Darussalam, Malaysia, Taiwan, Filipina, Indonesia, dan Vietnam.
 
Terus?
Perairan ini strategis banget karena Laut China Selatan adalah jalur perdagangan internasional terbesar ketiga gengs. Kalo China ngeklaim hampir semua wilayah tersebut, otomatis bakal bikin kekuatan China semakin besar secara internasional. Soalnya, China berhak nentuin siapa aja yang bisa lewat situ. Makanya Uni Eropa dan AS ngebelain banget ni negara-negara Asia Tenggara yang dispute sama China over this matter.
 
Well, does Harris say anything about this, tho?
Yep, dalam hal ini, Harris bilang bahwa Beijing maksa dan mengintimidasi banget dalam klaimnya terhadap South China Sea. Beliau juga bilang klaim China nggak berdasar dan melanggar aturan kedaulatan negara lain.
 
Terus… kok ga mampir ke sini sis?
Nah kemaren udah mimin WA tapi belum dibales gengs *wkwkkw* tapi emang sih, banyak yang nanyain kenapa Harris cuma ke Singapura dan Vietnam doang? Kenapa nggak ke Indonesia? Secara Indonesia adalah negara terbesar di Asia Tenggara. Kalo kata Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana, kemungkinannya Indonesia lagi dikasih waktu buat ngurus covid dulu yang lagi bergejolak.
 
Why Vietnam and Singapore, then?
Well, masih kata Pak Hikmahanto, karena Vietnam punya klaim langsung guys terhadap Laut China Selatan, jadi kedatangan Harris ke sana bisa jadi message juga buat China untuk jangan agresif di perairan tersebut. Terus kenapa Singapura? Ya karena negara itu meskipun kecil tapi punya kekuatan ekonomi yang besar. Jadi inget ya guys, bukan karena kita nggak penting.
 
I see, anything else?
FYI, kunjungan US ke Vietnam dinilai ironis sebenernya, terlebih mengingat situasi Afghanistan kemarin. US dianggap kabur gitu aja dari Afghanistan as soon as Taliban mengambil kekuasaan. As a background, US dulu kalah di perang melawan komunisme di Vietnam pada tahun 1975 dan kabur gitu aja, kayak di Afghanistan kemarin. Menurut Direktur Institute of Security and International Studies di Chulalongkorn University Thitinan Pongsudhirak, US yang withdrew tentaranya dari Afghanistan gitu aja udah merusak kredibilitas mereka di mata internasional, apalagi di Vietnam. Sopeople are wondering apakah kedatangan Harris di Vietnam bakal awkward.