Peningkatan Pengaduan Penipuan Online Sejak Pandemi

39

What’s increasing during the pandemic?

Online crimes.
 
Wazzap?
Yep, berita nggak menyenangkan datang dari Bea Cukai Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) ni gengs, di mana dalam keterangan terbarunya, mereka menyatakan bahwa telah terjadi peningkatan jumlah pengaduan penipuan online yang mereka terima sejak pandemi.
 
Beneran?

Yep. Secara banyak kegiatan yang beralih daring, penipuan di ranah ini juga makin banyak muncul guys. Jadi di tahun 2020, ada 3,000 pengaduan penipuan yang mengatasnamakan Bea Cukai. Nah, di akhir Mei tahun ini, udah ada sembilan ratus pengaduan penipuan online. Adapun pengaduan ini mereka terima melalui contact center Bravo Bea Cukai 1500225.

Banyak ugha…penipuannya kayak gimana aja?
Well, menurut Kepala Seksi Patroli dan Operasi I Bea Cukai Soekarno-Hatta, Anton, ada tiga modus penipuan yang biasanya digunakan. First, penipuan via media sosial di mana penipu minta kenalan dan temenan, terus minta dikirimin uang atau barang. Kedua, penipuan berupa online shop yang fiktif, dan ketiga, melalui lelang palsu di mana harga barangnya murah banget.
 
Is that all?
Enggak juga sih. Masih ada juga modus-modus penipuan online lain gengs, misalnya, penipuan via WhatsApp, di mana kamu bakal tiba-tiba mendapatkan link-link hadiah atau voucher diskon. Biasanya, pas kamu klik link-nya, kamu harus isi data pribadimu supaya kamu bisa dapat hadiah. Nah, kalo kamu dapet link begituan, jangan diisi ya, karena bisa jadi data pribadimu malah disalahgunakan. Selain WhatsApp, modus-modus penipuan juga terjadi via SMS, email, telepon, ganti nomor ponsel/SIM Swap Fraud, bahkan penipuan atas nama bank.

Ngeri juga yaa…
Exactly. Belakangan ini juga ada penipuan obat covid-19 via marketplace. Jadi modusnya, korban ditawarin obat covid-19 dengan harga yang lebih murah, dan diajak chat via WhatsApp, padahal kan ketentuan belanja di marketplace harus chat di aplikasi, bukan via yang lain.  Terus, begitu udah ditransfer, obatnya nggak datang-datang dan si penipu nggak bisa dihubungi lagi.

KZL sumpah.
Makanya kan. Karena itulah kata Pak Polisi, sebaiknya masyarakat segera melaporkan kasus-kasus penipuan online yang dialami ke pihak polisi baik ke kantor polisi setempat, maupun via telepon ke 110.  Kamu juga bisa melaporkan secara online ke sini. Pastikan kamu punya bukti-bukti yang cukup, like screenshot, link, foto atau video yang menunjukkan kejahatan siber. Kumpulkan bukti-buktimu ke satu file di flashdisk/CD.
 
I see, anything else?
Kalau kamu udah melaporkan via situs online-nya, kamu akan diminta untuk ke kantor polisi terdekat untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Nah, dalam kondisi kayak gini, we can’t stress you enough the importance of knowing your dos and don’ts. Kenapa? Karena emang dalam berurusan hukum itu, banyak hak dan kewajiban yang wajib kamu ketahui, supaya kasusmu bisa terselesaikan dengan baik.
 
Dude, I’m not a law school graduate. How do I know?
Meet, Justika. Layanan konsultasi hukum yang mudah dan profesional, yang bakal membantu semua urusan hukummu, dengan para ahli yang berpengalaman. Konsultasinya gampang banget, bisa via telepon atau chat, dengan biaya mulai dari 30ribu aja. Hal-hal yang bisa kamu konsultasikan juga macem-macem guys, mulai dari penipuan online, ketenagakerjaan (cung yang udah lama kerja tapi masih belum punya health insuraaance??) pidana polisi, perceraian, waris, urusan tanah, sampe regulasi usaha. Yep, like Elle Woods, but better. Seriously, talk to ‘em here.