Penyaluran Bansos Covid-19 Masih Lelet, Kematian Covid-19 di India 10 Kali Lipat Lebih Tinggi Dari Data Resmi, Izin Naik Haji Bagi Perempuan Tanpa Muhrimnya, Hubungan Romantis Berawal Dari Pertemanan

99

Hi there,

Still in a meat-coma after yesterday’s Lebaran? Well, you are not alone. Head out to our podcast here for some recap and more news from Europe to Hamilton. Meanwhile, if you’d prefer some reading, all you hove to do is scroll down…


When you keep missing the deadlines…

Your boss is gonna be bete. Kayak Pak Jokowi.
 
Hah kenapa emang Pak Jokowi?
Jadi Senin kemarin, Pak Jokowi bilang bahwa penyaluran bantuan sosial (bansos) untuk menangani pandemi covid-19 ini masih lelet banget.
 
Background please. 
Ok. Berhubung pandemi Covid-19 dan negara lagi memberlakukan kebijakan PPKM darurat, Pemerintah Indonesia kemudian mengalokasikan dana bantuan sosial untuk membantu masyarakat yang pendapatannya menurun. Adapun jenis bansosnya ada macem-macem, dari mulai uang tunai sampe diskon listrik. More details here.  
 
I see, go on.. 
Nah namun, menurut Pak Jokowi, ada tiga jenis bansos yang implementasi penyalurannya masih kurang maksimal, which includes: bantuan untuk para pelaku usaha mikro, kecil menengah (UMKM), bantuan perlindungan sosial, dan BLT Dana Desa.
 
Kurang gimana?
Jadi contohnya nih, bantuan untuk UMKM kan total budget-nya sebesar Rp13,3 triliun. Dana ini rencananya bakal disalurkan ke pelaku usaha di 514 kabupaten kota aja di Indonesia. Tapi yha gitu, so far baru Rp2,3 triliun yang disalurkan.
 
Oh no…
Yep. Terus bansos kedua adalah bantuan berbentuk perlindungan sosial.  Dari total anggaran Rp12,1 triliun, yang baru disalurkan adalah Rp2,3 triliun (less than 20%).  Meanwhile, BLT Dana Desa yang dianggarkan sebesar Rp28 triliun juga belum disalurkan dengan cepat. In fact, baru Rp5,6 triliun BLT dana desa yang disalurkan, which is less than 25 persen!
 
That’s s-l-o-w.. 
Rite. Terus ni guysPerum Bulog juga baru menyalurkan beras bantuan sosial (bansos) sebanyak 1.500 ton per hari dengan masing-masing penerima dapet 10 kilo beras. Dengan begitu, total penerimanya berarti udah mencapai 150 ribu orang, dan angka ini berarti baru 0,79 persen dari target penyaluran yang mencapai 18,8 juta penerima. Sementara itu, total bansos provinsi dan kabupaten/kota yang disalurkan per 15 Juli kemarin adalah sebesar Rp4,39 triliun dari total Rp15 triliun.
 
I see, terus gimana dong? 
Terkait kondisi ini, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) udah merilis Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) untuk mempercepat penyaluran bansos di daerah. Menurut Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri Mochamad Ardian, mereka udah melibatkan peran Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) daerah untuk melakukan evaluasi proses pembagian bansosnya.
 
I see, anything else? 
Yep.  Terkait hal di atas, Pak Jokowi juga meminta para kepala daerah untuk fokus menyelesaikan masalah, dampak sosial, dan ekonomi yang timbul dari pandemi. Terus, kamu juga tentunya udah tahu bahwa pemerintah bakal melanjutkan PPKM Darurat hingga 25 Juli mendatang. Atas keputusan ini, Pak Jokowi bilang bahwa pemerintah udah mengalokasikan jumlah anggaran perlindungan sosial sebesar Rp 55,21 triliun untuk masyarakat yang terdampak covid-19.

Who’s just saying “We got some (not so good) surprise….”?

Researchers in India.
 
Whaddap?
Karena kemarin, para epidemiologists di India bilang bahwa bisa jadi, bisa jadi nih, sebenernya angka kematian gara-gara Covid-19 di sana lebih banyak sampe 10 kali lipat dibanding laporan resminya pemerintah. Whoaaaa!
 
Iya, Whoaaaa kok bisa?
Bisa, karena menurut para peneliti tadi, jumlah kematian sepanjang Januari 2020 sampe Juni 2021 diperkirakan antara 3.4 juta sampe 4.7 juta jiwa. Terus kalo yang meninggal karena kasus Covid-19, prediksinya ada di angka 4juta. Jumlah ini jelas jauuuh banget kan di atas laporan resmi pemerintah yang bilang bahwa jumlah meninggal adalah sekitar 414ribu jiwa.
 
