KPK Tidak Mendukung Vaksin Covid-19 Berbayar, Kasus Covid-19 di Indonesia Mencapai 54.517 dalam 24 jam, Kebakaran Hutan di Siberia, Rusia, Pemerintah Iran Buatkan Dating App untuk Warganya

105

Hi there,

Rise and shine! Things may seem super uncertain and terrifying right now, and we would be lying if we said that this pandemic seems to be under control. So today, let’s be kind to yourself. Stay in bed a little longer, eat good food, and do anything to make you feel better. We got this.


Who’s saying “Disagree”?

Komisi Pemberantasan Korupsi aka KPK.
 
On what?
On vaksin gotong royong aka vaksin berbayar. Yep.  Kemarin, KPK menyatakan bahwa mereka nggak mendukung pelaksanaan vaksin covid-19 berbayar karena rawan tindak korupsi. Adapun hal ini disampaikan sama Ketua KPK Pak Firli Bahuri kemarin, pas rapat koordinasi pelaksanaan vaksinasi mandiri bersama beberapa menteri kayak Menkomarves Opung Luhut Pandjaitan, Menteri BUMN Pak Erick Thohir, Menkes Pak BGS, dll.
 
OK. I need some background.
Ok. Jadi kayak yang kamu tahu, sejak akhir minggu lalu kita udah sering denger bahwa mulai Hari Senin kemarin, vaksin gotong royong udah bisa dibeli di 8 cabang Kimia Farma di Jawa dan Bali. More on the details hereHowever, rencananya nggak jadi terlaksana guys, karena di hari yang sama, Kimia Farma mengumumkan bahwa program vaksin berbayar tersebut ditunda. Menurut Kimia Farma, mereka mau sosialisasi programnya dulu ke masyarakat, karena banyak pro dan kontra terkait program tersebut.
 
Really? Siapa yang pro? 
Pemerintah, of course. Menurut Menteri BUMN Pak Erick Thohir, proses pengadaan vaksin berbayar nggak menggunakan dana APBN, tapi sepenuhnya dari uang pinjaman korporasi di holding farmasi BUMN.  Terus, vaksinnya juga bukan vaksin sumbangan untuk program vaksinasi, dan harga maupun margin yang didapatkan juga udah dikonsultasikan dengan institusi lain. Terus, Menteri Keuangan Bu Sri Mulyani juga memastikan bahwa kalo untuk memvaksin 70% warga Indonesia sih, negara udah ada dananya dan itu gratis. Pokoknya dijamin.
 
Lhaa terus masalahnya apa?
Masalahnya ya kita lagi pandemi guys, dan program vaksinasi berbayar ini dinilai banyak pihak malah menimbulkan ketimpangan di tengah-tengah masyarakat yang lagi berjuang mengatasi pandemi. Terus, kebijakan ini juga sampe dipetisi supaya dibatalkan, karena dinilai enggak ngasih akses yang adil dan merata pada seluruh masyarakat. Artinya, vaksin berbayar ini dipandang cuma nguntungin orang kaya aja.
 
Got it. Terus kata KPK gimana?
Kata KPK, pokoknya mereka ney, ney, aka nggak mendukung vaksin bayar karena tata kelolanya yang berisiko menimbulkan korupsi. Lebih detailnya, KPK menyampaikan enam poin yang jadi sikap mereka. Pertama, KPK emang mendukung percepatan vaksinasi. Kedua, Meskipun penjualan VGR ke individu udah ada aturannya, namun tetap aja berisiko tinggi dari sisi medis dan kontrol vaksin (misalnya, bisa aja ada reseller yang naikin harga). Selain itu, jangkauan Kimia Farma juga terbatas, kan.
 
Terus-terus…
Terus KPK juga ngingetin bahwa perlu ada transparansi data termasuk penerima vaksin. Kayak pelaksananya siapa, di mana, sampe memastikan distribusinya emang merata. Keempat, Menkes yang bakal menentukan jumlah, jenis, harga vaksin, dan mekanisme vaksinasi. Kelima, KPK juga ngingetin perlunya sistem pelaksanaan vaksin yang transparan dan akuntable, hingga nggak ada praktik-praktik fraud (korupsi). Terakhir,  juga Kemenkes juga harus menyiapkan data calon peserta Vaksin GR sebelum divaksinasi.
 
