Kebakaran Hutan di Siberia, Rusia

86

When the heatwave caused another fire…

Now it burns in Siberia, Russia.

What?
Jadi kamu pasti tahu lah ya, nama daerah di Rusia, namanya Siberia. Daerahnya terkenal dingin banget dan merupakan daerah berpenghuni terdingin di dunia.
 
OK I know.
Nah di awal minggu ini guys, Siberia yang biasa dingin itu jadi panas banget karena tengah mengalami kebakaran hutan. Api juga menjalar dengan sangat cepat, dan so far lahan yang udah terbakar mencapai  800.000 hektar.
 
Whooaa that’s huge..why? 
Heatwave aka gelombang panas.
 
Like in North America? 
Yes. Gelombang panas yang terjadi di Amerika Utara, suhunya hampir sampai 50 derajat Celsius. Hal ini telah menyebabkan ratusan korban, serta kebakaran hutan liar. More on this, here. Meanwhile, di Siberia sendiri, khususnya di Kota Yakutsk, suhunya mencapai 35 derajat celcius. Terus di Verkhoyansk, yang dikenal sebagai daerah terdingin di dunia, suhunya mencapai suhu 30 derajat Celsius. Suhu tersebut melebihi suhu normal yang biasanya 8 – 10 derajat Celsius atau di bawah itu.
 
Crazyyy… 
Yep. Adapun kebakaran hutan yang paling parah terjadi di wilayah Yakutia. Daerah tersebut juga udah berada dalam status darurat dalam beberapa minggu terakhir ini. Terus, per Selasa kemarin, lebih dari 2.600 pemadam kebakaran udah dikerahkan untuk mengatasi kebakarannya.  Selain itu, tentara Rusia juga udah mengirimkan pesawat water-bombing untuk membantu memadamkan api. Terkait kondisi ini, warga Yakutia yang udah sekitar semingguan berada dalam keadaan kabut asap kemudian mengirim petisi untuk Presiden Vladimir Putin. Isinya:  “We’re suffocating, our lungs are being poisoned by acrid smoke.” 
 
Any response? 
Yep. Putin kemudian memerintahkan Kementerian Pertahanan untuk makin total membantu pemerintah daerah, serta mengerahkan lebih banyak tentara untuk memadamkan api lewat udara. FYI, kebakaran juga terjadi di wilayah Rusia Tengah, khususnya di Chelyabinsk, dan telah menewaskan satu orang, serta menghancurkan puluhan rumah-rumah di desa.
 
Scary…emang sering gini ya? 
Iya sih, tapi nggak separah sekarang. Menurut Copernicus Atmosphere Monitoring Service (CAMS), di tahun 2019 dan 2020, kebakaran hutan di Yakutia udah bisa sampe memecahkan rekor jumlah gas efek rumah kaca yang dikeluarkan oleh wilayah tersebut.  Tapi, dalam enam minggu kemarin, kebakaran di wilayah tersebut udah menghasilkan 150 megatonnes karbon dioksida. Angka ini udah kayak gas karbon yang dihasilkan sama satu negara Venezuela gitu guys.
 
Paraah…what now? 
Menurut Roman Vilfand, Head of Science dari the state weather forecast agency, harusnya sih kebakaran ini menurun ya, pada minggu depan. Hal ini karena ada peningkatan curah hujan, sehingga kemungkinan terjadinya fires sparking baru lebih rendah. Meanwhile, WWF Russia mengatakan bahwa kebakaran tersebut akan terus terjadi seiring dengan climate change.