Bom Bunuh Diri di Bandara Kabul Afghanistan

33

Now, let’s catch you up on: Kabul airport bombing.

*CONTENT WARNING: this news contains violence and might be too distressing to be digested this early. Please consider your mental condition before you proceed. Remember, you can always come back later.*
 
I am ready. What happened?
Berita menyedihkan datang di Afghanistan ni guys, di mana pada Kamis, 26 Agustus 2021 kemarin, terjadi insiden bom bunuh diri di bandara Kabul, Afghanistan. Insiden ini memakan korban jiwa sebanyak 175 orang  dan lebih dari 200 orang luka-luka. FYI, ada 13 orang tentara US yang tewas dalam pemboman ini. Terus, pembomannya juga pas banget dilancarkan di tengah deadline sebelum 31 Agustus 2021 yang diterapkan oleh Taliban buat negara-negara yang mau mengevakuasi penduduknya dari negara tersebut. Soal deadline tersebut, lengkapnya bisa kamu baca di sini ya gengs.
 
Who’s behind all this?
ISIS-K alias Islamic State Khorasan Province yang merupakan afiliasi dari kelompok ekstrimis militan Islam lainnya, ISIS. Jadi guys, ga lama setelah bomnya meledak, ISIS-K mengklaim kalo mereka adalah dalang dari serangan ini. Meskipun nggak ada bukti yang bisa mendukung klaim ini, namun kelompok intelejen Amerika Serikat meyakini bahwa emang ISIS-K lah pelakunya.
 
I need more background on ISIS-K.
That’s what we are here for. So, ISIS chapter Provinsi Khorasan ini terbentuk pada Januari tahun 2015 ketika kekuatan ISIS udah semakin kuat di Irak dan Suriah. Dalam keterangan dari Center of Strategic and International Studies (CSIS), kelompok ini lebih kecil, tapi lebih ekstrim dibanding Taliban. Terus, mereka punya paham yang nggak menganggap adanya batas negara dan memimpikan berdirinya negara khilafah yang meliputi Pakistan dan Afghanistan. Jadi emang bedanya secara wilayah sama Taliban guys, kalo Taliban berfokus pada penegakkan syariah Islam di Afghanistan aja,  kalo ISIS-K sifatnya lintas negara dan mau mendirikan khilafah.
 
I see. Go on…
Adapun jumlah dari kelompok ISIS-K ini ada sekitar 3.000 orang, namun seiring dengan konflik yang kerap terjadi sama Taliban maupun tentara AS, jumlah mereka juga sebenernya berkurang terus. Furthermore, ISIS-K beroperasi di wilayah Kabul dan Kunar, yang merupakan perbatasan antara Afghanistan dan Pakistan yang biasanya jadi jalur penyelundupan human trafficking dan narkoba. ISIS-K sering melakukan serangannya terhadap kelompok minoritas, Taliban, tentara AS, hingga tempat-tempat yang banyak kaum perempuannya, terutama perempuan yang mengenyam bangku pendidikan. Jadi, mereka sering banget menyerang sekolah-sekolah dan targetnya adalah anak perempuan.
 
Are they affiliated with the Taliban?
Enggak. Taliban dan ISIS K justru nggak akur juga, karena menurut ISIS K, Taliban nggak “Islam banget” karena mereka melakukan perjanjian perdamaian dengan Amerika Serikat dan ini merupakan pengkhianatan jihad. Karena perbedaan pandangan inilah, ISIS-K sama Taliban juga kerap terlibat konflik dan yang paling baru, ISIS-K tidak mengakui kepemimpinan Taliban di Afghanistan. Alasannya, ya karena nilai-nilai keislaman yang dianut Taliban kurang hardline.
 
OMG… Is that why they attacked the Kabul airport?
Yep. ISIS-K bilang bahwa Taliban melakukan negosiasi perdamaian dengan US, which menurut mereka mengabaikan peperangan dan semangat jihad yang seharusnya dianut oleh Taliban. Makanya deh, di tengah evakuasi yang lagi dilakukan sama banyak negara terhadap warganya, ISIS K kemudian melancarkan serangan bom bunuh diri tersebut.
 
Now tell me more about the bombing.
Jadi, ada dua ledakan bom bunuh diri di saat yang sama tersebut. Ledakan pertama ada di Abbey Gate, gerbang bandara Kabul di mana pasukan tentara Inggris dan US bertugas melakukan evakuasi. Satu lagi terjadi di hotel dekat dari bandara Kabul. Nah, sebelum terjadi pengeboman, udah ada peringatan dari US, Inggris, dan Australia ni kalo kayaknya bakal ada serangan teroris yang dilancarkan di titik-titik evakuasi ini. Semua orang yang berkerumun di titik tersebut dari beberapa hari yang lalu diminta cabut buat menghindari serangan teroris tersebut. Eh ternyata bener aja kan…
 
Dang.. Terus abis terjadi pengeboman gimana?
Presiden Amerika Serikat Joe Biden langsung mengutuk serangan tersebut dan bilang bahwa doi marah banget. Biden juga bilang bahwa pihaknya bakal mencari dan memburu para pelaku dan bikin mereka membayar apa yang udah dilakukan. Nah Minggu kemarin, Amerika Serikat kemudian mengirim pesawat tak berawak buat nyerang balik ke markas ISIS-K yang ada di Kabul. Akibat serangan itu, dua orang yang diduga sebagai ISIS K akhirnya terbunuh.
 
Did Taliban say anything about all this mess?
Yes. Juru Bicara Taliban Zabihullah Mujahid bilang kalo Taliban mengecam keras serangan bom yang menyasar ke masyarakat sipil di Afghanistan ini. Selain itu, doi juga bilang bahwa kelompoknya nggak ada hubungannya sama ISIS-K.
 
Got it. Anything else?
Nah, terkait proses evakuasi di Afghanistan, Mujahid juga bilang bahwa as soon as tentara US cabut, Taliban bakal take over bandara Kabul, which will be after the deadline. Selain itu, Taliban juga bakal segera ngumumin kabinet baru di bawah pemerintahan mereka. Furthermore, Taliban menyebutkan bahwa situasi di Afghanistan semakin genting, terlebih setelah ada pengeboman ini. Karenanya, Taliban bilang bahwa pihaknya bakal mulai kerja semaksimal mungkin buat mengembalikan stabilitas keamanan di sana.