OMG…
Yep. Lebih jauh para researchers ini bilang bahwa kekurangan penghitungan ini bisa jadi disebabkan oleh rumah sakit dan sistem pemerintahan yang kewalahan banget gara-gara meningkat tajamnya angka infeksi covid19, khususnya pada awal tahun ini. Selain itu, dengan jumlah penduduk yang banyak banget, emang pencatatan kematian itu enggak selalu rapi, apalagi kalo meninggalnya karena covid19, biasanya keluarga pada takut untuk ngaku.
 
Terus mereka bisa memprediksi angka 4juta itu dari mana?
Dari ngumpulin data per daerah, perkiraan internasional, studi serologi, perbandingan angka kematian sebelum dan sesudah ada pandemi, hingga survei ke rumah-rumah. FYI guys, penelitiannya ini dilakukan oleh mantan penasihat ekonominya pemerintah India, namanya Arvind Subramanian. Selain itu, doi juga dibantu oleh dua orang peneliti lainnya dari Center for Global Development, Washington DC, dan Harvard University.
 
OK terus…
Terus, menurut para peneliti, jumlah kematian gara-gara Covid-19 di India ini merupakan tragedi kemanusiaan terbesar di sana yang memakan paling banyak korban. Korban yang meninggal karena pandemi ini lebih banyak daripada korban meninggal di peristiwa perjuangan kemerdekaan dan Partition. FYI, Partition adalah konflik India-Pakistan yang terjadi pada tahun 1947, di mana warga Hindu dan Muslim saling membunuh dan menyebabkan 1 juta orang korban jiwa. Nah, covid-19 lebih parah dari ini gengs 🙁
 
🙁 Anything else now?
Well, so far sih belum ada tanggapan dari pihak pemerintah ya. Cuma saat ini, angka kasus Covid-19 di India emang udah berkurang. Saat ini India masih melaporkan sekitar 40 ribu kasus baru dengan sekitar 500 kematian per hari. Meanwhile, ada kurang dari 7 persen populasi yang udah mendapatkan vaksin.

Who’s just celebrating their freedom?

Women in Arab. 

Really? Why? 
‘Cause Kementerian Urusan Haji Arab Saudi akhirnya mengizinkan perempuan boleh naik haji tanpa didampingi laki-laki atau muhrim.
 
Seriously? 
Yep. FYI, sebelumnya perempuan yang usianya di bawah umur 45 tahun harus naik haji didampingi sama muhrimnya. Nah per tahun ini, peraturan tersebut nggak ada lagi gengs, dengan syarat, perempuan harus pergi dalam kelompok.
 
Good to hear!
Yep. Meski begitu, namun faktanya di lapangan, masih ada beberapa perempuan yang melaporkan bahwa masih ada agen perjalanan yang nggak mau menerima perempuan naik haji tanpa pendamping pria. Meskipun begitu, peraturan ini tetap disambut baik oleh warga Arab, khususnya kaum perempuannya. Mereka seneng banget karena mulai tahun ini, perempuan bisa memutuskan sendiri mereka mau naik haji apa enggak.
 
Tapi emang sebelumnya gimana?
Sebelumnya ya cewek nggak boleh naik haji tanpa pendamiping pria. Jadi yha keputusan naik hajinya harus diputuskan secara kolektif. Karena aturannya begini, maka yang sering terjadi prakteknya di lapangan adalah, ada perempuan yang mau naik haji, tapi nggak bisa karena muhrimnya udah naik haji dan doi nggak dibolehin naik haji lagi di tahun selanjutnya (termasuk untuk nemenin istrinya). Kan bete kan. Karena itulah, banyak juga perempuan di Arab Saudi bahwa kebijakan ini is like ‘a dream come true’.
 
Good to hear! Tapi emang udah bisa naik haji ya? 
Udah bagi warga negara Arab dan warga negara asing yang tinggal di Arab Saudi. Jadi yang jelas sih bukan pendatang dari luar negeri. FYI, tahun ini kuota jamaah haji adalah 60 ribu jamaah, yang ditentukan dengan cara ‘undian’. Jadi, kalo kamu tinggal di Arab Saudi, kamu bisa daftarin nama kamu dan pesertanya bakal dipilih secara random gitu. FYI, di tahun ini, jumlah Jemaah haji perempuan mencapai 40 persen dari total Jemaah.
 
I see, anything else? 
FYI, kebijakan ini adalah bagian dari reformasi sosial Prince Crown Mohammed bin Salman. Ia dikenal sebagai tokoh yang berusaha menghilangkan citra keras dan konservatif dari kerajaan Arab Saudi.  Sebelumnya, ia juga udah membuat kebijakan yang mengizinkan perempuan untuk nyetir mobil (yes, sebelumnya perempuan nggak boleh nyetir), ke luar negeri sendiri (again, sebelumnya cewek Arab Saudi kalo mau ke luar negeri harus ada pendamping), sampe nongkrong di coffee shop. Iya, serius.

