Corona Updates 9 Agustus 2021, Kebakaran Akibat Gelombang Panas Terjadi Di Eropa Selatan, Reparasi Untuk Keluarga Suku Asli Australia, AS Jadi Juara Umum Olimpiade Tokyo 2020

65

Hi there

Happy Monday! New week, new you, new…. us. In case you missed last Friday’s email, we got some questions about Friday Pause issue here, and we realllllly need your feedback. Yep, so we can continue writing the best newsletter possible. Aaand, ten lucky picks will win our cool merch. Go!


Now, let’s start the day with… your covid-19 updates.

Yep, all the recap on the pandemic, from home and abroad. Let’s scroll down…
Nationally…
  • Per kemarin, total kasus positif Covid-19 di Indonesia menjadi 3.666.031 kasus, dengan kasus aktif 474.233 angka sembuh 3.084.702 dan kasus meninggal 107.096.
  • Provinsi dengan kasus terbanyak adalah DKI Jakarta (829.828 kasus), Jawa Barat (634.733 kasus), Jawa Tengah (410.450 kasus), Jawa Timur (334.729 kasus), dan Kalimantan Timur (129.633 kasus).
  • Penduduk Indonesia yang udah menjalani vaksinasi pertama ada sebanyak 50.497.940 dan vaksinasi kedua 23.777.323 dari target vaksinasi Indonesia sebanyak 208,2 juta penduduk.
  • Buat kamu yang udah harap-harap cemas menunggu kelanjutan nasib PPKM level 4, ditunggu ya guys, karena besok, PPKM ini bakal selesai. Terus, apakah statusnya bakal extend lagi apa diturunin ni? Nah itu masih belum keliatan hilalnya. Namun yang pasti, Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat (IAKMI) Hermawan Saputra ngingetin supaya pelonggarannya nggak bisa secara signifikan. Hal ini karena angka positivity rate dan kematian saat ini masih tinggi.
  • Meanwhile, sejumlah pengusaha, di antaranya Ketua Umum DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) DKI Jakarta Sarman Simanjorang bilang bahwa kalo PPKM-nya diperpanjang, maka mungkin banget terjadi PHK atau penutupan usaha secara permanen. Sarman juga bilang, bahwa saat ini pengusaha lagi berharap-harap cemas menunggu keputusan PPKM dari pemerintah.
  • Dalam rapat terbatas sama para menterinya weekend kemarin, Presiden Joko Widodo mewanti-wanti jajarannya untuk mewaspadai kenaikan kasus covid-19 di luar Jawa dan Bali. Kata Pak Jokowi, kenaikan Covid-19 di luar Jawa-Bali ini terjadi dalam 2 minggu terakhir, di mana per 25 Juli lalu, daerah di luar Jawa-Bali berkontribusi 13.200 kasus Covid-19 atau 34 persen terhadap kasus nasional.
  • Baru aja kemarin ni guys, pemerintah lewat Menkomarves Opung Luhut Pandjaitan menjabarkan rencana kebijakan soal kartu vaksinasi yang bakal jadi syarat untuk masuk ke fasilitas tempat umum dan tempat wisata. Kata Opung Luhut, aturannya bakal dilakukan secara bertahap dan diharapkan bisa mengendalikan jumlah kasus penularan Covid-19.
  • Not OK, guys. Jadi minggu lalu, Amnesty International Indonesia (AII) menyampaikan bahwa pihaknya udah menerima aduan dari 21.424 tenaga kesehatan (nakes) terkait insentif yang molor maupun dipotong dan nggak sesuai dengan yang dijanjikan. Menurut Media and Campaign Manager AII Nurina Savitri, aduan ini merupakan kumulatif keluhan nakes dari periode Juni 2020 hingga Juli 2021. Doi juga bilang bahwa aduan ini datang dari at least 21 provinsi, dari Sumatra hingga Papua.
  • Ternyata guys, pemberlakuan PPKM ni bisa ngaruh juga lho sama kepatuhan lalu lintas. Jadi dalam keterangannya kemarin, Satuan Lalu Lintas Polres Madiun Kota, Jawa Timur bilang bahwa penerapan PPKM selama Juli 2021 menurunkan kasus secara signifikan di wilayahnya. Hal ini karena yhaa emang warga nggak ke mana-mana.
