Taliban Larang Warga Afghanistan Keluar Negeri Setelah 31 Agustus 2021

60

Who is on a tight deadline?

Not you. We’re talking about the Afghans.
 
Afghans?
Yep, para warga Afghanistan yang mau meninggalkan negaranya, karena baru aja nih kemarin, Taliban bilang bahwa setelah tanggal 31 Agustus 2021 nanti, warga Afghanistan udah enggak dibolehin keluar-keluar lagi dari negara tersebut. Ini deadline-nya barengan dengan ditariknya tentara US dari Afghanistan di akhir Agustus nanti gengs.
 
I might need a refresher.
SureSo, tepat tanggal 17 Agustus kemarin, Taliban akhirnya berhasil menguasai Afghanistan setelah menduduki beberapa ibukota provinsi sampai ibukota negara aka Kabul. Taliban kembali menguasai Afghanistan setelah Presiden Amerika Serikat Joe Biden ngumumin bahwa doi mau menyudahi invasi militer di Afghanistan pasca insiden 9/11. Dengan berakhirnya invasi tersebut, maka tentara AS juga bakal ditarik-tarikin pulang, dan deadline sampe semuanya pulang adalah 31 Agustus nanti.
 
OMG…
Yep, sejak pengumuman tersebut, Taliban yang selama lebih dari 20 tahun ga aktif karena Afghanistan masih di bawah pengaruh Amerika Serikat mulai bergerak. Mereka kemudian berhasil menduduki kembali puncak pimpinan di Afghanistan setelah presiden Afghannya sendiri yang lagi menjabat malah cabs ke luar negeri.
 
OK….
Nah karena Taliban ini dikenal sebagai kelompok ekstremis yang nggak ragu-ragu menyiksa atau membunuh orang yang mereka anggap nggak sejalan, maka banyak juga negara yang mulai memanggil pulang warga negaranya yang bermukim di Afghanistan. Meanwhile, warga Afghanistan juga banyak yang kabur dari negaranya sendiri karena ya Taliban emang senyeremin itu. Terutama terhadap kaum perempuan ya, karena terakhir kali Taliban berkuasa, perempuan gak diijinin sekolah dan kerja.
 
I see…
Nah, akhirnya setelah Taliban berkuasa, makin banyak ni Afghans yang mau cabut dan mencari suaka di negara lain kayak ke Pakistan, Amerika Serikat, Eropa, termasuk juga ke Indonesia guys. Terkait kondisi ini, US bahkan udah ngerahin ribuan tentaranya buat mengevakuasi warga Afghanistan, kayak yang kerja sama mereka sebagai translator, atau perempuan dan anak-anak. Dari situ deh Taliban bilang, “Udah, cukup. Gak ada lagi yang cabut setelah tanggal 31 Agustus 2021.” Jadi, untuk negara-negara lain yang mau evakuasi, disuruh buru-buru deh sebelum deadline.
 
Kenapa akhirnya dikasih deadline?
Soalnya, Taliban ngeliat bandara Kabul ni rame banget gak cuma sama warga negara asing aja, tapi juga sama warga Afghanistan sendiri. Mereka bisa berhari-hari di bandara ngumpul supaya bisa dapet tebengan keluar dari Afghanistan. Kalo kata Taliban, setelah tanggal 31 nanti sih mending warga-warga Afghanistan pulang ke rumah aja dan gak bakal dapet hukuman apa-apa dari Taliban karena mau kabur. Taliban bilang kalo mereka bakal nutup jalan ke bandara setelah lewat dari deadline ini supaya warga Afghanistan gak ada yang bisa cabut lagi.
 
Terus US sendiri gimana?
Kalo Presiden Amerika Serikat Joe Biden bilangnya sih mereka emang maunya cepet-cepet evakuasi semua yang diprioritaskan kalo bisa, the sooner the better. Nah tapi karena jumlahnya yang banyak, maka deadline ini dianggap gak memungkinkan banget. So, sambil terus menjalankan evakuasi, pihak US terus-terusan nego ke Afghanistan untuk mencari jalan tengahnya. Nah, menurut keterangan Pentagon, udah ada 16 ribu Afghans yang dievakuasi dalam 1 hari pas tanggal 24 Agustus sendiri.
 
Hmmm… Anyone else has a say?
Yep, negara-negara G7 alias tujuh negara dengan ekonomi dan politik terbesar di dunia nggak setuju sama deadline dari Taliban ini gengs. Mereka minta kalo meskipun lewat deadline, Taliban tetep menjamin keselamatan orang-orang yang bakal dievakuasi sama negara-negara ini. Negara-negara G7 juga bilang kalo mereka masih mengusahakan evakuasi dan relokasi warga di sana, dan kemungkinan deadline tersebut emang gak realistis.
 
Got it. Anything else?
FYI, banyak spekulasi kalo semua huru-hara evakuasi Afghans ini karena tindakan Joe Biden yang withdrew tentara US dari negara tersebut. Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dimintain pendapatnya soal ini dan doi sebagai perwakilan G7 bilangnya “no comment” gitu kayak seleb-seleb ditanyain paparazzi. Sama kayak US, doi bilang kalo saat ini fokusnya adalah mengevakuasi warga Afghanistan dengan selamat pokoknya. Udah bukan saatnya lempar-lemparan ini salah siapa, gitu ceunah. Selain itu, G7 juga bilang kalo Taliban bisa kooperatif dalam hal ini, gak menutup kemungkinan kalo G7 ke depannya mau berhubungan baik dengan Taliban.