Olimpiade Tokyo Resmi Digelar di Fukushima, Jepang

61

When you are a sports fan…

Be excited.
Karena setelah ditunda setahun karena covid-19, Tokyo 2020 Summer Olympics aka Olimpiade Tokyo akhirnya resmi digelar per kemarin di Fukushima, Jepang.
 
Whoaa tell me more!
Sure. Jadi Olimpiade Tokyo dibuka dengan pertandingan softball pertama antara Jepang melawan Australia di Stadion Baseball Fukushima Azuma. Sedangkan opening ceremony-nya sendiri baru akan diadakan pada Hari Jumat ini (mark your calendars). 
 
I hate to mention this, but… how about covid?
Well, it exists. Sejauh ini aja, ketika atlet masih dalam proses kedatangan, udah ada 70 kasus covid-19 yang terdeteksi. Adapun seorang atlet yang terkonfirmasi positif adalah pesenam Amerika Serikat, namanya Kara Eaker yang terpaksa harus menjalani isoman Selama 10 hari. Doi juga nggak jadi bertanding dan harus langsung pulang ke negaranya setelah selesai isoman. Hal ini tentunya mengecewakan banget kan buat para atlet.
 
No…. 🙁
Iya. Terus Olimpiadenya juga bakal digelar tanpa penonton sama sekali seiring dengan tengah meningkatnya angka covid-19 di Jepang. Jadinya yhaa para atlet bakal disemangatin sama rekaman suara sorak-sorai yang dimainkan di arena pertandingan. Terus to give you context, dalam menggelar Olimpiade ini, pihak panitia harus mempersiapkan logistik untuk 11.000 athletes dari 200 negara, plus ribuan jurnalis. Bayangin aja gimana rempongnya, apalagi di situasi pandemi gini.
 
Berat yha…
Banget. Bukan cuma soal pandemi, tapi gelaran Olimpiade ini juga menerima penolakan dari warga Jepang sendiri, yang mayoritas meminta supaya event ini di-cancel. Alasannya, emang kondisi kasus Covid-19 di Jepang yang naik terus, dan kondisi negara yang lagi dalam status “state of emergency”. Terus, salah satu sponsor utama Tokyo Olympics, Toyota juga baru aja ngumumin bahwa mereka nggak akan memutar iklan apa pun yang berhubungan sama Olimpiade, padahal mereka sponsor utama. Terus CEO-nya juga bilang bahwa doi nggak akan hadir pas opening ceremony.
 
Ya ampun terus gimana? 
Yhaaa Olimpiadenya lanjut terus. Terkait gelaran event ini, Direktur Jenderal World Health Organization (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus sendiri udah ada di Tokyo untuk menghadiri pertandingan dan upacara pembukaannya. Menurut Ghebreyesus, dia yakin bahwa Jepang bisa menyelenggarakan Olimpiade dengan aman, namun ya tetap aja tergantung situasi dan kondisi nanti.  Menurutnya, nggak mungkin sih kalo nggak ada risiko sama sekali, yang ada tuh risiko yang lebih rendah.
 
Ok…
Nah, untuk mengantisipasi penularan Covid-19, pihak panitia sendiri udah menyiapkan pusat kesehatan dan posko tes covid-19 di wilayah sekitar Olympics aka the Olympic village, yang merupakan tempat tinggal para atlet. Di sana udah ada banyak signs untuk mengingatkan para atlet agar selalu menggunakan masker dan jaga jarak. Selain itu, para atlet juga akan di-trace dan dites covid-19 setiap hari. Kalau ternyata mereka positif, mereka akan dibawa ke fasilitas isolasi mandiri di luar area kompleks dan nggak bisa ikutan tanding lagi.
 
Sounds good…anything else? 
Tokyo sendiri telah memperpanjang state of emergency-nya hingga 22 Agustus. Artinya, Olimpiade akan berlangsung dalam status emergency. Terus kalau kamu udah baca this far and thinking “Terus kenapa nggak di-cancel aja Olimpiadenya??” tenang guys, CEO Tokyo Olympics Toshiro Muto kemarin udah bilang bahwa nggak menutup kemungkinan banget, Olimpiade-nya di-cancel kalo kasusnya naik terus. Whoaaa….