And internationally…
  • Per kemarin, total kasus positif Covid-19 di dunia udah mencapai 202.381.318 kasus dan 4.289.689 kasus meninggal.
  • Negara-negara dengan kasus terbanyak adalah Amerika Serikat (35.741.342 kasus), India (31.934.455 kasus), Brazil (20.151.779 kasus), Rusia (6.362.641 kasus), dan Prancis (6.350.899 kasus).
  • Kemarin, Olimpiade Tokyo 2020 udah resmi selesai. Menurut catatan panitia, jumlah kasus positif Covid-19 di sana selama perhelatan Olimpiade pada 23 Juli sampai 8 Agustus 2021 mencapai 430 kasus, dari total 52 ribu orang yang terlibat selama ajang olahraga multievent ini. Adapun mereka yang positif mayoritas para penduduk Jepang sendiri, kayak staf sampe kontraktor. Terus kalo dari kalangan atlet, jumlah kasus positifnya adalah 29 kasus, dan dari media ada 25 kasus.
  • Untuk pertama kalinya dalam 15 bulan terakhir guys (15 BULAN!) negara tetangga Brunei Darussalam akhirnya menemukan 7 kasus covid-19 yang ditularkan secara lokal di negara tersebut. Seiring dengan perkembangan ini, pihak pemerintah langsung memberlakukan pembatasan sosial yang menutup tempat ibadah dan menunda kegiatan ngumpul-ngumpul selama dua minggu ke depan.
  • Sedih deh guys buat kamu yang udah nunggu-nunggu biar bisa umroh tahun ini. Karena ternyata, meskipun Arab Saudi udah menerima jemaah umroh dari luar negeri, tapi kalo dari Indonesia sih kita diminta untuk menunda dulu. Hal ini karena menurut Kemenag RI, pihak Arab Saudi masih memasukkan Indonesia sebagai satu dari sembilan negara yang masuk dalam daftar larangan masuk Saudi karena tingkat penularan dan angka kematian Covid-19 yang masih tinggi.
  • Suasana di Thailand lagi panas ni gengs, karena sejak minggu lalu, puluhan ribu warga turun ke jalan di ibu kota Bangkok untuk memprotes kebijakan pemerintahnya dalam menangani pandemi covid-19. Selain dinilai lamban dalam melakukan proses vaksinasi, pihak pemerintah juga dinilai nggak ngapa-ngapain dan para demonstran meminta agar Perdana Menteri Prayut Chan O-Cha untuk mundur dari jabatannya.
  • Sekarang kita ke negara tetangga lain guys, yaitu Filipina yang baru aja me-lockdown ibu kotanya Manila sejak Jumat minggu lalu. Jadi kota dengan populasi 13 juta orang ini kemudian memberlakukan berbagai kebijakan pembatasan yang ketat, di mana warga cuma boleh keluar rumah kalo mo membeli kebutuhan harian atau ke rumah sakit. Selain itu, akses ke dan dari Manila juga sangat dibatasi, di mana cuma karyawan sektor esensial yang dapat keluar masuk kawasan ibu kota.
  • Finallly, still from our Southeast-Asian neighbor, Singapura, yang rencananya bakal mulai “hidup berdampingan” sama Covid-19 mulai 10 Agustus mendatang. Dengan berlakunya kebijakan ini, maka warga udah bisa dine in, ngumpul-ngumpul, nonton konser, ke rumah ibadah, hingga pembukaan kembali perbatasan. Kuncinya? Vaksinasi guys. Jadi Singapura itu so far udah memvaksinasi hingga 63,4 persen penduduknya, dan kasus penularan juga udah jauh berkurang. Karena itulah, pemerintah setempat memutuskan untuk “hidup berdampingan” sama Covid-19, di mana yaudah virusnya tetap ada, tapi dengan angka vaksinasi yang tinggi, diharapkan penularan dan okupansi rumah sakit juga rendah, hingga para pasien masih bisa tertangani dan nggak bikin sistem rumah sakit kewalahan.

