Heriyanti Jadi Tersangka Hoax Sumbangan 2 Triliun

37

When you’re in a prank show…

Yoi, prank seru di Hari Senin ni guys. Soal orang tajir asal Sumatera Selatan yang mau ngasih duit ke negara….
 
Hah gimana?
OK. Kalian masih inget gak sih, soal rencana sumbangan sebesar 2 triliun rupiah dari keluarga almarhum Akidi Tio yang diberikan oleh anaknya buat Provinsi Sumatera Selatan untuk penanganan covid-19? Kejadian tanggal 26 Juli 2021 ini viral di sosmed karena angkanya yang wow banget. Turns out, sampe sekarang belum keliatan nih bentuk fisik dari sumbangan tersebut. So everybody was like… ini prank apa gimana ya??
 
Wait... kok bisa??
Soalnya, sumbangan yang tanggal 26 Juli itu cuma dilakukan secara simbolis aja gengs. Anaknya Akidi Tio, Heriyanti, bilangnya mau ngasih harta warisan dari almarhum ayahnya ke Sumsel. Katanya, itu adalah mandat dari ayahnya untuk ngasih uang tersebut kepada orang yang membutuhkan. Nah, anak-anaknya sepakat kalo pandemi ini adalah saat yang tepat gengs, makanya dikasihnya sekarang.
 
Terus?
Terus yaudah deh, sumbangannya diberikan secara simbolik oleh Heriyanti selaku perwakilan keluarga Akidi Tio. Heriyanti bahkan ditemenin sama Direktur Utama RS RK Charitas Palembang, Hardi Darmawan, yang juga merupakan dokter pribadi keluarga tersebut. Adapun penerima sumbangan adalah Kapolda Sumatera Selatan, Inspektur Jenderal Eko Indra Heri. Pak Eko sendiri juga katanya udah lama kenal sama keluarga Akidi Tio jadi yha.. makasih yhaa…
 
Hmmm something smells fishy here…Go on.
Nah udah kan, sumbangannya udah dikasih secara simbolik, tapi duit benerannya mana neh? Nah ini yang belum cair hingga sekarang. Karena itulah kemarin, Heriyanti akhirnya dibawa ke kantor polisi buat diselidikin dan dimintai keterangan. Polisi juga nanya-nanya kayak yhaa uangnya dapet dari mana, terus motifnya apa, gitu-gitu…
 
I see. Terus sekarang gimana?
Yhaa sampe kemaren tanggal 2 Agustus 2021 sih belom cair duitnya gengs, makanya dibawa ke kantor polisi. Kata pihak kepolisiannya, ada yang bermasalah dari sumbangan dana sosial ini. Direktur Intelijen dan Keamanan Polda Sumsel, Kombes Ratno Kuncoro bilang kalo Heriyanti udah ditetapkan jadi tersangka dalam kasus ini dan terancam terjerat UU nomor 1 tahun 1946, pasal 15 dan 16 dengan ancaman pidana di atas 10 tahun karena telah membuat kegaduhan dengan sumbangan hoaks ini gengs.
 
Wow…
Iya tapiii, Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Selatan Komisaris Besar Supriadi membantah hal tersebut dan bilang bahwa ini semua masih dalam tahap penyidikan dan Heriyanti belom ditetapkan sebagai tersangka. Setelah dilakukan penyidikan, ternyata ini bukan kasus pertama Heriyanti gengs. Terungkap kalo sebelumnya doi juga pernah ngelakuin hal yang sama dengan modus yang sama juga alias hibah, tapi sampe sekarang belum dijelasin lagi nih sama pihak kepolisian lengkapnya gimana.
 
Did anyone say anything about it?
Yes. Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) ngasih komentar soal hal ini dengan bilang kalo harusnya setiap transaksi keuangan dalam jumlah fantastis kayak gini tu dikoordinasikan dulu sama mereka. Tujuannya biar gak kejadian nih hal-hal kayak gini dengan melakukan background check sama pendonor dan sumber pendanaannya.