Ganjil Genap Di DKI Jakarta Dalam Rangka PPKM Level 4

48

What’s making a comeback?

Ganjil Genap DKI Jakarta.
 
Tell me more.
Jadi mulai kemarin, Polda Metro Jaya udah kembali memberlakukan program ganjil genap di DKI Jakarta dalam rangka PPKM level 4. Hal ini merupakan satu dari tiga cara untuk mengendalikan pergerakan masyarakat di jalan supaya menurunkan persebaran covid. Selain ganjil genap, ada juga patroli dan pengalihan arus lalu lintas. Terus, pengendaliannya juga dilakukan seiring dengan dihilangkannya penyekatan jalan di 100 titik yang terjadi selama masa PPKM sebelumnya.
 
Di mana aja tu ganjil genapnya?

Ada 8 ruas jalan ni gengs yang memberlakukan ganjil genap, which means cuma bisa dilewatin secara bergantian oleh plat bernomor ganjil dan genap sesuai tanggal. Nah ini dia ruas-ruas jalan tersebut:

  • Jalan Jenderal Sudirman
  • Jalan MH Thamrin
  • Jalan Merdeka Barat
  • Jalan Majapahit
  • Jalan Gajah Mada
  • Jalan Hayam Wuruk
  • Jalan Pintu Besar Selatan
  • Jalan Gatot Subroto

I see. Bedanya sama ganjil genap sebelum PPKM apa?
Not much. Ganjil genap masih berlaku cuma buat kendaraan roda empat atau lebih termasuk taksi konvensional dan online, jadi gak berlaku buat pengendara motor. Terus yhaaa cuma berlaku di 8 ruas jalan itu aja, karena menurut pihak Polda ruas-ruas jalan ini yang berpotensi menimbulkan kerumunan. Jam berlakunya sendiri mulai dari jam 06.00 sampe 20.00 guys.

What about patroli dan pengalihan arus lalu lintas?
Nah kalo patroli sendiri, it means daerah-daerah yang diberlakukan patroli ini bakal terus diawasi selama 24 jam penuh setiap harinya. Pengawasan dilakukan oleh TNI, Polri, dan Pemda. Pergerakan masyarakat terus dipantau di daerah-daerah ini supaya kalo ada pelanggaran protokol kesehatan bakal langsung ditindak gengs. Adapun beberapa titik yang masuk ke 20 wilayah patroli ini adalah Jalan Sabang, Jalan Asia Afrika sampe Gerbang Pemuda, Kawasan Kota Tua, Kawasan PIK, dan lain-lain.

Does this mean kantor-kantor non-kritikal dan non-esensial udah dibuka?
Nope. Semua pembatasan sosial di jalanan ini tetep memberlakukan STRP guys, atau Surat Tanda Registrasi Pekerja. Jadi, pengguna jalan bakal tetep dicek apakah merupakan karyawan dari kantor esensial atau kritikal.
 
Hmmm terus kenapa udah gak ada penutupan 100 titik dan diganti jadi ganjil genap?
Soalnya, pemerintah ngeliat kasus covid semakin menurun, meskipun belum cukup turun sampe bisa nurunin level PPKM ke level 3. Hal ini juga merupakan satu dari lima perubahan aturan yang ada dari PPKM sebelumnya. Selain ganjil genap, ada pembukaan mall dengan pake kapasitas 25% dan cuma boleh masuk pake kartu vaksin, dan penggunaan antigen h-1 kalo udah nerima vaksin dosis kedua.
 
Does anyone say anything about this?
Yes. Ada Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Trisakti Pak Trubus Rahardiansyah yang bilang kalo penerapan ganjil genap ini gak efektif gengs. Mengingat semua kantor non-esensial dan non-kritikal juga masih menerapkan WFH juga, sehingga harusnya pergerakan masyarakat belom padet-padet amat gitu. Not to mention kasus covid DKI juga masih lumayan tinggi.
 

Got it. Anything else?
FYI, pemberlakuan ganjil genap ini gak cuma diberlakuin di Jakarta aja gengs. Ada Cianjur yang memberlakukan ganjil genap di ruas Jalan Mangunsarkoro yang merupakan pusat kota Cianjur sejak Senin kemarin. Ada juga Kota Bogor yang nerapin ganjil genap di 17 titik, di antaranya ada Simpang Jembatan Merah, Simpang Pos Terpadu Juanda, Simpang Dramaga, dan lain-lain.