When you should really reaaaallly care about the earth 🌎

Because the earth is burning guys, literally.
Yep, remember the heat wave? Itu looo gelombang panas yang menyebabkan kebakaran hutan besar-besaran dan belakangan ini terjadi di beberapa daerah yang biasanya dingin, kayak Amerika Serikat, Kanada, hingga Siberia.
 
Yea I remember. Wazzap?
Nah belakangan ini, kebakaran karena gelombang panas itu juga terjadi di beberapa negara di wilayah Eropa Selatan atau Wilayah Mediterania. Kemarin yang baru kita bahas di podcast terakhir adalah di Turki, yang tengah mengalami kebakaran hutan sampe menghanguskan lebih dari 1.600 kilometer persegi area hutan di sana. FYI guys, kebakarannya itu terjadi sejak Juli kemarin hingga saat ini.
 
OMG, how is it now in Turkey?
It’s not going well there. Kebakaran hutan tahun ini masih terjadi dan merupakan yang terparah sepanjang sejarah. Terus, pihak otoritas Turki juga masih berjuang memadamkan api dan udah mendapat bantuan dari negara tetangga, kayak Azerbaijan yang mengirimkan 750 orang personel pemadam kebakaran dan 93 mobil damkar, Kroasia yang memberikan pesawat buat memadamkan api dari udara, dan negara-negara tetangga lainnya. Nah syukurnya guys, hari Sabtu kemarin turun hujan, hingga api lebih bisa terkendali setelah sebelas hari berturut-turut ribuan pemadam kebakaran mencoba memadamkannya. FYI, ada delapan korban jiwa dalam kebakaran ini.
 
What about other countries?
Not as lucky, especially Greece. Di Yunani sendiri, api mulai muncul sejak hari Selasa minggu lalu, tanggal 3 Agustus 2021 dan so far udah ada lebih dari 100 titik yang terbakar di sana. Terus, ribuan penduduk dan turis juga udah dievakuasi lewat darat maupun laut. Ada yang menarik dari kasus kebakaran hutan di Yunani gengs, yaitu ada 3 orang yang lagi under investigation karena diduga secara sengaja memulai api di tiga titik yang berbeda di wilayah Athena Utara.
 
Seriously??? 
Yep, but still, the star in this scenario is climate change. Karena adanya perubahan iklim ini, gelombang panas semakin berbahaya dan bikin suhu udara di Yunani jadi paling tinggi selama beberapa dekade terakhir. As a result, kondisi ini memperparah situasi dari kebakaran hutan di beberapa wilayah. Terus, pemerintah negara-negara Eropa dan Uni Eropa sendiri juga udah nge-declare kalo ini semua biang keroknya adalah climate change.
 
Remind me. What does climate change have to do with this?
Karena adanya perubahan iklim ini, kekeringan di beberapa negara terjadi dalam periode yang lebih panjang dari biasanya. Terus, tanah gambut di berbagai negara jadi semakin kering dan bikin api jadi menyebar dengan cepat, ditambah suhunya yang super panas hingga bikin api makin sulit dipadamkan. Dengan segala kombinasi inilah, kebakaran hutan dan gelombang panas selalu makin parah setiap tahunnya. Bahkan di tahun ini, berbagai wilayah yang emang traditionally dingin justru malah jadi panas.
 
Like what?
Like Siberia di Rusia. Jadi Siberia ini diketahui sebagai wilayah berpenghuni yang paling dingin di dunia. Nah sejak bulan lalu, Siberia lagi dilanda kebakaran hutan yang parah banget dan api terhitung melalap sekitar lebih dari 20juta hektar hutan. Eh terus minggu lalu, api yang sempet dipadamkan nyala lagi dan membakar sekitar 1,1 juta hektar hutan lagi. Dari Siberia kita ke Italia yang juga mengalami kebakaran hutan di wilayah Sisilia sejak Kamis kemarin. Selain itu, ada Albania, Moroko, Macedonia Utara, dan Libanon yang mengalami nasib yang sama. Belom lagi Amerika Serikat yang kembali mengalami wildfire di wilayah Greenville, California.
 
