Izin Naik Haji Bagi Perempuan Tanpa Muhrimnya

21

Who’s just celebrating their freedom?

Women in Arab. 

Really? Why? 
‘Cause Kementerian Urusan Haji Arab Saudi akhirnya mengizinkan perempuan boleh naik haji tanpa didampingi laki-laki atau muhrim.
 
Seriously? 
Yep. FYI, sebelumnya perempuan yang usianya di bawah umur 45 tahun harus naik haji didampingi sama muhrimnya. Nah per tahun ini, peraturan tersebut nggak ada lagi gengs, dengan syarat, perempuan harus pergi dalam kelompok.
 
Good to hear!
Yep. Meski begitu, namun faktanya di lapangan, masih ada beberapa perempuan yang melaporkan bahwa masih ada agen perjalanan yang nggak mau menerima perempuan naik haji tanpa pendamping pria. Meskipun begitu, peraturan ini tetap disambut baik oleh warga Arab, khususnya kaum perempuannya. Mereka seneng banget karena mulai tahun ini, perempuan bisa memutuskan sendiri mereka mau naik haji apa enggak.
 
Tapi emang sebelumnya gimana?
Sebelumnya ya cewek nggak boleh naik haji tanpa pendamiping pria. Jadi yha keputusan naik hajinya harus diputuskan secara kolektif. Karena aturannya begini, maka yang sering terjadi prakteknya di lapangan adalah, ada perempuan yang mau naik haji, tapi nggak bisa karena muhrimnya udah naik haji dan doi nggak dibolehin naik haji lagi di tahun selanjutnya (termasuk untuk nemenin istrinya). Kan bete kan. Karena itulah, banyak juga perempuan di Arab Saudi bahwa kebijakan ini is like ‘a dream come true’.
 
Good to hear! Tapi emang udah bisa naik haji ya? 
Udah bagi warga negara Arab dan warga negara asing yang tinggal di Arab Saudi. Jadi yang jelas sih bukan pendatang dari luar negeri. FYI, tahun ini kuota jamaah haji adalah 60 ribu jamaah, yang ditentukan dengan cara ‘undian’. Jadi, kalo kamu tinggal di Arab Saudi, kamu bisa daftarin nama kamu dan pesertanya bakal dipilih secara random gitu. FYI, di tahun ini, jumlah Jemaah haji perempuan mencapai 40 persen dari total Jemaah.
 
I see, anything else? 
FYI, kebijakan ini adalah bagian dari reformasi sosial Prince Crown Mohammed bin Salman. Ia dikenal sebagai tokoh yang berusaha menghilangkan citra keras dan konservatif dari kerajaan Arab Saudi.  Sebelumnya, ia juga udah membuat kebijakan yang mengizinkan perempuan untuk nyetir mobil (yes, sebelumnya perempuan nggak boleh nyetir), ke luar negeri sendiri (again, sebelumnya cewek Arab Saudi kalo mau ke luar negeri harus ada pendamping), sampe nongkrong di coffee shop. Iya, serius.