Kekuatan Taliban Semakin Besar Duduki 10 Ibukota Provinsi Dalam 1 Minggu

61

When you’ve been keeping up with news about The Taliban…

Here are some updates for you.
 
Tell me.
In case you need a refresher, jadi kelompok Taliban ini adalah kelompok militan fundamentalis Islam yang bertujuan mendirikan hukum syariah di Afghanistan. Taliban lagi making a comeback setelah tumbang di tahun 2001 abis invasi dari US dan NATO.
 
Terus kok bisa comeback?
Karena tentara Amerika Serikat, yang selama ini membendung kemunculan mereka, akhirnya ditarik kembali sama Presiden Amerika Serikat Joe Biden ke tanah air. Jadi dalam keterangannya Juli lalu, Biden bilang bahwa doi bakal menarik misi militer AS di Afghanistan. Penyebabnya adalah, tujuan awal dari pelibatan militer AS ini, yakni untuk menghakimi Osama bin Laden dan meminimalisir kemungkinan terorisme udah tercapai.
 
Hold on. I need some background.
OK. Jadi guys, Taliban ini adalah kelompok yang pertama muncul di tahun 90-an. Namanya kelompok fundamentalis, mereka menerapkan berbagai aturan agama menurut interpretasi mereka, kayak anak cewek ga boleh sekolah, cowok wajib pake janggot, cewek wajib pake burqa, hingga eksekusi massal buat mereka yang ketauan melakukan tindakan pembunuhan atau perzinahan. Nah pasca 911 di tahun 2001, Taliban ini kemudian ditumpas sama tentara AS karena mereka disebut sebagai dalang serangan 911 tadi. Nah, secara Taliban ini based di Afghanistan, maka invasi militer AS-nya diturunkan di sana, dan sejak saat itulah, pergerakan Taliban di Afghanistan jadi jauuuuh menurun. Background lengkapnya bisa kamu baca di sini gengs.
 
Terus…
Nah ya terus setelah 20 tahun tantaranya ada di Afghanistan, Biden akhirnya bilang, “Time’s up!” dan langsung ngumumin bahwa misi militer AS di Afghanistan cukup sampe akhir Agustus aja. Hal ini tentunya bikin heboh dunia persilatan guys, karena artinya, Taliban bakal kembali muncul, dan mengancam kehidupan demokrasi yang mulai muncul di sana, sampe menciptakan ketidakstabilan keamanan di kawasan.
 
Ouch. How is it now?
Not good. Beberapa negara udah mulai khawatir dan berencana mau mengevakuasi warga negaranya yang menetap di Afghanistan. Sejauh ini, udah ada Amerika SerikatInggrisChina, dan India yang udah ngeluarin official statement buat warga negaranya pulang ASAP mengingat situasinya makin parah di sana.
 
OMG… Terus?
Terus, India juga udah nyiapin special flight hari Selasa tanggal 10 Agustus kemarin buat para warga negaranya di sana. Mereka diimbau buat langsung cabut hari itu juga. Meanwhile, US udah nyiapin 3.000 tentaranya (again) buat membantu keberangkatan warga negaranya di sana buat balik ke tanah air. Terus, warga US disuruh balik pake commercial flight dan kalo misalkan gak mampu beli, bisa minta repatriation loan atau pinjaman buat repatriasi ke kedutaan.
 
Wow segitunya…
It is literally that bad, guysAnd it looks like it won’t stop getting worse anytime soon. Pemerintah Inggris ampe takut kalo Al Qaeda, another kelompok Islam militan yang pernah bersekutu sama Taliban dan diduga dalang dari 9/11 Attack, bakal ikut muncul ke permukaan.
 
OMG… Terus terus?
Lanjut, saat ini udah ada 6 negara di Uni Eropa yang bilang kalo deportasi terhadap warga negara Afghanistan di Eropa harus terus berjalan, meskipun kondisi di Afghanistan lagi kacau banget akibat aksi Taliban. Negara-negara kayak Belanda, Austria, dan Denmark bilang kalo hal ini bakal send the wrong message ke Taliban kalo Uni Eropa mau ngelawan kelompok tersebut. Di sisi lain, negara-negara lainnya sih bilang kalo mereka harus menampung warga negara Afghanistan di negaranya dengan alasan kemanusiaan.
 
Any updates from the UN?
Not muchPBB lagi nyiapin berkas-berkas resmi supaya Taliban bisa menghentikan serangannya terhadap Afghanistan yang udah melukai dan menewaskan sekitar 1.000 warga sipilnya tersebut. Selain itu, PBB juga bilang semua kantor agensinya di Afghanistan bakal terus berjalan dan ngebantu warga sipil di sana.
 
Got it. Anything else?
Kekuatan Taliban emang makin gede nih guys. Dalam satu minggu, mereka diperkirakan bisa menduduki 10 ibukota provinsi di sana, dan sejauh ini hampir setiap harinya mereka menduduki satu wilayah baru di Afghanistan. FYI, baru aja semalem nih, presiden demokratis Ashraf Ghani meninggalkan negaranya menuju Tadjikistan.