PM Inggris Ajak Warganya Hidup Berdampingan Dengan Corona

26

Who’s raising a peace sign?

The United Kingdom. To Covid-19.
 
Again?
Yep. Setelah minggu lalu kita tahu bahwa Singapur udah memutuskan untuk “berdamai” dengan pandemi Covid-19, maka kali ini, giliaran Inggris yang memutuskan untuk yauda cuiiii kita hidup “berdampingan” aja ama covid…
 
Gimana tu maksudnya?
Jadi kemarin, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson bilang bahwa saat ini, negaranya udah di tahap akhir dalam tingkatan pembatasan sosial, dan pihaknya lagi siap-siap “mengembalikan kebebasan rakyat”. Doi juga mengajak warganya untuk bisa hidup dengan virus corona, namun tetap mewaspadai penyebarannya.
 
Explain.
OK. Jadi dalam keterangannya itu, Johnson bilang bahwa kebijakan tahap keempat ini akan mulai diterapkan per tanggal 19 Juli nanti, di mana warga Inggris udah nggak wajib pake masker, nggak perlu jaga jarak, dan boleh mengadakan kegiatan-kegiatan besar lagi. FYI, sebelumnya kebijakan ini akan diberlakukan pada 21 Juni kemarin, tapi nggak jadi karena varian Delta meningkat di sana.
 
Lha emang sekarang enggak?
Yha meningkat juga sih, which is why kebijakan ini kemudian menuai protes, khususnya dari kelompok medis di sana. Menurut The British Medical Association, pemerintah harusnya hati-hati dalam melonggarkan semua kebijakan pembatasan, karena kasus Covid-19 varian delta justru lagi menyebar. Selain itu, BMA juga menyebut bahwa pemerintah harus lebih concern sama keselamatan warga, dan harus punya kebijakan yang lebih terarah dan jelas.
 
Terus gimana?
Well, menurut Menteri Kesehatan Inggris Sajid Javid, saat ini udah saatnya warga bisa menjalani hidup kayak biasa, dan menganggap covid ini kayak flu biasa aja. Dengan begini, Javid bilang bahwa Inggris bukan hanya bakal jadi negara yang lebih bebas, tapi juga lebih sehat.
 
Jadi legit nih, reopening?
Yhaa on track ya. Final decision-nya sih pada tanggal 12 Juli nanti, di mana pemerintah bakal mengambil keputusan terkait kebijakan ini. Untuk mengantisipasi penyebaran kasus, pemerintah Inggris juga berencana untuk menyediakan vaksin ketiga sebagai ‘booster’ untuk kelompok yang paling rentan, which includes warga di atas umur 50 tahun.  Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan imunitas mereka di musim dingin nanti.
 
Got it.
Fyi guys, Inggris masih menjadi negara dengan kasus covid-19 terbanyak, juga dengan tingkat kematian tertinggi di Eropa. Hingga saat ini, ada 128 ribu warga Inggris yang meninggal akibat corona. Meski begitu, udah ada sekitar 64 persen populasi warga Inggris yang udah selesai divaksin. Jadi, ada kemungkinan kasusnya menurun di beberapa hari ke depan.
 
Seefektif itu ya vaksin?
Yoi. Menurut data resmi dari Public Health England, ditemukan bahwa vaksin Pfizer-BioNTech sangat efektif hingga 96 persen dalam mencegah kasus parah yang berakhir dengan dirawat di rumah sakit. Begitu juga dengan vaksin Oxford-AstraZeneca yang efektif hingga 92 persen dalam mencegah hospitalisasi. Jadi gpp guize plz vaksin AZ ya.
 
OK. Anything else?
Well, baru aja nih kemarin, Duchess of Cambridge Kate Middleton harus menjalani isolasi mandiri setelah diduga melakukan kontak erat sama orang yang positif Covid-19. Jadi minggu lalu, Kate Middleton menghadiri dua event olah raga, yakni Euro 2020 dan Wimbledon, dan diyakini beliau kena kontak pas menghadiri kegiatan tersebut. Menurut keterangan resminya, hasil tes Covid-19 istrinya Pangeran William itu negatif, tapi doi tetap harus isoman, sesuai guideline dari pemerintah Inggris.