Jumlah Orang Kaya Naik Namun Ekonomi Indonesia Masih Terpuruk

52

When covid-19 has made you broke…

Rich people of Indonesia can’t relate.
Karena ketika lagi pandemi gini guys, justru jumlah orang kaya di Indonesia malah meningkat.
 
Reallly?
Yep. Menurut laporan Credit Suisse yang rilis di awal minggu ini dan berjudul “Global Wealth Databook 2021”, diketahui bahwa di tahun 2020 lalu, jumlah orang kaya di Indonesia bertambah.
 
Tell me more.
Beneran guys. Jadi berdasarkan data mereka, diketahui bahwa jumlah penduduk dengan kekayaan bersih sebesar US$1 juta atau lebih di Indonesia meningkat, dari sebelumnya 106.215 orang pada tahun 2019 menjadi 171.740 orang pada tahun 2020.
 
Terus…
Terus penambahan kekayaan ini nggak cuma terjadi pada mereka dengan kekayaan bersih sebesar US$1 juta, tapi juga pada semua kelompok. Here’s the breakdown for you:
  • US$1-5 juta dolar, bertambah dari 91.932 orang menjadi 150.678 orang.
  • US$5–10 juta dolar, bertambah dari 8.264 menjadi 12.403 orang.
  • US$10–50 juta dolar, bertambah dari 5.210 menjadi 7.616 orang.
  • US$50–100 juta dolar, bertambah dari 468 menjadi 626 orang.
  • US$100–500 juta dolar, bertambah dari 295 menjadi 367 orang.
  • Di atas US$500 juta dolar lebih, dari 46 menjadi 50 orang.
I want to know who are the richest ones?

In case you’re curious, ini nih daftar 10 orang terkaya di Indonesia di masa pandemi:

  • R Budi Hartono 20,5 miliar dollar AS (+50,73 persen)
  • Michael Hartono 19,7 miliar dollar AS (+51,53 persen)
  • Prajogo Pangestu 6,5 miliar dollar AS (+85,71 persen)
  • Sri Prakash Lohia 6,5 miliar dollar AS (+51,16 persen)
  • Chairul Tanjung 4,8 miliar dollar AS (+35,41 persen)
  • Martua Sitorus 2 miliar dollar AS (+11,11 persen)
  • Djoko Susanto 1,7 miliar dollar AS (+41,66 persen)
  • Theodore Rachmat 1,7 miliar dollar AS (+41,66 persen)
  • Sukanto Tanoto (16,66 persen)
  • Winarko Sulistyo (9,09 persen).
Nice…
Yha gitu guys. Tapi meskipun jumlah orang kaya naik, namun kamu perlu tahu nih, bahwa ekonomi kita masih terpuruk. Menurut ekonom Awalil Rizky, pandemi covid-19 justru bikin pertumbuhan ekonomi minus 2,07 persen. Terus jumlah pengangguran juga bertambah, dari awalnya 7,10 juta orang pada Agustus 2019 menjadi 9,77 juta orang pada Agustus 2020. Selain itu, jumlah penduduk miskin juga bertambah, dari 24,79 juta orang pada September 2019 menjadi 27,55 juta orang pada September 2020.
 
Nah kayaknya w lebih masuk ke kelompok yang ini deh…
Atau bisa juga kamu masuknya ke kelompok…kelas menengah. LOL. Karena sebenernya guys, Bank Dunia pernah loh mengkategorikan Indonesia ke dalam kelompok negara berpendapatan menengah atas (upper-middle income). Tapi yhaaa cuma setahun karena kemudian negara api aka virus covid menyerang, dan Indonesia turun lagi ke menegah rendah (lower-middle income).
 
Got it. Anything else?
Masih menurut Awalil, data soal makin kaya-nya orang kaya di Indonesia bisa menjadi salah satu pertimbangan pemerintah dalam pengambilan kebijakan. Misalnya, terkait aturan soal tata cara perpajakan.