I see…
Nah berangkat dari pertimbangan-pertimbangan ini, KPK be lyke, “Ga deh, gausah jualan vaksin cuy…” ke para menteri yang turut hadir. Meski begitu, Pak Firly bilang bahwa teteup aja, dia nggak punya kekuatan untuk merubah kebijakan, tapi yang pasti, doi nggak mau ada korupsi.
 
Terus gimana?
Yha menurut Pak Firli, sebelum masuk ke vaksin mandiri, Kemenkes harus punya data para peserta vaksin dulu, apakah itu dari badan usaha, swasta, instansi, dan lain sebagainya. Data-data ini juga harus transparan dan akuntabel hingga bisa dipertanggungjawabkan.
 
I see, anything else? 
Yep. FYI guys, Kimia Farma memprediksi bahwa total pendapatan dari vaksin GR berbayar ini mencapai Rp879,14 miliar. Jumlah tersebut belum dikurangi beban biaya dalam penyelenggaraan program vaksinasi tersebut.

When we already hit another grim milestone…

(Caution! This news can be distressing to read this early in the morning. You can come back later, or you can keep reading, but remember to prioritize your mental health first.)
 
Kayak yang kamu udah tahu, kemaren Indonesia memecahkan rekor tertinggi kasus harian Covid-19 terbanyak dalam 24 jam, yang mencapai 54.517 kasus.
 
No….
Yep, angka ini tentunya sangat mengkhawatirkan, hingga Indonesia disebut sebagai episentrum baru wabah covid-19 di Asia. Pasalnya, jumlah kasus harian di Indonesia udah lebih banyak daripada India yang awalnya menduduki posisi pertama. Dengan penambahan ini, maka total kumulatif orang terpapar virus corona di Indonesia mencapai 2.670.046 kasus.
 
Terus terus… 
Seiring dengan perkembangan ini, udah mulai banyak juga nih guys, negara-negara yang mengeluarkan travel warning atau imbauan larangan perjalanan ke Indonesia. Selain itu, ada juga beberapa negara yang mengeluarkan larangan masuknya Warga Negara Indonesia (WNI) ke negara mereka.
 
Negara mana aja tu?
The most recent is Filipina yang bakal ngelarang WNI buat masuk ke sana dari tanggal 16-31 Juli 2021. Abis itu ada Uni Emirat Arab (UEA) yang mulai ngelarang WNI masuk ke negaranya per tanggal 11 Juli 2021. Selain itu, ada juga Arab Saudi yang sejak Februari lalu memberlakukan aturan serupa. Oman juga melakukan hal yang sama terhadap WNI. Lalu ada juga Hong Kong yang sejak 25 Juni 2021 ngelarang WNI masuk ke negaranya. Sementara, Jepang dan Taiwan udah memberlakukan larangan masuk WNI sejak tahun lalu hingga saat ini.
 
OMG…

We’re not even done yet, guys. WNI juga dilarang masuk ke 26 negara Eropa yang menggunakan Visa Schengen. Beberapa negara visa Schengen ini kayak Prancis, Belanda, Swedia, Jerman, Finlandia, Norwegia, dan lain-lain gengs. Nah, kalo negara tetangga Singapura sendiri gak melarang sepenuhnya kedatangan WNI ke negaranya guys, cuma diperketat aja dari sebelum-sebelumnya.

BUSET, RAME BANGET. Also, I heard about Japanese people fleeing?

Yes guys, lebih tepatnya para tenaga kerja asing di perusahaan Shimizu. Jadi seiring dengan makin memburuknya kondisi Covid-19 di Indonesia, Shimizu memutuskan untuk menyewa pesawat dan memulangkan para karyawannya ke tanah air. Pihak perusahaan juga bilang bahwa mereka berencana memvaksin para karyawannya pas udah nyampe di Jepang aja.

🙁
Well, it’s not all sad news guys. Kemarin, kita dapet kabar gembira nih, bahwa bakal ada 50juta dosis vaksin Pfizer BioNtech yang tiba ke Indonesia mulai Agustus mendatang. Jadi sebagai salah satu produsen vaksin covid-19 global, Pfizer emang punya target untuk memproduksi 3 milyar dosis vaksin hingga akhir tahun 2021. Whoaaaa.

