Densus 88 Tangkap 53 Terduga Teroris di Tanah Air

30

Who’s been working underground?

Densus 88.
Yep, Dalam keterangan dari Polri minggu lalu, diketahui bahwa Detasemen Khusus (Densus 88) Antiteror Polri baru aja melakukan aksi penangkapan besar-besaran terhadap 53 terduga teroris di tanah air.

Really?
Yep. Kata Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono, penangkapan ini berkaitan sama rencana teror yang tadinya bakal dilancarkan pas HUT Ke-76 RI kemaren. Adapun penangkapannya dilakukan selama satu minggu, yaitu sejak 12-17 Agustus lalu.

OMG is this serious??

Unfortunately yes… Sejauh ini, ada dua kelompok yang diduga sebagai dalang ancaman teror di momentum 17-an. Ada Jamaah Islamiyah (JI) dan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Adapun terduga teroris yang diamankan ada di Sumatra Utara, Jambi, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Maluku, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Timur.

I need some background please.
Sure. In case you don’t remember, Kelompok JI merupakan kelompok teroris yang berada di balik serangan Bom Bali tahun 2002 silam. Nah, menurut Pak Argo lagi, kelompok ini membuat badan amal yang bernama Syam Organizer untuk menghimpun dana dari masyarakat dengan membawa-bawa kegiatan keagamaan sebagai modusnya.
 
Terus?
Nah terus, penangkapan ini terjadi sekarang karena over the years Densus 88 terus mengamankan anggota-anggota dari kelompok teroris tersebut yang jabatannya cukup strategis. Dari keterangan anggota-anggota yang tertangkap dan barang bukti yang ada, akhirnya Densus 88 bisa connect the dots dan mengetahui rencana serangan di momentum 17-an ini gengs.
 
Barang buktinya ada apa ajatu?
Densus 88 nemuin kotak-kotak amal dengan nama Syam Organizer di tempat penggrebekan, senjata api, alat perakit bom, dan lain-lain. Selain itu, Syam Organizer juga saat ini gak bisa dihubungi, dan kantornya yang ada di Yogyakarta juga terlihat sepi dan gak berpenghuni.
 
Geez… Emang serangannya katanya bakal kayak gimana?
Pihak Polri sih gak menjawab persisnya kayak gimana, namun menurut Kepala Bagian Bantuan Operasi Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar, kelompok JI mainnya smooth banget dan pandai menyesuaikan diri dengan sikon, salah satunya dengan masuk ke politik. Mereka memasuki kelompok-kelompok masyarakat dengan cara yang damai gitu deh gengs. Terus, jumlah anggota yang ketangkep ni tiap tahun makin bertambah jumlahnya.
 
Berarti kelompoknya gede banget dong?
Yoi. Menurut Mabes Polri, saat ini udah ada 6ribuan anggota JI yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia dan mereka terus berpindah tempat. Bahkan, jumlah anggota JI yang tertangkap Polri jauh lebih besar daripada jumlah anggota teroris dari kelompok lain.
 
Just wondering… Does this have anything to do with Taliban though?
Nah, kalo soal ini, Mantan Anggota Jemaah Islamiyah Nasir Abbas bilang bahwa momentum kemenangan Taliban di Afghanistan tentunya bikin semangat jihadis kelompok-kelompok teroris berbasis agama di Indonesia bertambah. Nah udah gitu, Nasir juga bilang bahwa kemenangan Taliban ini juga bikin mereka pengen ke Afghanistan.
 
OMG… Anything else?
Terkait dugaan aksi terorisme ini, Densus 88 juga menangkap tersangka teroris anggota JAD yang berencana ngirim duit ke kelompok teroris lainnya yaitu Muhajiddin Indonesia Timur (MIT) yang headquarters-nya ada di Poso. Nah terkait pendanaan aksi teroris, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) juga menemukan 4.093 laporan keuangan yang diduga ada hubungannya sama aksi terorisme sepanjang tahun 2016 hingga 2021. Selain itu, ditemukan juga bahwa kelompok-kelompok ini bergerak mencari dana pada hari perayaan besar umat Islam, kayak misalnya bikin tabungan qurban, dan lain-lain.