REvil Hackers Nge-hack Sistem Komputer 17 Negara

63

When the BIGGEST cyber attack in history is happening…

It’s happening. What a time to live, rite?

Whoaa..what happened? 
Jadi Jumat kemarin, ada kelompok hackers, namanya REvil Hackers yang baru aja melakukan ‘ransomware attack’ aka nge-hack sistem komputer yang mempengaruhi sistem software di 17 negara!
 
KOK BISA?
Jadi para hackers ini menyerang perusahaan informasi teknologi asal Miami, Amerika Serikat bernama Kaseya. Nah, servisnya Kaseya ini menyediakan software tools buat para kliennya di berbagai negara. Dengan nge-hack ke Kaseya, maka para hackers itu dapet akses, guys ke data dan software milik klien-kliennya Kaseya. Nah, ini nih yang bikin prahara.
 
Ya ampun. Praharanya kayak gimana?
Misalnya, salah satu klien Kaseya adalah supermarket terbesar di Swedia, namanya Coop. Coop ini sampe harus menutup seluruh tokonya yang berjumlah 800 minggu lalu karena sistem pembayarannya di-hack. Jadi para pembeli gabisa checkout gitu lo guys. Selain Coop, 11 sekolah di New Zealand juga ke-hack datanya, dan ada beberapa perusahaan IT dari Belanda yang juga terpengaruh. Totalnya, ada sekitar 200 perusahaan yang terdampak dengan serangan ini.
 
Geeez…
Yep. Terus juga nih, para hackers sengaja melancarkan serangan pas lagi Hari Kemerdekaannya Amerika Serikat (4th of July) di mana para pegawai pada libur. Terkait serangan ini, CEO Kaseya, Fred Voccola bilang mengatakan bahwa kemungkinan jumlah korbannya mencapai 800 – 1500 bisnis, termasuk kantor-kantor kecil kayak klinik dokter gigi dan perpustakaan. Namun banyak ahli yang memprediksi jumlahnya lebih banyak, mengingat masing-masing klien itu tentunya punya database user-nya sendiri yang udah bocor.
 
Terus gimana?
Well, saat ini CIA, FBI, sampe The White House udah ikut turun tangan untuk menyelidiki kejadian ini. Terus juga para ahli IT, baik dari entitas swasta maupun negara tengah berupaya meminimalisir akibat dari serangan ini, dan mereka juga aktif menginfokan ke komunitasnya supaya berhati-hati atas serangan cyber tersebut.
 
Tapi emang maksud dan tujuan mereka nge-hack apa sih?
Mo duit gengs. Jadi dalam komunikasinya, REvil Hackers meminta imbalan US$70 juta dalam bentuk bitcoin, kalo emang Kaseya pengen mengembalikan sistem-sistem seperti semula. Selain itu, REvil juga masih nego-nego sama korbannya yang individu untuk ngasih $200.000, walaupun kalo mau unlock semua yha $70 juta lha…
 
OK. Anything else? 
Nah guys, jadi kalo dari hasil penyelidikan pihak AS, diduga bahwa REvil Hackers ini adalah kumpulan hackers yang berada di Rusia atau di negara-negara pecahan Rusia. Hal ini tentunya membuat tegang kembali hubungan antara Presiden AS Joe Biden dengan Presiden Rusia Vladimir Putin yang baru ketemuan bulan lalu. Secara pas bulan lalu itu, Biden udah minta Putin untuk jangan melindungi hackers-hackers yang membahayakan keamanan nasionalnya AS, eh taunya malah ada kejadian begini. Hiks.