Murid SD di China Dilarang Menerima PR & Ujian Tertulis

23

When you hate exams and homeworks…

Be jealous of first and second grade students in China.
Yoi gengs, soalnya Pemerintah China per tanggal 30 Agustus 2021 kemarin baru aja mengumumkan ni, bahwa murid kelas satu dan kelas dua SD (usia 6 tahun) di China dilarang menerima PR dan ujian tertulis. Kata Kementerian Pendidikan China, hal ini merupakan upaya pemerintah untuk untuk menurunkan tekanan mental yang dimiliki oleh pelajar, terutama di usia muda. Sistem pendidikan di China emang terkenal kompetitif banget guys, apalagi soal ujian masuk universitas.
 
Oleh karenanya, sekarang murid kelas satu dan kelas dua SD di sana udah gak bakal dikasih lagi tuh ujian tertulis. Untuk kelas lain di jenjang SD, sekolah boleh mengadakan ujian tiap akhir semester doang. Dan untuk jenjang SMP, selain ujian akhir, mereka juga boleh melakukan ujian tengah semester. Untuk pelajar yang gak lagi dalam tahap graduating atau lulus jenjang, mereka gak boleh nerima tes apapun selain yang disebutkan sebelumnya. Kan biasanya ada tes mingguan, tes bulanan, tes abis kelar satu bab, hingga tes untuk riset. Nah, di China udah gak boleh ni gengs.
 
Terkait kebijakan ini, publik China punya reaksi yang macem-macem nih, ada yang setuju kalo langkah ini adalah langkah yang tepat untuk mengedepankan kesehatan fisik dan mental pelajar di China. Tapiii, of course ada yang kontra juga, katanya sih nanti gak ada alat ukur kemampuan masing-masing pelajar sehingga grading-nya bakal susah.
 
Kebijakan ini merupakan bagian dari reformasi sistem pendidikan di China yang emang lagi masif guys. Inget gak sih, bulan Juli kemaren pemerintah China juga melarang tutoring secara privat buat para pelajar. Selain karena nambahin pressure ke pelajarnya, hal ini juga semakin melebarkan gap pendidikan di antara para pelajar di Negeri Tirai Bambu tersebut.