PPKM Jawa – Bali Updates, Hukuman Untuk Mantan Menteri Sosial Juliari Batubara, Kekeringan di Timur Tengah Bisa Membawa Konflik dan Mengancam Stabilitas, UNESCO Beri Peringatan Kepada Kelompok Taliban

50

Hello

Good morning! Yesterday was quite a party @our editorial headquarters since there’s so many updates from the country of +62. From Juliari Batubara to PPKM status, we got you aaaaall covered today. And don’t forget, a little coffee won’t hurt ;-). Thanks for reading! 


What just dropped one level?

PPKM Jawa-Bali.
Udah pada tau lah ya, since pastinya kemaren pada mantengin berita ini? Iya gengs, setelah pengumuman semalem, akhirnya Presiden Joko Widodo menyatakan kalo PPKM Jawa-Bali diperpanjang sampe 30 Agustus mendatang dan beberapa daerah akhirnya bisa turun level ke level 3. Daerah-daerah yang turun level sejak pertama kali diterapkan level 4 pada 20 Juli silam adalah Jabodetabek, Bandung Raya, dan Surabaya Raya. Hal ini berarti Bali, Malang Raya, dan DIY masih level 4 gengs.
 
Kok akhirnya turun level?
Kalo kata pak pres sih, beberapa indikator terkait pandemi covid ini mulai membaik. Contohnya, kasus covid-19 di Indonesia udah turun sebesar 78% sejak puncak kasus di tanggal 15 Juni 2021 kemaren. Terus, bed occupancy rate (BOR) secara nasional juga udah turun sebesar 33%.
 
Terus?
Selain itu juga, di hari terakhir PPKM Level 4 tanggal 23 Agustus kemaren, penambahan kasus harian udah berada di bawah 10 ribu kasus, yaitu 9.604. Nah jadi meskipun diperpanjang, beberapa daerah yang tadinya masih level 4 beberapa udah turun level deh, ke level 3. Selain itu juga, PPKM luar Jawa-Bali juga diperpanjang sampe 6 September 2021 gengs.
 
Hmmm ok.. What changed now?
Ada beberapa penyesuaian ni guys. Secara garis besar, rumah ibadah udah bisa digunakan buat ibadah dengan kapasitas 25% atau maksimal 30 orang. Terus, makan dine in udah bisa dengan kapasitas 25%, 2 orang per meja, dan resto cuma boleh buka sampe jam 20.00 waktu setempat. Mal juga udah bisa buka sampe jam 20.00 dan kapasitasnya 50%.
 
Sounds good. Go on…
Terus, industri ekspor dan penunjangnya juga udah boleh WFO 100%, dengan catatan kalo malah jadi klaster baru covid bakal ditutup 5 hari. FYI, semua penyesuaian ini juga dibarengi sama prokes yang harus ketat. Sama kaya sebelumnya, masuk-masuk ke tempat pusat perbelanjaan dan fasum kayak rumah ibadah dan lain-lain juga harus menggunakan aplikasi PeduliLindungi ni guys. Hal ini supaya tracing lebih teratur dan masyarakat lebih terdorong buat vaksin.
 
Any mentions about the vaccination?
Yep. Pak Jokowi bilang kalo saat ini udah ada lebih dari 90 juta masyarakat Indonesia yang dapet vaksin dosis pertama. Terus, Pak pres juga meminta sama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) buat terus mendistribusikan vaksin supaya di akhir Agustus ini jumlahnya jadi 100 juta dosis.
 
How about ganjil genap di Jakarta?
Nah kalo soal itu, kebijakan ganjil genap di DKI Jakarta bakal masih terus diberlakukan meskipun PPKM udah turun satu level. Rencananya, ganjil genap ini masih diterapkan di 8 ruas jalan yaitu Jalan Sudirman, Jalan MH Thamrin, Jalan Merdeka Barat, Jalan Majapahit, Jalan Gajah Mada, Jalan Hayam Wuruk, Jalan Pintu Besar Selatan, dan Jalan Gatot Subroto.
 
