UNICEF : Lebih Dari 2 Juta Anak di Yaman Tidak Sekolah

21

Who’s ringing the alarm?

The United Nations Children’s Fund aka UNICEF. 
 
On what? 
Children’s education in Yemen. Menurut UNICEF, lebih dari dua juta anak di Yaman nggak sekolah akibat perang.
 
No…. kok bisa?
Bisa, karena Yaman lagi berada dalam kondisi perang sipil sejak tahun 2014 gengs. Perangnya terjadi ketika ada kelompok bersenjata (Houthi) yang berupaya mengambil alih kekuasaan dari pemerintah hingga berhasil menguasai ibu kota Yaman, Sana’a. Nah, perang tersebut diperparah dengan munculnya campur tangan dari pihak luar, misalnya Saudi Arabia dan Uni Emirat Arab yang mendukung kelompok pemerintah, dan Iran yang secara nggak langsung mendukung kelompok Houthi. Jadinya proxy war aja ni.
 
Go on…
Nah, balik lagi ke laporan UNICEF, disebutkan bahwa kondisi perang yang berkepanjangan ini bikin jumlah anak-anak yang butuh pendidikan meningkat.  Berdasarkan data, sebelum perang, ada 1,1 juta anak yang butuh pendidikan.  Nah, setelah perang, jumlahnya naik menjadi 8,1 juta anak gengs.
 
That’s a lot… 
Iya.  Terus, berdasarkan laporan tersebut juga, setidaknya ada 231 penyerangan terhadap sekolah-sekolah di Yaman. Selain itu, lebih dari 170.000 guru di Yaman belum dibayar secara regular selama empat tahun terakhir.  Hal ini dapat mendorong para guru untuk resign, which is not good. 
 
Why not? 
‘Cause kalau guru-guru pada resign, ada tambahan sekitar empat juta anak yang berisiko nggak mendapatkan pendidikan karena kekurangan guru. Nah, anak-anak yang nggak sekolah ini biasanya dipaksa untuk nikah muda, terpaksa jadi buruh anak, atau direkrut untuk ikut berperang.  FYI, lebih dari 3.600 anak udah ikut berperang sejak tahun 2014 lalu.
 
:’( anything else? 
Menurut perwakilan UNICEF di Yaman Philippe Duamelle, pendidikan di Yaman mempunyai tantangan yang besar. Perang bikin seengaknya 11,3 juta anak membutuhkan bantuan kemanusiaan dalam berbagai bentuk, dan jutaan anak putus sekolah. Hal ini tentunya berdampak sangat buruk terhadap masa depan anak-anak tersebut. Karenanya, Duamelle mengajak seluruh stakeholders untuk bekerja sama membangun perdamaian, dan ia juga mengajak lembaga donor internasional untuk mendukung program pendidikan di Yaman yang berjangka panjang.