OK GOOD. Anything else?
Nah, itukan Agustus yah. Balik lagi ke kondisi sekarang nih guys, kamu perlu tahu bahwa terkait kondisi ini, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin udah mengakui bahwa pelaksanaan isolasi mandiri (isoman) pasien Covid-19 bermasalah. Menurutnya, banyak pasien yang harusnya dirawat di rumah sakit jadi nggak tertampung di RS karena penuh. Sementara itu, banyak pasien Covid-19 yang harusnya bisa menjalani isoman di rumah tapi malah dirawat di rumah sakit. Terus juga, saat ini tengah terjadi krisis oksigen di sejumlah rumah sakit.


When the heatwave caused another fire…

Now it burns in Siberia, Russia.

What?
Jadi kamu pasti tahu lah ya, nama daerah di Rusia, namanya Siberia. Daerahnya terkenal dingin banget dan merupakan daerah berpenghuni terdingin di dunia.
 
OK I know.
Nah di awal minggu ini guys, Siberia yang biasa dingin itu jadi panas banget karena tengah mengalami kebakaran hutan. Api juga menjalar dengan sangat cepat, dan so far lahan yang udah terbakar mencapai  800.000 hektar.
 
Whooaa that’s huge..why? 
Heatwave aka gelombang panas.
 
Like in North America? 
Yes. Gelombang panas yang terjadi di Amerika Utara, suhunya hampir sampai 50 derajat Celsius. Hal ini telah menyebabkan ratusan korban, serta kebakaran hutan liar. More on this, here. Meanwhile, di Siberia sendiri, khususnya di Kota Yakutsk, suhunya mencapai 35 derajat celcius. Terus di Verkhoyansk, yang dikenal sebagai daerah terdingin di dunia, suhunya mencapai suhu 30 derajat Celsius. Suhu tersebut melebihi suhu normal yang biasanya 8 – 10 derajat Celsius atau di bawah itu.
 
Crazyyy… 
Yep. Adapun kebakaran hutan yang paling parah terjadi di wilayah Yakutia. Daerah tersebut juga udah berada dalam status darurat dalam beberapa minggu terakhir ini. Terus, per Selasa kemarin, lebih dari 2.600 pemadam kebakaran udah dikerahkan untuk mengatasi kebakarannya.  Selain itu, tentara Rusia juga udah mengirimkan pesawat water-bombing untuk membantu memadamkan api. Terkait kondisi ini, warga Yakutia yang udah sekitar semingguan berada dalam keadaan kabut asap kemudian mengirim petisi untuk Presiden Vladimir Putin. Isinya:  “We’re suffocating, our lungs are being poisoned by acrid smoke.” 
 
Any response? 
Yep. Putin kemudian memerintahkan Kementerian Pertahanan untuk makin total membantu pemerintah daerah, serta mengerahkan lebih banyak tentara untuk memadamkan api lewat udara. FYI, kebakaran juga terjadi di wilayah Rusia Tengah, khususnya di Chelyabinsk, dan telah menewaskan satu orang, serta menghancurkan puluhan rumah-rumah di desa.
 
Scary…emang sering gini ya? 
Iya sih, tapi nggak separah sekarang. Menurut Copernicus Atmosphere Monitoring Service (CAMS), di tahun 2019 dan 2020, kebakaran hutan di Yakutia udah bisa sampe memecahkan rekor jumlah gas efek rumah kaca yang dikeluarkan oleh wilayah tersebut.  Tapi, dalam enam minggu kemarin, kebakaran di wilayah tersebut udah menghasilkan 150 megatonnes karbon dioksida. Angka ini udah kayak gas karbon yang dihasilkan sama satu negara Venezuela gitu guys.
 
Paraah…what now? 
Menurut Roman Vilfand, Head of Science dari the state weather forecast agency, harusnya sih kebakaran ini menurun ya, pada minggu depan. Hal ini karena ada peningkatan curah hujan, sehingga kemungkinan terjadinya fires sparking baru lebih rendah. Meanwhile, WWF Russia mengatakan bahwa kebakaran tersebut akan terus terjadi seiring dengan climate change.

