Pertemuan Partai Koalisi Pemerintah Dengan Presiden Jokowi

25

When it’s only Monday and you’re already thinking about meetings..

Para Ketum Parpol can relate. 
 
EH?
Iya. Jadi minggu kemarin Presiden Joko Widodo abis mengundang para ketua umum dan sekjen partai koalisi pemerintah ke Istana Negara untuk meeting. Pertemuan ini dihadiri sama Partai PDIP, Gerindra, Golkar, PKB, Nasdem, PPP, dan PAN. Kayak kamu yang suka update-update kalo abis meeting, Pak Jokowi juga kemudian meng-upload pertemuan ini di channel YouTube Sekretariat Presiden.
 
Meeting-nya bahas apa?
Kalo dari keterangannya Pak Jokowi sih, pertemuan itu membahas tingkat kepercayaan masyarakat sama pemerintah yang meningkat selama pandemi. Selain itu, beliau juga bahas soal peningkatan investasi, penanganan pandemi Covid-19, perekonomian nasional, strategi ekonomi dan bisnis negara, hingga otonomi daerah dan ibu kota negara.
 
I heard there’s a new kid on the block…
Yep. Everybody, meet: Partai Amanat Nasional (PAN) yang udah resmi masuk ke koalisi pemerintah yang ditandai dengan hadirnya Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan Sekjennya Eddy Soeparno dalam pertemuan tersebut. Menurut Waketum PAN Viva Yoga Mauladi, kehadiran Pak Zulhas ini udah menegaskan posisi PAN yang selama ini sering dibilang abu-abu. Nah sekarang udah fix nih, PAN masuk ke koalisi pemerintah.
 
Interesting…
Yha makin seru guys menjelang 2024 wkwkwkw. Nah, terkait masuknya anak baru ke koalisi pemerintah ini, Sekjen Partai Nasdem Johnny G Plate bilang bahwa yhaa semoga aja kehadiran PAN dalam koalisi pemerintahan bisa menguatkan dan memperkaya gagasan-gagasan dan ide baru di pemerintahan yang baik. Selain itu, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto juga bilang bahwa kehadiran PAN melambangkan semangat gotong royong pemerintah Indonesia. Katanya sih kehadiran PAN membawa positive vibe gitu di meeting tersebut.
 
Hmmm.. Now tell me more about the meeting.
Ok. Jadi, pak pres memaparkan berbagai hal ni guys, misalnya, ada peningkatan indeks kepercayaan pemerintah dari 97,6 menjadi 115,6 di kuartal II tahun 2021. Selain itu, peningkatan konsumsi masyarakat juga naik sebesar 5,9% dan investasi tumbuh 7,5%. Nah menurut Pak Jokowi, hal ini menunjukkan adanya optimisme di tengah masyarakat setelah gelombang kedua pandemi covid-19 ini. However, pak presiden juga ngingetin supaya pemerintah jangan malah jadi lengah dengan adanya peningkatan ini supaya angkanya bisa terus naik.
 
Go on.
Pak Jokowi gak nyebutin nih sumber-sumber dari data yang dia sampaikan tersebut. Tapiii, Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya udah ngeluarin data bahwa pertumbuhan ekonomi kuartal II tumbuh 7,07% secara tahunan atau year on year. Ini juga supported by konsumsi rumah tangga dan investasi yang mencapai 84,93%.
 
What about indeks kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah?
Nah kalo soal ini sih ada penurunan guys, menurut survei dari Lembaga Indikator Politik Indonesia. Jadi dalam rilis penelitiannya yang dilakukan pada 25 Agustus lalu, diketahui bahwa kepercayaan masyarakat terhadap kemampuan Pak Jokowi dalam pengendalian pandemi Covid-19 menurun dibanding sebelumnya. Menurut Direktur Eksekutif Indikator Politik Burhanuddin Muhtadi, hasil risetnya menunjukkan bahwa kepuasan publik mengalami penurunan, dari angka awal 67,3% di bulan April turun menjadi 61,1% pada Bulan Agustus.
 
Hmmm. Anything else I should know?
Nah, meski yang dibahas soal covid, ekonomi dll, tapi banyak pihak yang berspekulasi bahwa sebenernya meeting-nya juga digelar buat bahas pilpres 2024. Contohnya soal isu reshuffle kabinet (secara PAN udah masuk, kan) dan pidato Ketua MPR RI Bambang Soesatyo di Sidang Tahunan MPR RI yang menyinggung amandemen UUD 1945. Nah kalo soal reshuffle, istana bilang bahwa pemerintah lagi fokus ngurusin pandemi, sedangkan kalo soal amandemen UUD 45, istana juga udah bilang bahwa hal itu nggak dibahas Pak Jokowi. FYI, amandemen UUD 45 ini yang untuk mengubah masa jabatan presiden jadi tiga periode itu lho guys, tapi Pak Jokowi juga udah tegas menolak wacara tsb.