When you grew up watching Kuch Kuch Hota Hai…

Yoi guys, kamu pasti familiar kan, sama film India Kuch Kuch Hota Hai? Itulooo yang pemeran cowoknya, namanya Rahul (diperankan Shahrukh Khan), eventually jadian sama sahabatnya sejak lama, yaitu Anjali yang diperankan oleh Kajol. Padahal, mereka udah melewati drama-drama India yang banyak pohon-pohonnyaa… Anyway, ternyata kisah romansa kayak gini bisa banget terjadi di kehidupan nyata guys, nggak di film India doang.
 
Kenapa? Karena hasil riset yang dilakukan para psikolog di University of Victoria in British Columbia, Canada menemukan bahwa kebanyakan hubungan romantis itu dimulai dari hubungan pertemanan. Jadi dalam penelitiannya, para researcher meneliti hubungan dari 1.900 pasangan di Kanada dan Amerika Serikat, dengan berbagai latar belakang. Hasilnya ditemukan bahwa 66% dari para pasangan itu bilang bahwa mereka awalnya temenan dulu, sebelum memutuskan untuk pacaran. Adapun durasi temenannya rata-rata adalah 22 bulan. Selain itu, banyak pasangan yang mengakui bahwa ketika mereka awal-awal temenan, mereka nggak nyangka bakal berakhir pacaran. FYI guys, penelitian ini disebut juga berhasil men-challenge pandangan bahwa cinta muncul dari ketertarikan sejak awal ketemu (Love at first sight, anyone?). Nyatanya, kamu justru lebih mungkin jadian sama orang yang kamu udah temenan lama, karena kamu udah jauh lebih mengenal mereka.

“Tugasnya bagaimana sapi merasa nyaman dan bahagia sebelum disembelih,”
 
Gitu guys kata Humas Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya Helmy Muhammad Noor saat ngejelasin soal penjagaan yang dilakukan sama enam orang sekaligus terhadap sapi yang bakal dikurbankan sama Pak Presiden Joko Widodo di masjidnya. Jadi keenam orang ini tugasnya ngejagain sapi limosin seberat 1,2 ton itu yhaa biar mereka bahagia sebelum dikurbanin hari ini.
 
Karena kebahagiaan adalah hak segala makhluk…

Announcement


Thanks to Zi dan Fanni Irsanti for treating us coffee yesterday!

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Ajak-ajak yuk!

Yep, kamu bakal langsung dapet merchandise eksklusif dari Catch Me Up! kalo kamu ngajak teman-teman kamu berlangganan! Caranya gampang banget, kamu tinggal klik link di bawah ini dan mulai deh, sebar-sebar referral code kamu ke teman, sodara, gebetan, rekan kantor, pokoknya siapa aja boleee….

Atau, kamu juga bisa langsung nge-klik share button di bawah ini! Kumpulin terus referral kamu untuk dapetin merchandise-nya ya! Gratis!


Catch Me Up! recommendations

Done eating those fatty meats? Olrite, now let’s switch into something healthier. 

Angel’s Stories

1. Beberapa waktu belakangan ini rasanya asdfghjkl, fisik mulai sakit-sakitan lagi, terus pikiran juga lagi terbebani buat segera nyelesaiin tugas akhir biar ga bayar UKT lagi, buka socmed buat dapet hiburan malah makin sedih ngeliat timeline yang isinya juga kesedihan orang-orang sekitar. Tapi setiap ngerasa sedih selalu terngiang-ngiang perkataan Ibu-ibu yang pernah neriakin, “Semangat mbak XX” saat pernah bertukar cerita ketika lagi jalan pulang ke kosan. Makasii bu atas tiga kata tsb^^. Teriakannya udah hampir 6 bulan lalu, tapi masih terngiang-ngiang sampai sekarang :’))
-uc1000ygpgnluluskulyah-
 
2. Di balik pandemi yang bener bener menguras fisik dan mentalku tapi justru dari pandemi ini mengajarkanku bahwa benar-benar banyak orang baik di dunia ini. Aku terinfeksi COVID 19 sudah memasuki tiga minggu, selama kena COVID 19 aku merasakan support yang luar biasa dari teman-teman. Setiap hari ada saja obat, vitamin, makanan yang dikirimkan dari teman yang berbeda-beda. Belum lagi mereka yang selalu WA telfon menanyakan kondisiku setiap hari. Aku bersyukur di saat mengalami masa sulit, banyak yang tetap ada selalu memberi support. Mungkin ini juga yang aku rasakan tentang “A blessing in disguise”.
-Anonymous-
 
(We believe that angels, just like superheroes and cats, come in different costumes, but they’re here for the same reasons: to make our days brighter, our smiles wider, and our feelings happier. So during these uncertain times, we’ve decided to replace the love letter with stories about kindness, because now more than ever, our community needs that. Shoot us your kindness stories here (can be something you see or experience firsthand (or no), basically, anything!) and we will feature it here. You can also check our previous angel stories on our angel’s Instagram. Go go go!)