Got it. Anything else?
Inget gak guys, bahwa beberapa waktu lalu juga sempat terjadi pro kontra terhadap kebijakan pemerintah yang mau mengeluarkan angka kematian dari indikator level PPKM? Nah kemaren, di hari yang sama pas pengumuman perpanjangan PPKM, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menkomarves) Luhut Binsar Pandjaitan bilang bahwa akhirnya pemerintah akan memasukkan kembali angka kematian jadi indikator. Adapun hal ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan standar WHO dalam pembatasan pergerakan masyarakat.

When you were hearing about Juliari Batubara all day yesterday…

Here’s your A to Z updates on his case.
 
Yep, unless you’ve been living under a rock, kamu pasti udah denger ni bahwa kemaren banget, Mantan Menteri Sosial Juliari Batubara akhirnya udah dijatuhkan vonis oleh majelis hakim dalam kasus korupsi bansos yang dilakukannya. Doi divonis 12 tahun penjara, denda Rp500 juta, dan dicabut hak politiknya selama empat tahun. Selain itu juga, Juliari diwajibkan bayar dana pengganti sebesar Rp14,59 miliar.
 
Wait, who’s this guy again?
Mantan Menteri Sosial. Jadi sebelumnya, doi adalah politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang juga pernah jadi anggota DPR RI selama dua periode. Terus pada tahun 2019, beliau ditunjuk sama Pak Jokowi sebagai Menteri Sosial, menggantikan pendahulunya, politisi Partai Golkar Agus Gumiwang Kartasasmita.
 
Go on…
Nah terus kan pandemi covid-19 melanda ni guys pada awal tahun 2020, dan pemerintah kemudian mengucurkan dana bantuan sosial terkait penanganan pandemi. Nggak tanggung-tanggung, dari total anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) terkait covid-19 di tahun 2020 yang sebesar Rp204,95 triliun, lebih dari setengahnya dikelola sama Kemensos yaitu sebesar Rp127,146 triliun. Adapun anggaran segini banyak adalah untuk berbagai program bantuan buat rakyat, kayak bantuan sembako, bantuan tunai, dan program keluarga harapan.
 
OK terus…
Nah terus, pada 5 Desember tahun lalu, Juliari yang masih menjabat sebagai Mensos kemudian ditangkap KPK atas dugaan kasus korupsi bansos pandemi covid-19. Setelah diperiksa secara intens, besoknya doi ditetapkan sebagai tersangka. Dalam keterangan Ketua KPK Pak Firli Bahuri malam itu, yang jadi tersangka bukan cuma Juliari, tapi juga ada empat orang lainnya dari pihak Kemensos dan dari perusahaan yang terlibat kasus korupsi dengan penyogokan.
 
Terus?
Nah dalam kegiatan OTT tersebut, tim penindakan KPK juga turut mengamankan uang sekitar Rp14,5 miliar yang terdiri dari pecahan rupiah, dolar Amerika Serikat, dan dolar Singapura. Uang itu disimpan di dalam tujuh koper, tiga tas ransel, dan amplop kecil.
 
Hmmm dari mana aja tu uangnya?
Oke jadi, inget kan guys, bahwa salah satu program bansos adalah pengadaan paket sembako untuk warga MISKIN. Nah untuk program ini, anggarannya adalah senilai Rp 5,9 triliun dengan total 272 kontrak. Sebagai menteri, Juliari kemudian melakukan penunjukkan langsung pada rekanan aka perusahaan atau pihak lain yang bakal ngerjain proyek bansos tersebut. This is where things get fishy…
 
Why is that?
Karena diduga dalam proses penunjukkan tadi udah ada perjanjian soal berapa jumlah fee yang didapet Juliari dari para rekanan tersebut. Disebutkan KPK untuk fee tiap paket bansos yang disepakati adalah sebesar Rp10 ribu per paket sembako dari nilai Rp300 ribu per paket bansos. Kalo ditotal-total, Juliari menerima Rp17 miliar gengs. Gak cuma itu, Juliari juga didakwa sama jaksa telah menerima suap dari berbagai vendor pengadaan bansos hingga senilai Rp32 miliar. Lebih lengkapnya soal background kasus ini kamu bisa baca di sini.
 