When the pandemic has made you swipe more often than you should…

Meet, Hamdam.
Online dating app buatan pemerintah Iran yang emang dikhususkan buat mereka-mereka yang pengen nikah dan punya hubungan jangka panjang. Jadi guys, Hamdam ini merupakan dating app yang dikembangkan oleh lembaga negara di Iran yang ngurusin soal kebudayaan, namanya Tebyan Cultural Institute. Lembaga ini kemudian mengembangkan Hamdan dengan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang berfungsi untuk menyambungkan mereka yang pengen nikah tapi masih single. Di Iran sendiri, Hamdam ini merupakan satu-satunya dating app yang diizinkan oleh negara, sedangkan platform dating app lainnya, meskipun populer, dianggap ilegal.
 
Nah, terus kenapa sih pemerintah Iran sampe harus repot-repot bikin dating app sendiri? Karena emang ternyata belakangan ini guys, angka pernikahan di sana menurun, terus angka perceraian meningkat, dan angka kelahiran anak-anak juga menurun. Karenanya, pemerintah lagi jor-joran banget nih, meningkatkan angka pernikahan dan memberikan insentif pada warganya yang punya anak. Salah satunya dengan menghadirkan Hamdam ini, yang bertujuan untuk menghadirkan “lasting and informed marriage” buat para penggunanya. Untuk memastikan bahwa para match emang cocok banget, Hamdam ga cuma pake AI, namun mereka juga mewajibkan penggunanya melakukan tes psikologi dan menugaskan seorang konsultan untuk mendampingi para pasangan selama empat tahun pertama pernikahan mereka.

“Saya memilih dipenjara aja pak, saya nggak punya uang…”
 
Gitu guys kata seorang pemilik kedai kopi di Kota Tasikmalaya, namanya Asep Suparman  yang didakwa oleh hakim karena melanggar Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Jadi, Asep sebenernya punya pilihan mau dipenjara selama tiga hari, atau mau bayar denda selama lima juta? Asep kemudian memilih dipenjara karena emang gaada uang. Terkait pilihan Asep ini, Pak Jaksa kemudian meminta beliau mikir-mikir lagi dan nanti diinfoin aja keputusannya dua hari lagi…
 
🙁 🙁 🙁

Announcement

Thanks to Rean for treating us coffee yesterday!

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Ajak-ajak yuk!

Yep, kamu bakal langsung dapet merchandise eksklusif dari Catch Me Up! kalo kamu ngajak teman-teman kamu berlangganan! Caranya gampang banget, kamu tinggal klik link di bawah ini dan mulai deh, sebar-sebar referral code kamu ke teman, sodara, gebetan, rekan kantor, pokoknya siapa aja boleee….

Atau, kamu juga bisa langsung nge-klik share button di bawah ini! Kumpulin terus referral kamu untuk dapetin merchandise-nya ya! Gratis!


Catch Me Up! recommendations

Hi there, adults. You know, part of adulting is to ditch some toxic habits. So let’s see if you’re still doing these.

Angel’s Stories

1. Tanggal 13 Juli kemarin, aku kedapetan untuk jadi pemateri pas MPLS sekolahku. Sejujurnya, aku bukan tipe yang pede sama diri sendiri sampe akhirnya aku pusing dan desperate banget, takut hasilnya mengecewakan dan jatohnya sok asik sama adik-adik. Akhirnya aku cerita di Twitter, aku curahin semuanya sampe nangis-nangis. Gasampe semenit kemudian, my bf responded it dengan nge-tweet untuk menyemangati aku🥺 I feel energized & seketika ngerasa punya kepercayaan diri yang tinggi. Alhamdulillah, setelahnya pun aku bisa membawakan materi dengan lancar. Thank youu boii hehe <3
🐭
 
2. Akhir-akhir ini aku seneng banget soalnya Instagram-ku makin banyak followers dan jadi makin banyak brand deal offers gitu dari brands luar negeri (karena audience-ku emang 60% nya dari luar) :”)) Pertama kalinya sih buatku, jadi masih rada susah negosiasi harga sama mereka buat promosi di tiap postingan. For those of you who don’t know, aku buat konten tentang produktivitas, manajemen waktu, dan belajar bahasa asing di @inastudious. You should check it out if those things are your cup of tea!
 
(We believe that angels, just like superheroes and cats, come in different costumes, but they’re here for the same reasons: to make our days brighter, our smiles wider, and our feelings happier. So during these uncertain times, we’ve decided to replace the love letter with stories about kindness, because now more than ever, our community needs that. Shoot us your kindness stories here (can be something you see or experience firsthand (or no), basically, anything!) and we will feature it here. You can also check our previous angel stories on our angel’s Instagram. Go go go!)