Kekeringan di Timur Tengah Bisa Membawa Konflik dan Mengancam Stabilitas

38

Now, let’s zoom in on: the Middle East water crisis.

The what?
Kekeringan di Timur Tengah guys, yang udah terjadi selama beberapa tahun belakangan, dan selalu diperparah tiap musim panas akibat heat wave. Nah akhir-akhir ini, suhu di beberapa wilayah ini lagi tinggi banget, saking tingginya sampe dinilai gak fit buat ditinggali makhluk hidup.
 
Realllly?
Yep. Contohnya adalah Danau Urmia di Iran yang udah kehilangan perairannya hingga lebih dari setengahnya. Jadi pada tahun 1990-an, luas danaunya adalah 5,400 kilometer persegi, dan kini sisanya hanya tinggal 2,500 kilometer persegi. Terus saat ini, jadi banyak ahli lingkungan yang khawatir bahwa danaunya bakal bener-bener kering dan airnya menghilang.
 
Noooo….
Iya guys, dan kejadian kayak gini ternyata nggak hanya terjadi di Danau Urmia aja, tapi juga di berbagai wilayah lain di Timur Tengah. Belom lagi hujan yang super duper sedikit hingga menyebabkan daerah ini makin kering kerontang dan menyebabkan cadangan air tanah menjadi semakin menipis.
 
Jadi, faktor global warming aja nih?
Enggak juga, teteup ada gara-gara manusianya gengs. Jadi kelangkaan air ini sebenarnya juga diakibatkan oleh buruknya manajemen air di negara-negara Timur Tengah tersebut. Menurut Direktur Global Sumber Air World Resource Institute (WRI) Charles Iceland, banyak dari negara-negara di wilayah ini yang menggunakan air lebih banyak dari persediaan yang ada. Hal ini bikin air tanah lebih cepat habis sebelum digantiin sama air hujan yang nantinya akan menyerap ke dalam tanah.
 
OMG…
Selain itu, Iceland juga bilang bahwa kebutuhan air di Timur Tengah sampe bikin banyak sungai, danau, dan lahan basah di sana menjadi kering. Mansour Almazroui, Direktur Center of Excellence for Climate Change Research di Saudi Arabia’s King Abdulaziz University, juga bilang kalopun bakalan ujan, kemungkinan besar air ujan gak bakal turun ke tanah karena udah menguap duluan di udara saking panasnya 🙁
 
Terus, how are the people there?
Obviously not good. Warga Iran dan Irak udah melakukan protes terhadap pemerintahnya terkait kelangkaan air ini. Mereka percaya bahwa selain emang heat wave yang lagi parah banget, pemerintah punya andil yang besar dalam hal ini dengan manajemen sumber air yang buruk. Warga Iran sendiri turun ke jalan pada akhir Juli kemaren dan terjadi chaos sehingga terjadi baku tembak polisi ke demonstran. At least tiga orang ketembak akibat kejadian ini.
 
🙁 Kalo di Irak gimana?
Warga Irak juga turun ke jalan pada pertengahan bulan ini, dengan alasan yang sama. Di wilayah Kurdistan, Irak, warga juga baru aja melakukan protes karena banyak wilayah di sana yang kehabisan air selama berminggu-minggu. Terus, warga juga meminta pemerintah untuk menyediakan air buat publik, karena banyak masyarakat yang nggak bisa beli air dari vendor swasta.
 
Oh no 🙁 Anything else?
Kekeringan ini dikhawatirkan bisa membawa konflik dan mengancam stabilitas di Timur Tengah yang berkepanjangan ni gengs. Banyak pengamat yang berpendapat bahwa it’s only a matter of time buat negara-negara lain untuk mengalami protes kayak yang terjadi di Irak dan Iran, unless pemerintahnya udah punya water management yang lebih sustainable kayak di Jordan. FYI, negara ini udah membiasakan diri buat warganya menghemat penggunaan air di mana satu rumah tangga di sana seharinya menggunakan air cuma 40 liter per hari untuk semua kebutuhan mereka. As a comparison, warga di Amerika Serikat bisa menghabiskan 10 kali lipat dari itu.