So scary… Anything else?
FYI guys, kebakaran ini bener-bener bikin banyak negara dan stakeholder lainnya makin sadar akan bahayanya perubahan iklim. Karena dampak yang paling jelas dirasakan tentu aja korban jiwa dan binatang-binatang penghuni hutan yang terbakar. Selain itu, polusi dari asap kebakaran tentu aja bikin wilayah Eropa semakin gak sehat untuk dihirup. Belum lagi, dampak perekonomian akibat terdampaknya ratusan ribu rumah warga dan tempat bisnis yang terbakar juga.

Who’s saying “is it too late now to say sorry?”

Australian Government.
 
To whom?
The indigenous peopleYep, remember our history class a while ago, soal anak-anak native di Kanada yang ketika kolonial Eropa pertama kali dateng ke tanahnya, mereka dipisahkan secara paksa dari keluarganya dan dimasukin ke residential schoolIf you remember, keep scrolling. If you don’t here’s some refresher. 
 
(TRIGGER WARNING: This content might be too gruesome to read this early in the morning. Remember to prioritize your mental health first.)
 
OK I got it. What now?
Nah baru aja nih minggu lalu, Pemerintah Federal Australia bilang bahwa pihaknya bakal memberi kompensasi yang bernilai mencapai US$800juta buat anak-anak dari suku asli Australia yang dirampas hak-haknya dan dipisahkan dari orang tuanya yang terjadi pada periode tahun 1890-an hingga 1970-an. Anak-anak native ini juga dikenal dengan sebutan “Stolen Generations”.
 
HAH kolonial Eropa ngelakuin ini di Ostrali juga?
Yoi, inget kan kamu lagunya Trio Kwek-Kwek yang bilang bahwa suku asli di Australia itu adalah suku Aborigin? Ya itu bener guys, dan sebenernya ada 500an lagi kelompok suku asli (indigenous) yang tinggal di Australia. Baru kemudian di abad 17an, explorer dari Inggris dateng, namanya James Cook, dan langsung mengklaim wilayah Australia sebagai teritori Inggris. Doi kemudian pulang ke negaranya dan laporan ke otoritas Inggris, kurang lebih, “Bos ada teritori baru tu yang harus kita klaim, namanya Australia. Kenapa? Karena penjara di Inggris udah overcrowded, terus juga demi memperluas wilayah kekuasaan British Empire, dan kita jadi punya kekuatan di wilayah Selatan,” so the authorities were like, “OK, Acc.”
 
Terus terus…
Yaudah abis itu, mulai deh berdatangan orang-orang dari Eropa ke Australia untuk bikin koloni, dan cuma dalam waktu 10 tahun aja, populasi para indigenous people di sana berkurang sampe 90%. Penyebabnya? Tanah mereka dirampas, bahan makanan diberangus, ditularin penyakit mulai dari cacar, measles, hingga sexual abuse, atau ya direct kill aja, kayak diracun, dijatuhin dari tebing, hingga ditembak-tembakin sampai habis :(.
 
🙁 🙁 🙁
Penderitaan belum selesai guys. Selanjutnya during 1890s to 1970s, anak-anak penduduk asli Australia, dari masih bayi, kemudian diambil paksa dari orang tuanya untuk tinggal di asrama, foster family, atau tempat tinggal misionaris untuk melakukan “asimilasi” terhadap kebudayaan kulit putih. Harapannya yha dengan dibesarkan dalam lingkungan orang putih, maka anak-anak ini akan lupa sama budaya sukunya sendiri dari mulai bahasa, tradisi, pengetahuan, dan lain-lain. Dengan adanya kebijakan ini, banyak dari anak-anak indigenous yang bahkan nggak pernah tahu siapa orang tua asli mereka, sodaranya, hingga kulturnya kayak gimana.
 