Whoaaa… Terus dari situ gimana proses hukumnya?
Nah sejak itu, proses pengadilan terus berjalan. Kalian pasti juga inget dong dalam sidang pembelaannya beberapa saat yang lalu, Juliari minta penderitaannya diakhiri dengan dibebaskan aja dari hukumannya karena kasian sama keluarganya. And people were like “whaaaaat???”
 
Yes, what???
We know, right??? Nah terus dalam proses persidangannya, jaksa kemudian menuntut Juliari dengan pasal penyuapan dengan hukuman 11 tahun penjara. Namun akhirnya, Majelis Hakim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) menjatuhkan hukuman 12 tahun penjara. Meski begitu, masyarakat tetep gak puas dengan hukuman yang dianggap kurang lama itu gengs. Lagian juga sebelumnya, KPK pernah bilang bahwa kalo ada pejabat yang korupsi dana terkait penanganan pandemi, maka hukumannya harusnya hukuman mati karena rakyat lagi susah *uhuk* looking at u, Pak Firli *uhuk*.
 
Any reasons why cuma segitu hukumannya?
Menurut perwakilan Hakim Anggota Yusuf Pranowo, katanya sih kasian sama Juliari yang udah dihina dan dicaci masyarakat sejak ketangkep kasus ini, padahal secara hukum doi masih belum tentu bersalah sebelum adanya putusan pengadilan yang berkekuatan tetap (????). Selain itu, Juliari juga dianggap kooperatif dan berkelakuan baik selama 4 bulan berjalan persidangan. Tapiii, akhirnya tetep ditambah dari tuntutan soalnya Majelis Hakim menilai Juliari ini gak berjiwa satria alias cupu gengs, lempar batu sembunyi tangan gitu.
 
OK… Anything else?
Jumat tanggal 20 Agustus 2021 kemarin, anak buah Juliari, Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso, yang juga ditangkep KPK karena kasus bansos ini juga baru menjalankan sidang pledoi atau nota pembelaan ni gengs. Adi yang merupakan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Bansos ini nangis terisak-isak minta maaf ke masyarakat Indonesia. Doi bilang nyesel banget udah korupsi dan bilang kalo dia cuma ngikut apa kata bos aja alias Juliari sendiri. Matheus yang merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bansos juga setuju sama Adi. Adi dituntut 7 tahun penjara sedangkan Matheus 8 tahun penjara.

Now, let’s zoom in on: the Middle East water crisis.

The what?
Kekeringan di Timur Tengah guys, yang udah terjadi selama beberapa tahun belakangan, dan selalu diperparah tiap musim panas akibat heat wave. Nah akhir-akhir ini, suhu di beberapa wilayah ini lagi tinggi banget, saking tingginya sampe dinilai gak fit buat ditinggali makhluk hidup.
 
Realllly?
Yep. Contohnya adalah Danau Urmia di Iran yang udah kehilangan perairannya hingga lebih dari setengahnya. Jadi pada tahun 1990-an, luas danaunya adalah 5,400 kilometer persegi, dan kini sisanya hanya tinggal 2,500 kilometer persegi. Terus saat ini, jadi banyak ahli lingkungan yang khawatir bahwa danaunya bakal bener-bener kering dan airnya menghilang.
 
Noooo….
Iya guys, dan kejadian kayak gini ternyata nggak hanya terjadi di Danau Urmia aja, tapi juga di berbagai wilayah lain di Timur Tengah. Belom lagi hujan yang super duper sedikit hingga menyebabkan daerah ini makin kering kerontang dan menyebabkan cadangan air tanah menjadi semakin menipis.
 
