Tanah Longsor di Atami, Jepang Memakan Banyak Korban

25

When people are grieving in Japan…

Karena baru aja nih, Jepang mengalami tanah longsor yang memakan banyak korban. Tragedi ini terjadi di Kota Atami, Jepang, dan so far, ada tiga orang yang tewas dan 113 orang hilang.
 
Oh no…kok bisa?
Karena emang over the weekend kemarin, terjadi hujan yang gedeee banget guys di sana. Longsornya sendiri terjadi dalam skala yang besar, di mana ada 130 bangunan yang rusak yang emang terletak di daerah-daerah yang terjal. Saking besarnya skala kerusakan, kejadian ini disebut juga mud tsunami.
 
Oh no…
Yep. Adapun tanah longsornya itu terjadi pada Hari Sabtu sekitar pukul 10:30. Terus, kebanyakan bangunan yang rusak adalah resort-resort pemandian air panas yang berlokasi dekat dengan perairan. Untuk mengevakuasi para korban, otoritas di sana udah menjadikan dua hotel swasta sebagai pusat evakuasi yang menampung sekitar 562 orang.
 
Any survivors?
Yep. Hingga saat ini, petugas SAR masih melakukan proses evakuasi terhadap para korban, dan mereka udah berhasil menyelamatkan sekitar 23 orang, namun ya itu. Masih ada 113 orang lagi yang hilang.
 
Got it. Any words from the gov?
Yep, Menurut Gubernur Prefektur Shizuoka Heita Kawakatsu, pemerintah bakal melakukan investigasi terkait apakah tanah longsornya itu bisa terjadi karena adanya pembangunan di wilayah pegunungan yang bikin penyerapan air hujan nggak maksimal. Terus juga, Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga udah menyampaikan ucapan berbelasungkawanya buat para korban, dan bilang bahwa pemerintah lagi berusaha sebaik mungkin untuk menyelamatkan para korban. Pada kesempatan yang sama, PM Suga juga bilang bahwa hujan deras bakal terus terjadi di beberapa daerah di Jepang, jadi ia mengimbau agar warga Jepang meng-update terus ramalan cuaca dan informasi terkait evakuasi.
 
I see..anything else? 
FYI, Jepang memang rentan banget mengalami berbagai bencana, salah satunya tanah longsor.  Dalam setahun aja, jumlah rata-rata tanah longsor di Jepang mencapai 1.500 kejadian.  Jumlah tersebut naik 50 persen dari 10 tahun sebelumnya.  Terus, setengah dari total populasi Jepang dan 75 persen aset negara, terletak di daerah-daerah rawan tanah longsor/banjir.