Geez… Go on.
Selain mengambil paksa anak-anaknya, para perempuan suku asli juga dipaksa untuk menikah sama orang kulit putih in order to have children with fairer skin tone. Nah, hal ini juga bertujuan supaya semakin ke depan semua generasi di Australia bakal berkulit putih, and no more Aboriginal Tribes.
 
So what happened to the children who were taken away?
Well, kalo anaknya memiliki sebagian genetik kulit putih, maka anak-anak tersebut bakal ditaro di panti asuhan dan diadopsi sama keluarga kulit putih, tapi mereka gak bakal dikasih tau kalo mereka memiliki keturunan Aborigin. Kalo anak-anak yang full Aborigin, mereka dijadiin pekerja dengan upah rendah atau bahkan gak dibayar sama sekali buat ngebangun infrastruktur Australia di awal-awal pembangunannya. Nah makanya guys, ada program reparasi sekarang ini untuk kompensasi terhadap para Stolen Generations tadi.
 
Now tell me about the program.
Jadi dengan adanya program ini, Pemerintah Federal Australia udah setuju untuk melakukan reparasi atau membayar sejumlah uang kepada keluarga-keluarga indigenous yang mengalami kesadisan ini. Program ini mencakup wilayah-wilayah yang berada di bawah pemerintahan federal kayak Northern Territory dan Australian Capital Territory. Selain itu, kebijakan yang seragam juga udah dilakukan di tingkat negara bagian kayak New South Wales, Victoria, dan South Australia. Terus guys, pas ngumumin soal program ini, Perdana Menteri Australia Scott Morrison bilang bahwa kebijakannya adalah overdue step yang harusnya dilakukan sejak lama. Morisson juga bilang bahwa pemerintah nggak akan minta maaf aja, tapi juga bakal bertangung jawab.
 
Agreed. Go on.
Adapun programnya sendiri akan memberikan satu kali pembayaran kepada para Stolen Generations sebesar 60 ribu USD. Hal ini merupakan bagian dari program jangka panjang pemerintah Australia untuk memperbaiki kesenjangan sosial di antara penduduk kulit putih dan suku asli Aborigin saat ini. FYI, data sensus penduduk di sana menunjukkan bahwa kesejahteraan, kesehatan, pendidikan, dan housing para suku asli ini jauh di bawah banget daripada penduduk kulit putih.
 
Got it. Anything else?
FYI lagi, Reparasi emang jadi isu yang kenceng banget di negara-negara yang membantai penduduk asli kayak Australia ini. Selain di Ostrali, Kanada juga udah sepakat untuk melakukan reparasi kepada 80.000 suku asli di sana pada tahun 2006, meskipun kemaren isu ini keangkat lagi setelah banyaknya kuburan anak suku asli ditemukan di residential school. Amerika Serikat sendiri juga melakukan hal yang sama setelah selesai Perang Dunia II untuk suku asli, dan belakangan ini lagi digencarin juga buat perbudakan yang dialami sama penduduk kulit hitam di sana.

Who’s just singing “We are the Champions…”?

United States of America 🇺🇸.
Yang kemarin baru aja memastikan diri keluar sebagai juara umum Olimpiade Tokyo 2020. Yep, congrats to #TeamUSA yang memenangkan posisi ini setelah medali emas penentuannya diraih dari cabang olah raga voli putri di mana kontigen Amerika serikat berhasil mengalahkan Brasil di partai final dan meraih emas.
 