Jadi, faktor global warming aja nih?
Enggak juga, teteup ada gara-gara manusianya gengs. Jadi kelangkaan air ini sebenarnya juga diakibatkan oleh buruknya manajemen air di negara-negara Timur Tengah tersebut. Menurut Direktur Global Sumber Air World Resource Institute (WRI) Charles Iceland, banyak dari negara-negara di wilayah ini yang menggunakan air lebih banyak dari persediaan yang ada. Hal ini bikin air tanah lebih cepat habis sebelum digantiin sama air hujan yang nantinya akan menyerap ke dalam tanah.
 
OMG…
Selain itu, Iceland juga bilang bahwa kebutuhan air di Timur Tengah sampe bikin banyak sungai, danau, dan lahan basah di sana menjadi kering. Mansour Almazroui, Direktur Center of Excellence for Climate Change Research di Saudi Arabia’s King Abdulaziz University, juga bilang kalopun bakalan ujan, kemungkinan besar air ujan gak bakal turun ke tanah karena udah menguap duluan di udara saking panasnya 🙁
 
Terus, how are the people there?
Obviously not good. Warga Iran dan Irak udah melakukan protes terhadap pemerintahnya terkait kelangkaan air ini. Mereka percaya bahwa selain emang heat wave yang lagi parah banget, pemerintah punya andil yang besar dalam hal ini dengan manajemen sumber air yang buruk. Warga Iran sendiri turun ke jalan pada akhir Juli kemaren dan terjadi chaos sehingga terjadi baku tembak polisi ke demonstran. At least tiga orang ketembak akibat kejadian ini.
 
🙁 Kalo di Irak gimana?
Warga Irak juga turun ke jalan pada pertengahan bulan ini, dengan alasan yang sama. Di wilayah Kurdistan, Irak, warga juga baru aja melakukan protes karena banyak wilayah di sana yang kehabisan air selama berminggu-minggu. Terus, warga juga meminta pemerintah untuk menyediakan air buat publik, karena banyak masyarakat yang nggak bisa beli air dari vendor swasta.
 
Oh no 🙁 Anything else?
Kekeringan ini dikhawatirkan bisa membawa konflik dan mengancam stabilitas di Timur Tengah yang berkepanjangan ni gengs. Banyak pengamat yang berpendapat bahwa it’s only a matter of time buat negara-negara lain untuk mengalami protes kayak yang terjadi di Irak dan Iran, unless pemerintahnya udah punya water management yang lebih sustainable kayak di Jordan. FYI, negara ini udah membiasakan diri buat warganya menghemat penggunaan air di mana satu rumah tangga di sana seharinya menggunakan air cuma 40 liter per hari untuk semua kebutuhan mereka. As a comparison, warga di Amerika Serikat bisa menghabiskan 10 kali lipat dari itu.

Who’s getting their eyes on Taliban?

UNESCO.
Karena baru aja Kamis tanggal 19 Agustus kemaren ni guys, UNESCO ngasih warning ke Taliban yang baru aja mengambil alih kepemimpinan di Afghanistan. Warning apa tu? Nah, UNESCO bilang ke Taliban, “Plz jangan rusak artefak-artefak bersejarah lagi guys, kayak yang u lakukan dulu di tahun 2001.”
 
As a refresher, pada tahun 2001 sebelum Taliban ditumbangkan oleh invasi milter AS, Taliban menghancurkan salah satu pahatan patung Budha bersejarah terbesar dari abad keenam yang terletak di lembah Bamiyan, Afghanistan. Akhirnya, UNESCO bikin program bareng Kementerian Dalam Negeri Afghanistan pada tahun 2004 untuk melindungi situs-situs di Provinsi Logar dan Kapisa, di mana di situ juga ada the Minaret and Archaeological Remains of Jam sebagai salah satu World Heritage yang diawasi oleh UNESCO.
 
Balik lagi ke peringatannya minggu lalu, jadi dalam keterangannya, UNESCO bilang bahwa berbagai artefak dan peninggalan sejarah yang ada di Afghanistan merupakan identitas dan catatan peradaban yang tentunya penting sebagai identitas nasional negara. Makanya, kerusakan atau kehilangan atas situs sejarah bakal ngaruh banget sama prospek perdamaian dan kemanusiaan di sana.