Dengan kemenangan ini, maka AS meraih medali emas terbanyak, yakni 39, satu aja di atas China yang ada di posisi kedua dengan raihan 38 emas. Tentunya emas dari tim voli putri ini decisive banget guys, karena gini, jadi sebenernya di dua hari terakhir itu, AS masih kalah unggul dengan China yang punya 38 emas, sedangkan AS ada di posisi kedua dengan 36 emas. Namun #TeamUSA masih punya lima pertandingan yang berpotensi meraih emas di hari terakhir, sedangkan China cuma satu. Terus di hari terakhir itu, #TeamUSA berhasil meraih dua emas dari dua pertandingan pertama, dan sebenernya itu aja udah cukup menggeser China karena USA punya medali perak yang lebih banyak. Namun penentu kemenangannya didapatkan dari tim voli puteri yang menang, hingga jumlah total emas AS adalah 39 emas, unggul satu dari China. Dengan hasil ini, maka #TeamUSA udah fix nih keluar sebagai juara umum. Now what’s next? Well sesuai protokol covid-19, para atlet diminta untuk segera pulang ke negaranya masing-masing paling lambat 48 jam setelah menyelesaikan pertandingan. Tokyo Olympics 2020 juga udah resmi ditutup Hari Minggu kemarin waktu setempat, dan akan mengukir sejarah sebagai Olimpiade pertama yang tidak dihadiri penonton sama sekali.
 
See you in 2024, Paris!

“Burung yang terbang pasti ada kerja sama sayap kiri dan kanan, kepaknya berirama. Seandainya burung garuda, di sana ada Bhinneka Tunggal Ika,”
 
Tuh guys, buat kamu yang penasaran apa arti tulisan “Kepak Sayap Kebinekaan” di baliho Mbak Puan Maharani yang sering kamu liat di mana-mana, itu di atas tuh artinya. Makna itu dijelasin langsung sama Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPP PDI Perjuangan (DPP PDIP) Bambang Wuryanto minggu lalu. Kata Pak Bambang, ‘kepak sayap’ itu diasosiasikan sebagai burung yang memiliki kerja sama di sayap kanan dan kirinya.
 
Nah guys, the more you know….

Announcement


Thanks to Seseorang for buying us coffee yesterday!

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Ajak-ajak yuk!

Yep, kamu bakal langsung dapet merchandise eksklusif dari Catch Me Up! kalo kamu ngajak teman-teman kamu berlangganan! Caranya gampang banget, kamu tinggal klik link di bawah ini dan mulai deh, sebar-sebar referral code kamu ke teman, sodara, gebetan, rekan kantor, pokoknya siapa aja boleee….

Atau, kamu juga bisa langsung nge-klik share button di bawah ini! Kumpulin terus referral kamu untuk dapetin merchandise-nya ya! Gratis!


Catch Me Up! recommendations

You don’t want to start your week before watching this video. Trust us. 

Angel’s Stories

1. Entah kenapa aku kemarin punya keinginan untuk “ngabsen” teman-teman yang ada di luar kota. Dari sore sampai malem cuman sekitar 4 jam aja udah dapet banyak cerita : ada yang sakit, ada yang depresi, ada yang habis resign, ada yang dapet kerjaan baru, ada yang pindah ke lain kota, dll. Beneran deh, coba kirim pesan/telepon temanmu. Semoga hatimu kembali hangat.
-Owl-
 
2. Belakangan ini saya merasa kesepian dan jadi gampang sedih, belum lagi tuntutan kuliah untuk tugas akhir. Namun, beberapa hari lalu saya merasa lebih baik setelah saya tahu kabar teman-teman dan sempat berbagi cerita having quality time. Rasanya benar-benar re-charge energy. Bahkan saat menuju seminar hasil kemarin, saya benar-benar merasa di-support oleh teman-teman dan saya bersyukur bahwa saya bersama mereka. Love sekali! Belum lagi semalam setelah sidang hasil, hadiah dari tim CMU tiba. Senang sekali. Walaupun saya belum bisa nraktir kopi buat tim, saya ingin berterima kasih kepada tim CMU yang baik sekali selalu menulis berita yang enak sekali dibaca tiap pagi. Semoga keadaan segera membaik. Sehat-sehat semuanya 🙃.
-Senja_yang_menjingga-
 
(We believe that angels, just like superheroes and cats, come in different costumes, but they’re here for the same reasons: to make our days brighter, our smiles wider, and our feelings happier. So during these uncertain times, we’ve decided to replace the love letter with stories about kindness, because now more than ever, our community needs that. Shoot us your kindness stories here (can be something you see or experience firsthand (or no), basically, anything!) and we will feature it here. You can also check our previous angel stories on our angel’s Instagram. Go go go!)