“Anak muda tidak boleh dimanja, apalagi disiapkan karpet merah,”

Gitu guys kata Ketua Umum Partai Demokrat yang juga anaknya mantan presiden Indonesia ke-6 Pak SBY, Mas Agus Harimurti Yudhoyono pas ngasih pidato kebangsaan yang ditayangin di akun YouTube CSIS Indonesia kemarin. Dalam pidatonya, Mas AHY juga bilang bahwa yang dibutuhkan generasi muda sejatinya adalah kesempatan untuk membuktikan bahwa muda adalah kekuatan dalam pemikiran dan perbuatan.

Uhm….u talking to….us?


Announcement


Thanks to Indi Auliana & Milo for buying us coffee yesterday!

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Ajak-ajak yuk!

Yep, kamu bakal langsung dapet merchandise eksklusif dari Catch Me Up! kalo kamu ngajak teman-teman kamu berlangganan! Caranya gampang banget, kamu tinggal klik link di bawah ini dan mulai deh, sebar-sebar referral code kamu ke teman, sodara, gebetan, rekan kantor, pokoknya siapa aja boleee….

Atau, kamu juga bisa langsung nge-klik share button di bawah ini! Kumpulin terus referral kamu untuk dapetin merchandise-nya ya! Gratis!


Catch Me Up! recommendations

Looking for the best tips on saving money? Look no more.

Angel’s Stories

1. Gara gara lagi hype-nya Hospital Playlist, guee dan 3 temen temen terdekat gue (genk lah ya) selalu dibilang, “Kalian tuh udah kayak genk 99, mirip cuman beda di jenis pekerjaan aja.” Sementara guee sama genk guee gak ada yang nonton drakor itu wkakwka. Pada akhirnya kita nonton karena saking banyaknya yang bilang gitu. Dan setelah nonton, gue dan temen genk gue cuman bisa saling lempar pertanyaan, “Emang kita gitu? kayaknya nggak deh? masa si?” Intinya mau bilang, drakornya seru wkkwkw maapin kalau banyak yang jadi envy sama kita, tapi kita beneran gak ngeh. Luvv gengs!
-Penguasa lab-
 
2. Uda beberapa hari lalu aku merasa down dan agak capek secara fisik, sesek juga di hati yang bikin susah nafas. Selagi menjalani hari kan aku mutusin buat bikin roti yang memang uda lama pingin aku bikin. Trus, ketambah mama lagi sakit, jadinya pikiran kemana-mana sama sedih. Selesai roti jadi aku post di IG story, trus ada temenku yg nge-reply, uda agak lama ngga ngobrol. Seneng banget bisa ngobrol lagi kek dulu. Sampe akhirnya dia tanya, “How’s your life?” dan aku langsung jujur sama dia kondisiku, yang akhirnya sekalian curhat ngeluarin perasaan yang ketumpuk, yang sebelumnya jadi salah satu faktor bikin hati berat. And it felt good guys, dia ngerti dan bahkan nawarin untuk call buat distraction bareng sama temen-temennya. Aku jadi ngrasa lebih baik sampe todayThanks dudee, I’m grateful to have a friend like you. Dan teruntuk kalian apa pun kondisinya, it’s okay to tell someone, it’s okay to let your emotions out. We really need it sometimes 🙂 Aku sampe nulis journal lho ahahaa for the first time in a book. It’s really fun!
-Anonymous-
 
(We believe that angels, just like superheroes and cats, come in different costumes, but they’re here for the same reasons: to make our days brighter, our smiles wider, and our feelings happier. So during these uncertain times, we’ve decided to replace the love letter with stories about kindness, because now more than ever, our community needs that. Shoot us your kindness stories here (can be something you see or experience firsthand (or no), basically, anything!) and we will feature it here. You can also check our previous angel stories on our angel’s Instagram. Go go go!)